USIA INDAH

news-thumb1280

Markus 4:26-34

Siapa yang tidak kenal dengan sandal jepit merk Swallow?  Sandal jepit ini terkenal dengan harganya yang murah, sehingga sangat sering disepelekan dan kurang dihargai.  Kita akan merasa malu jika menggunakan sandal Swallow ketika sedang jalan ke mall, bukan?  Namun beberapa waktu yang lalu, sandal ini menjadi viral karena dipakai oleh artis Korea.  Seusai konser yang diadakan di Indonesia, artis ini didapati menggunakan sandal Swallow di bandara Soekarno Hatta.  Bukan hanya itu, ia juga menggunakan sandal itu ketika mengadakan tour ke Thailand dan Tiongkok.  Seketika, sandal jepit yang biasanya disepelekan ini menjadi viral dan mendunia, bahkan ada yang menjualnya dengan harga dua ratus ribu rupiah!  Siapa yang dapat menyangka dan menduga bahwa sandal jepit yang biasa dan kelihatan sepele ini dapat mendunia dan memiliki nilai jual yang tinggi ketika dipakai oleh seorang artis?  Dari sini kita dapat melihat bahwa siapa yang memakai memiliki pengaruh yang besar terhadap apa yang dipakai.  Yesus menjelaskan dalam perumpamaan yang dicatat di Markus 4:26-34 bahwa hal kerajaan Allah juga merupakan hal yang tidak boleh disepelekan.  Ketika Allah bekerja dan kerajaan-Nya itu dinyatakan pada waktunya, ada hal tak terduga yang terjadi dan ada dampak luar biasa yang dihasilkannya.

Yesus menjelaskan hal ini dengan menggunakan benih sebagai perumpamaan.  Pertama, proses pertumbuhan kerajaan Allah tidak diketahui, sama seperti benih yang ditabur di tanah oleh sang penabur benih.  Penabur itu tidur pada malam hari dan ketika ia bangun pada siang hari, benih itu mengeluarkan tunas.  Tunas itu makin tinggi, mengeluarkan tangkai dan menghasilkan bulir.  Lalu bulir-bulir itu terisi penuh dengan butir-butir yang akhirnya menjadi buah.  Ketika buahnya sudah masak, maka orang itu akan menuai hasilnya.  Bagaimana proses pertumbuhan benih itu sampai menjadi buah yang siap untuk dituai tidak diketahui. Namun yang pasti adalah bahwa musim menuai akan tiba, di mana penabur benih akan memperoleh buah dari benih yang ia tanam.

Demikian juga halnya dengan kerajaan Allah.  Tidak ada seorangpun yang mengetahui cara kerjanya.  Meskipun kelihatannya tidak bertumbuh dan tidak menghasilkan apa-apa, tetapi Allah sedang bekerja dan mengusahakan pertumbuhannya.  Akan tiba saatnya di mana kerajaan Allah dinyatakan dalam dunia ini dengan cara kerja yang tidak diduga dan diketahui manusia.

Kedua, kerajaan Allah merupakan hal yang tidak boleh disepelekan.  Meski pada awalnya kelihatan kecil dan tidak signifikan, namun kerajaan Allah itu akan terus mengalami pertumbuhan dan akan memberikan dampak yang luar biasa.  Yesus menggambarkan hal ini seperti benih biji sesawi yang ditaburkan di tanah.  Benih biji sesawi merupakan benih yang paling kecil dari semua jenis benih yang ada.  Tapi apabila benih yang paling kecil itu tumbuh, ia menjadi lebih besar dari segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.

Injil kerajaan Allah yang ditaburkan dan yang telah diwujudkan dalam pelayanan Yesus memang pada awalnya kelihatan tidak signifikan, bahkan pada akhirnya Yesus harus mati disalibkan.  Namun cara kerja Allah berbeda dengan apa yang dipikirkan manusia.  Yesus bangkit dari kematian dan Roh Kudus dicurahkan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.  Kerajaan Allah itu hendak dinyatakan kepada semua orang di muka bumi ini melalui kita, orang percaya.  Allah sedang bekerja dan hendak memakai kita untuk menyatakan kerajaan-Nya di dunia ini.  Tidak peduli apakah kita masih anak-anak,remaja, pemuda, dewasa, atau apakah kita sudah memasuki usia tua.  Bahkan dalam keterbatasan fisik dan dalam berbagai kelemahan kita, Allah bisa memakai kita untuk menyatakan kerajaan-Nya.

Yang terpenting bukanlah usia kita atau siapa kita, tapi apakah kita mau memberi diri untuk dipakai menjadi alat bagi kerajaan Allah. Yang terpenting bukanlah sandal jepitnya, tetapi siapa yang memakai sandal jepit itu.  Sandal jepit Swallow hanya merupakan sandal jepit biasa, tetapi ketika dipakai oleh artis terkenal, nilai jualnya menjadi tinggi.  Kita mungkin hanya orang biasa yang memiliki keterbatasan, kita mungkin merasa masih terlalu muda, kurang berpengalaman atau sudah terlalu tua.  Namun ketika Allah bekerja dan memakai kita, Ia bisa menjadikan kita seperti pohon yang tumbuh tinggi dan lebat sehingga menjadi tempat burung-burung bersarang.

Maka dalam berbagai tahapan usia kita, mari kita menjadikannya usia yang indah, dalam arti kita bersedia memberi diri untuk dipakai oleh Tuhan menjadi alat-Nya dalam menyatakan kerajaan-Nya di dunia, untuk membawa jiwa-jiwa datang dan percaya kepada-Nya.  Bersediakah Saudara menjadi sandal jepit yang mau dipakai oleh Tuhan?

                                                                                                                    DRS

Leave a comment