“UPAH” DI DALAM TUHAN

28 jun

(Matius 10:40-42)

Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil Kerajaan Sorga, Tuhan mengingatkan agar setiap mereka tidak memusingkan diri dengan apa yang mereka harus bawa untuk mereka makan atau mereka pakai. Tuhan yang mengutus menghendaki agar setiap mereka hanya fokus kepada tugas pengutusan yang Tuhan percayakan kepada mereka, tanpa dipusingkan oleh segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan mereka. Lalu bagaimana mereka akan hidup dan mencukupi kebutuhan hidup mereka ketika mereka mengemban tugas yang Tuhan berikan?

Bacaan Injil kita hari ini, memuat bagian jaminan dan janji Tuhan kepada para murid, yang menguatkan dan menegaskan kepada mereka bahwa mereka tidak perlu takut dan tidak perlu memusingkan hal itu. Ada dua hal yang disebutkan dalam bagian ini, yang dapat meneguhkan dan menguatkan para murid dalam tugas perutusannya.

1.Tuhan yang mengutus akan bertanggungjawab atas hidup mereka.

Memang benar dalam menjalankan tugas yang diberikan Tuhan, para murid mungkin akan mengalami berbagai penolakan dan kesulitan, karena tugas yang dijalani memang tugas yang besar dan berat. Tetapi pasti ada juga orang-orang yang takut akan Tuhan, yang akan menyambut pemberitaan dan menyambut kehadiran mereka, seperti menyambut kehadiran Tuhan sendiri di tengah-tengah mereka. Ada yang menerima dan ada juga yang menolak adalah fakta yang akan dihadapi para murid dalam tugas perutusan mereka. Apapun perlakuan yang akan diterima dan dihadapi para utusan-Nya, Tuhan Yesus menegaskan bahwa Tuhan tahu bagaimana menjaga dan memelihara mereka. Perlakuan yang akan diterima oleh para utusan dari orang-orang yang kepadanya mereka diutus adalah cerminan dari perlakuan orang-orang tersebut kepada Tuhan yang diwakili kehadiran-Nya oleh mereka. Karena setiap utusan dipandang sebagai orang yang secara penuh mewakili kehadiran pribadi yang mengutusnya, bagaimana mereka mengakui sang pengutus akan tercermin dalam bagaimana mereka menyambut dan menerima para utusannya (ay. 40). Melalui pernyataan tersebut Tuhan mau mengingatkan para murid agar mereka tidak takut, karena penolakan terhadap kehadiran mereka berarti penolakan terhadap kehadiran Tuhan. Dan sebaliknya ketika disambut dan diterima mereka juga tidak boleh terlena dan lupa diri, karena yang diterima dan disambut melalui kehadiran mereka adalah Tuhan, yang mereka wakili kehadiran-Nya.

2. Tuhan memberikan upah

Tuhan Yesus menegaskan bahwa ada upah yang akan diberikan Tuhan kepada setiap orang sesuai dengan kesediaan mereka untuk menyambut atau menolak Dia. Ada upah bagi orang-orang yang bersedia taat atau tidak dalam menjalankan tugas pengutusan yang diberikan-Nya. Upah yang dimaksud di sini adalah hasil yang akan didapat seseorang dari mengerjakan sesuatu. Upah bagi orang-orang yang menyambut Tuhan adalah akan disambut Tuhan. Upah bagi orang-orang yang bersedia mengakui Dia sekalipun harus menderita berbagai aniaya, maka merekapun akan diakui-Nya di depan Bapa-Nya yang di Sorga. Sebaliknya, orang-orang yang menolak Dia, juga akan ditolak dari kerajaan Sorga, dan orang-orang yang menyangkali Dia juga akan disangkali-Nya di depan Bapa di Sorga.

Tuhan Yesus bahkan menegaskan bahwa Ia tidak hanya menyediakan upah bagi mereka yang melakukan pekerjaan besar dan berat bersama dengan Dia, Ia juga menyediakan upah bagi setiap orang yang dalam takutnya akan Tuhan bersedia menyambut orang-orang yang diutus Tuhan dan memberikan pertolongan kasih kepada setiap mereka. Sekecil apapun perbuatan kasih mereka, Tuhan menyediakan upah yang sama besarnya dengan orang-orang yang mereka sambut dan layani dalam kasih.  Itu sebabnya Rasul Paulus berkata bahwa dalam persekutuan kita dengan Tuhan segala jerih lelah kita tidak akan sia-sia. Setiap perbuatan kasih yang kita lakukan kepada sesama kita karena kita mengasihi Tuhan dan mau melakukan semuanya bagi Tuhan dan untuk Tuhan maka firman Tuhan berkata bahwa kita tidak akan kehilangan upahnya. Perbuatan kasih sekecil apapun  yang kita nyatakan dipandang berharga di mata Tuhan. Jangan takut kehilangan berkat atau keuntungan dengan melakukan kebaikan kepada orang-orang yang diutus Tuhan untuk melakukan pekerjaan-Nya, Tuhan tidak akan membiarkan kebaikan tersebut berlalu begitu saja. Ia menyediakan upah bagi setiap orang sesuai dengan apa yang dilakukannya bagi Tuhan.

LN

Leave a comment