Tunduk Di Bawah Kedaulatan Allah

WhatsApp Image 2021-06-12 at 08.15.01

(Markus 4:26-34)

Dalam Injil Matius 4:26-34, Yesus mengajarkan hakekat Kerajaan Allah ada di tengah dunia seperti penabur (Markus 4:26-29) dan benih (Markus 4:30-34). Pekerjaan penabur hanya menaburkan benih yang baik. Meskipun di sisi lain penabur juga memiliki pengharapan pada benih untuk bertumbuh, tetapi penabur diingatkan bahwa pertumbuhan benih ada di dalam tangan Tuhan bukan lagi di tangan penabur.

          1.Penabur benih.

Kerajaan Allah seperti penabur/orang yang menaburkan benih (ayat 26), kemudian malam hari alam memproses benih tersebut sehingga pagi hari benih tersebut sudah bertunas. Jadi tanggung jawab penabur adalah menyiapkan tanah yang baik dan menaburkan benih.  Lalu, benih itu mengeluarkan tunas, tangkai, bulir hingga buahnya matang (ayat 27-28).

Pertumbuhannya tidak mudah dikenali dan disadari oleh dunia ini. Semua proses ini menunjukkan campur tangan Allah yang memberkati benih dan tanah. Ia pula yang menurunkan hujan agar beroleh air yang cukup dan sinar matahari untuk pertumbuhan. Apabila itu telah terjadi, maka ada waktunya menuai (ayat 29). Allah mengontrol semua elemen-elemen alam tersebut.

Kapasitas orang percaya hanya sebagai penabur benih. Benih apa yang sudah kita taburkan? Kebenaran firman Tuhan, karya-karya Allah dalam diri Tuhan Yesus, kebaikan dan kemurahan Allah? Hidup dan pertumbuhan benih yang telah ditaburkan adalah anugerah Tuhan.

          2. Benih

Pertumbuhan Kerajaan Allah digambarkan melalui penanaman biji sesawi yang paling kecil. Biji sesawi tumbuh menjadi sangat besar (ayat 31-32). Tidak ada yang dapat manusia lakukan untuk menjamin kehidupan dan pertumbuhan biji sesawi ini. Namun, manusia dapat membantu mengusahakan dengan cara-cara alamiah yang mampu dikerjakannya.

Kapasitas orang percaya sebagai benih. Bersyukur atas pertumbuhan iman. Dan bersyukur atas anugerah Tuhan, sehingga hidup orang percaya telah berdampak positif bagi sesama di dalam dunia. Seperti biji Sesawi yang bertumbuh menjadi besar dan menjadi pohon peneduh bagi semua ciptaan (ayat 32).

Benih iman ditabur, tetapi bagaimana iman dapat muncul ke permukaan dan bertumbuh semakin besar dan kuat tidak dapat dimengerti atau diatur oleh manusia. Semuanya ada waktu pertanggungjawabannya. Manusia hanya dapat memakai usaha-usaha lahiriah dan kesempatan yang ada untuk membantu prosesnya. Tetapi yang menjamin waktu dan hasil hanyalah Allah sendiri. Semua itu bukan karena usaha dan kebaikan manusia.

Sebab itu, pertumbuhan iman dan kerajaan Allah terjadi hanya di dalam dan oleh anugerah-Nya. Ketika seseorang bertemu dan menerima Yesus hingga bertumbuh dewasa dan menghasilkan buah keselamatan, maka semua itu hanya anugerah Allah. Manusia dapat menjadi rekan sekerja Allah untuk mengusahakannya, tetapi sepenuhnya tergantung pada belas kasihan Allah.

YKD

Leave a comment