TUNAS PENGHARAPAN

news-thumb1280

Yes 64:1-9, 1 Kor 1:3-9, Markus 13:24-37

Suatu hari dua orang anak remaja sedang bercakap-cakap, “Lo tahu ndak kiamat udah deket!”, kata Bani kepada Yanto temannya. “Kata siapa? Tahu darimana lo kiamat udah deket? Sok tahu ni!”, jawab Yanti. “Lah, itu liat aja ada banyak terjadi kejahatan. Anak membunuh orangtuanya. Blum lagi ada terorisme, perang, bencana alam, gunung meletus, banjir, longsor. Udah mau kiamat tuh namanya!”, jelas Bani kepada Yanto untuk menyakinkannya.

Penggalan percakapan di atas hendak menggambarkan pandangan sebagian besar masyarakat mengenai hari kiamat atau hari Tuhan. Hari Tuhan digambarkan sebagai saat yang menakutkan, terjadi bencana alam, kekerasan, kejahatan, dsb. Sama seperti gambaran hari Tuhan yang dimiliki oleh orang Yahudi untuk waktu yang panjang. Hal ini bisa dilihat dalam percakapan antara Tuhan Yesus dengan Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas. Markus 13:24-25, “Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap …”. Namun, hal yang menarik justru ada di ayat 28-29 ketika Tuhan Yesus berkata, “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara …”. Mengapa Tuhan Yesus justru mengatakan kepada para murid untuk belajar dari perumpamaan pohon Ara?

Israel merupakan negara 4 musim; gugur (menandai awal tahun), dingin (waktunya berlangsung lama), semi (masa yang hangat dan menyenangkan tapi pendek) dan panas (masa panen dan musim kering, mencapai 40 derajat celcius). Tidak seperti pohon lainnya yang bertunas di musim semi, pohon Ara justru baru memiliki tunas di awal musim panas. Ketika tunas pohon Ara mulai muncul, inilah tandanya bahwa musim dingin sudah berlalu dan musim panas sudah tiba. Pada saat yang sama kemunculan tunas pohon Ara menjanjikan adanya kesejukan bagi mereka yang membutuhkan tempat perlindungan selama musim panas. Bukan hanya kesejukan, tetapi juga berkat yang diberikan melalui buah Ara yang dihasilkannya. Kesejukan pohon Ara menjadi simbol dari situasi damai dan buahnya menjadi simbol kesejahteraan yang hadir ketika datangnya hari Tuhan. Maka melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus hendak mengajak para pendengarnya, termasuk kita saat ini, untuk tidak hanya mengarahkan hati kepada kisah kehancuran melainkan memperhatikan akan datangnya tunas pengharapan, yaitu keselamatan Allah yang hadir dalam situasi damai dan sejahtera. Kedatangan Tuhan dengan situasi damai dan kesejahteraan yang diberikan kepada mereka yang tetap bertahan di tengah segala tekanan dan bujukan dunia. Itu sebabnya Yesaya
menaikkan permohonan agar hari Tuhan segera datang.

Yesaya hadir di tengah kondisi bangsa yang mengalami keterpurukan akibat kekalahan di medan perang. Hal ini membuat mereka mengalami kehancuran dalam aspek politik, ekonomi dan kerohanian. Banyak orang yang tidak tahan menghadapi penderitaan hidup beralih meninggalkan Allah. Itu sebab-Nya Yesaya memohon kepada Allah agar hari Tuhan itu segera datang, sehingga bangsa itu menjadi sadar akan keberadaan Allah yang  Mahakuasa dan berbalik, serta meneguhkan orang percaya yang tetap bertahan dalam penderitaan.

Hari ini kita memasuki minggu Adven I yang juga menjadi tanda dimulainya tahun baru dalam kalender Gerejawi. Ada dua dimensi yang hadir dalam minggu Adven, yaitu: menghayati makna kehadiran Allah di tengah dunia (Inkarnasi: kelahiran Yesus) dan masa penantian kedatangan Tuhan Yesus kembali. Pada minggu Adven I, kita diingatkan menantikan kedatangan-Nya kembali dengan berjaga-jaga untuk tetap teguh dalam iman di tengah segala tekanan dan rayuan dunia, “supaya kita tidak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus (1 Kor 1:8).”.

Kita pun bersyukur ketika hari ini ada 18 orang yang akan dilayankan Baptis Kudus Dewasa, 9 orang di-Sidi, 2 orang attestasi masuk dan 10 orang Baptis Kudus Anak. Dalam sukacita kita naikkan syukur dihadapan Tuhan yang telah memanggil anak-anak- Nya menjadi bagian dalam tubuh Kristus secara khusus di GKI Perniagaan. Sukacita ini juga hadir bersama dengan tanggungjawab untuk saling merawat, memulihkan, mempedulikan dan bertumbuh bersama di tempat ini. Sebab kita adalah satu keluarga yang tinggal dalam satu atap rumah, yaitu GKI Perniagaan. Maka dinantikan keterlibatannya untuk merawat dan membangun rumah ini bersama- sama. Selamat datang dan mari kita terus saling mengingatkan untuk berjaga-jaga di tengah kehidupan sampai Tuhan datang kembali. Amin.

Pertanyaan:
1. Menurut saudara situasi seperti apakah yang terjadi ketika hari Tuhan datang?
2. Mengapa Tuhan Yesus mengajak para pendengar untuk belajar dari perumpamaan pohon Ara?
3. Apa komitmen yang akan kamu lakukan sebagai bagian dalam berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya?

DRS

Leave a comment