Transfigurasi: Antara Penderitaan dan Kemuliaan

WhatsApp Image 2021-02-14 at 08.34.31

(Markus 9:2-9)

Hari Minggu ini kita peringati sebagai Minggu Transfigurasi, yakni penyataan kemuliaan Kristus melalui perubahan diri-Nya. Sementara pada hari Rabu mendatang, kita sudah memulai masa Paskah yang diawali dengan Kebaktian Rabu Abu. Minggu Transfigurasi ini memiliki kaitan penting dengan masa Paskah. Penyataan kemuliaan Kristus terjadi sebelum kesengsaraan-Nya, ini menegaskan kemesiasan Kristus yang sangat khas.

Kisah transfigurasi ini dicatat oleh ketiga Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas). Hal ini menegaskan betapa pentingnya makna peristiwa ini bagi para murid. Pasalnya, peristiwa ini terjadi di tengah makin kuatnya rasa tidak suka pemuka agama terhadap Tuhan Yesus. Orang banyak juga memiliki pemahaman yang beragam dan samar tentang Dia. Para murid sendiri percaya bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi sebagai mesias politik yang akan menaklukkan dunia bagi Dia.  Di tengah situasi inilah penyataan kemuliaan Yesus terjadi, sehingga akan membungkam sekaligus mengubah paradigma orang tentang Dia.

Sebelumnya, untuk pertama kalinya,  Tuhan Yesus telah memberitahukan tentang penderitan-Nya kepada murid-murid-Nya. Pemberitahuan tentang penderitaan Yesus itu ternyata memantik kemarahan para murid, yang diwakili teguran langsung oleh Petrus. Konsep kemesiasan para murid yang penuh kejayaan ternyata bertolak belakang dengan jalan Yesus yang penuh penolakan dan derita. Bagi para murid, Mesias itu akan terus berkuasa atas dunia. Itu sebabnya, “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes…naik ke sebuah gunung yang tinggi”. Di gunung inilah tiba-tiba terjadi perubahan figur (transfigurasi) Yesus. Dikatakan bahwa “Yesus berubah rupa” (menurut Penginjil Matius: wajah-Nya bercahaya seperti matahari), “pakaian-Nya sangat putih berkilau-kilauan”, dan tampaklah juga Musa dan Elia bersama-sama dengan Dia.

Melalui peristiwa transfigurasi ini, terjadilah penyingkapan jati diri Yesus yang sesungguhnya. Misteri Yesus, yang selama ini tertutup di mata para murid dan umat, tersingkap dengan terang benderang. Para murid diharapkan benar-benar percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang sejati. Sampai-sampai Bapa berkata dari sorga: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia” (ay 7). Dengan begitu, para murid diminta terus percaya dan mengikuti jejak perjalanan kemesiasan Yesus, sekalipun jalan yang ditempuh-Nya adalah penderitaan dan kematian. Inilah panggilan hidup yang harus ditempuh para murid, seraya “jangan menceritakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum  Anak Manusia bangkit dari antara orang mati” (ay 9). Artinya, jalan derita Yesus itu pasti akan terjadi, yakni demi menebus dosa umat manusia. Ia berkurban agar umat manusia kembali berpulih, berdamai dengan Allah dan kelak memasuki kemuliaan yang disaksikan para murid.

Saudara, dengan memaknai transfigurasi Tuhan Yesus ini, marilah kita semakin percaya, menerima dan mencintai Yesus.  Dialah Mesias yang telah rela mati untuk kita. Meski Dia telah mati, namun Dia hidup kembali dan kini memerintah dari sorga. Oleh karena itu, di tengah pandemi yang nampak menguasai dunia ini, tetaplah percaya bahwa Yesus tetap memegang kendali atas seluruh dunia ini. Dialah Juruselamat kita yang sejati. Oleh karena itu, jangan risau, apalagi hilang pengharapan. Percayalah, karya-Nya terus berlanjut atas kita.

Jangan lagi kita bersikap seperti Petrus, yang hanya mau mendengar yang baik tentang kemesiasan Yesus, tetapi menolak menempuh jalan penuh pergumulan bersama Dia. Sebaliknya, jagalah komitmen untuk terus mengikuti Yesus di dalam segala keadaan, entah senang atau susah. Peliharalah iman kepada Mesias (Juruselamat), khususnya di tengah pandemi saat ini. Memang tidak ada jalan kemuliaan tanpa jalan penderitaan. Tetapi percayalah, ketaatan kepada kehendak-Nya pasti akan membawa kemuliaan yang sejati. Bersama-Nya, kita akan makin bertumbuh di dalam pengetahuan dan makin bertambah di dalam pengalaman iman, serta memampukan kita menjadi orang yang berkemenangan.

 

                                                                                                          MM

Leave a comment