Titik Antara Penuh Makna

news-thumb1280

Galatia 4:4-7 & Lukas 2:22-40

Selamat hari Minggu dan menyambut tahun baru 2018! Hari ini adalah hari Minggu yang bertepatan dengan hari terakhir di tahun 2017. Itu sebabnya kebaktian akhir tahun kali ini terasa lebih spesial karena digabung dengan kebaktian Minggu. Berbicara tentang akhir tahun, ada banyak tradisi cara merayakannya. Ada yang mengisinya dengan makan malam bersama, menyalakan petasan atau kembang api, nonton film semalam suntuk dan ada pula yang merayakannya dengan ibadah keluarga. Bagi sebagian keluarga Batak Kristen pergantian tahun biasanya dirayakan dengan ibadah yang dimulai pada pukul 00.00. Kekhasan dari ibadah ini terletak pada kesempatan semua anggota keluarga yang hadir untuk berbicara. Hal apa yang dibicarakan? Setiap orang akan menceritakan refleksi atas berbagai peristiwa yang telah dilalui dan harapan di tahun yang baru. Tidak jarang seluruh keluarga akan menangis dan tertawa bersama sambil mengingat kejadian yang telah lewat. Ibadah ini akan diakhiri dengan berdoa untuk setiap harapan yang telah disampaikan. Dari sini kita bisa melihat bahwa akhir tahun menjadi titik perhentian yang menghubungkan antara masa lalu dan masa depan. Titik antara yang dipakai untuk menggali masa lalu dan menemukan nilai hidup didalamnya, mensyukuri keberhasilan yang telah dicapai, luka-luka yang dialami serta berupaya untuk berdamai dengan diri sendiri dan setiap kejadian yang dialami. Keberhasilan untuk berdamai yang memberikan energi positif dalam melangkah memasuki tahun yang baru tanpa tertahan dengan masa lalu karena berhasil menghargai dan menerimanya dalam kasih dan penyertaan Tuhan.

Titik antara yang memperjumpakan masa lalu dan masa depan juga dijumpai dalam peristiwa sunat dan penyerahan bayi Yesus di Bait Allah. Masa lalu sebab keduanya dilakukan dalam kaitan dengan hukum Taurat dan janji keselamatan yang telah diberikan kepada Abraham dan Musa. Masa depan karena keduanya dilakukan dalam keyakinan bahwa Allah juga akan menyertai dan menyelamatkan sama seperti yang telah dilakukan selama ini. Titik antara masa lalu dan masa depan juga hadir dalam hidup Simeon ketika dia berjumpa dengan bayi Yesus. Masa lalu, sebab selama ini sampai masa tuanya Simeon ada dalam penantian perjumpaan dengan Sang Mesias dan penantiannya tidak sia-sia. Itu sebabnya Simeon siap menjalani masa depannya dalam arti kematian dengan penuh syukur dan damai sejahtera. Hari ini merupakan titik perhentian antara 2017 dan 2018, mari kita maknai titik ini dengan melakukan 3 F:

Forgive: memaafkan setiap orang yang bersalah pada kita dan kesalahan yang kita perbuat sendiri. Dengan memaafkan kita belajar memaknai luka sebagai bentuk penyertaan dan berkat Tuhan yang mendewasakan.

Forget: tidak melupakan peristiwanya, melainkan emosi negatif di masa sulit dan mengingat penyertaan Tuhan di dalamnya.

Forgo: meninggalkan kepedihan dan trauma yang pernah terjadi, sehingga hidup terasa lebih ringan untuk melangkah dan meneruskan perjalanan ke depan.

Selamat berefleksi, memaknai seluruh peristiwa di tahun 2017 yang menolong kita menjadi lebih dewasa dan bijak menapaki tahun 2018. Tuhan mengasihi dan senantiasa besertamu!

DRS

Leave a comment