TETAPLAH NYATAKAN KEBENARAN KRISTUS

21 jun

(Matius 10:24-39)

Para murid Tuhan dipanggil untuk memberitakan Injil keselamatan dalam Kristus dan juga menyatakan pengakuan iman mereka kepada Kristus melalui pemberitaan mereka. Ke manapun Tuhan mengutus mereka, mereka harus pergi dan melaksanakan tugas pengutusan tersebut. Situasi yang akan dihadapi bukanlah padang rumput hijau dan sungai yang berair tenang. Gambaran yang dipilih dan digunakan oleh Tuhan Yesus untuk menjelaskan situasi yang akan dihadapi oleh murid-murid-Nya adalah “seperti domba di tengah-tengah serigala”. Melalui gambaran tersebut, Tuhan Yesus ingin  mengingatkan bahwa situasi yang akan mereka jalankan penuh dengan tantangan, dan bahaya di segala tempat siap mengancam mereka. Akan ada banyak orang yang tidak suka dengan kebenaran yang mereka beritakan dan nyatakan, akan ada orang-orang yang menolak mereka dan bahkan tidak segan-segan menganiaya mereka, sama seperti orang-orang itu telah menolak dan menganiaya Kristus.

Ketika diperhadapkan pada pesan ini, mungkin kita berkata, “Tidak mudah loh. Kita ada di dunia, yang di dalamnya masing-masing orang punya standar kebenarannya sendiri, nilai-nilai yang mereka pegang jauh banget dari kebenaran firman Tuhan. Dan mereka itu banyak, sementara kita, kadang hanya sendirian, persis seperti yang Tuhan bilang, seperti domba di tengah-tengah serigala, siapa yang sanggup?” atau yang lain berkata, “Udahlah gak usah mikir tentang kebenaran, waktunya lagi nggak tepat, nanti malah kita jadi susah. Kalau waktunya tepat, tempatnya tepat, semuanya mendukung, baru deh…” Kadang kita takut, lebih suka cari aman, lalu lari dan bersembunyi. Inikah yang dikehendaki Tuhan? Bukan.

Tuhan tahu betapa berat tantangan yang akan dihadapi para murid dalam menjalankan tugas pengutusan yang diberikan-Nya, meskipun demikian Tuhan tetap mengutus para murid untuk melakukannya, Ia menjamin bahwa mereka pasti akan dapat menghadapi dan melewati semua kesulitan itu dan tetap selamat. Benar, mungkin ada orang-orang yang dapat mendatangkan kesusahan bagi hidup mereka, bahkan bisa membunuh tubuh mereka, tetapi tidak satu orangpun dapat membinasakan jiwa mereka. Karena itu, sekalipun tugas pengutusan tersebut penuh dengan resiko bahaya, para murid tetap dipanggil untuk melakukannya dengan berani. Ketika tantangan menghadang di hadapan mereka, Tuhan sendiri akan mengaruniakan segala sesuatu yang mereka perlukan untuk bisa melewati semuanya. Tuhan akan memberkati setiap perkataan mereka dan akan menjaga nyawa mereka.

Setiap murid  dipanggil untuk melaksanakan tugas pengutusan tersebut dengan setia dan tidak goyah. Dalam setiap situasi sulit, Tuhan kehendaki semua murid tetap setia berpegang pada pengakuan iman mereka dan tetap berani menyatakan kebenaran yang dipercayakan kepada mereka. “Beritakanlah firman kebenaran itu, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakan apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”, demikian Paulus pernah mengingatkan Timotius, anak rohani dan rekan sepelayanannya. Dan hari ini, kita diingatkan juga pesan yang sama. Tuhan memanggil kita untuk menyatakan kebenaran-Nya dan beritakan Injil-Nya, Ia memanggil kita untuk tetap melakukannya, baik atau tidak baik waktunya. Tuhan, Allah yang mengutus kita adalah Allah yang berkuasa untuk menjaga dan memelihara kita. Kita jauh lebih berharga daripada banyak burung pipit karena itu janganlah kita takut mengakui Tuhan dalam hidup kita, jangan takut menyatakan kebenaran-Nya, jangan takut bersaksi bagi-Nya. Tuhan pasti menjaga kita, Ia beserta kita melewati semuanya. Amin.

LN

Leave a comment