TERBUKA PADA CARA KERJA ALLAH

news-thumb1280

Zakharia 9:9-12, Mazmur 145: 8-14, Roma 7:15-25, Matius 11:16-19, 25-30

Terkadang kita mendengar nasihat, “Sudah…serahkan saja semua kepada Tuhan, jangan dipikirkan dan ditanggung sendirian bebannya…Tuhan pasti akan kasih yang terbaik buat kita.” Sebuah nasihat yang baik, supaya kita tidak terlalu khawatir dengan semua masalah dan pergumulan hidup yang sedang kita hadapi, mendorong kita untuk belajar bersandar pada Tuhan. Tetapi juga bisa menjadi nasihat yang menyesatkan kita, membuat kita lalu melepaskan tanggung jawab kita dan memasrahkan segala sesuatunya pada Tuhan, terserah Tuhan saja bagaimana Dia akan menolong kita, lalu kita diam dan tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi. Tentu saja Tuhan selalu hadir dalam hidup kita dan berkenan menolong kita dalam menghadapi berbagai masalah dan pergumulan. Namun tidak berarti bahwa kita lalu melepas dan melemparkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan memang terus bekerja dan berkarya dalam hidup kita, tetapi Ia juga mengajak kita untuk memikul beban kita bersama-sama dengan Dia.

Cara Tuhan bekerja dan berkarya dalam hidup setiap kita tidak selalu sama. Kadang Ia hadir dengan firman yang begitu keras dan pedas, menemplak setiap orang berdosa. Tetapi kadang Ia datang menghampiri orang-orang bedosa lainnya dengan lemah lembut dan penuh anugerah. Kadang Ia menyatakan kehadiran-Nya dalam banyak tanda ajaib dan luar biasa, tetapi kadang Ia juga hadir dalam hal-hal yang biasa, bahkan dalam keheningan. Melalui bacaan kita hari ini, kita tidak dapat membatasi cara Tuhan bekerja untuk mendatangkan apa yang baik dalam hidup kita. Kita diajak untuk terbuka pada acara Tuhan bekerja dalam hidup kita, terus bergumul bersama Dia dalam segala keadaan, sehingga kita dapat memahami kehendak dan rencana-Nya dalam hidup kita. Jangan berlaku seperti orang-orang Yahudi yang merasa diri sudah mengerti dan mengenal kehendak Allah, sehingga ketika Allah datang menyatakan pekerjaan-Nya melalui Yohanes Pembaptis, mereka menolaknya. Ketika Allah menyatakan kehadiran-Nya dalam Kristus Yesus, mereka pun enggan untuk percaya kepada-Nya dan malah menolak Dia.

Merasa diri tahu, membuat kita jadi orang yang sok tahu, ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang kita ketahui membuat kita kadang kecewa, merasa Allah tidak hadir dan bekerja dalam hidup kita. Merasa diri sudah benar, membuat kita jadi orang yang sok benar, merasa pantas untuk menuntut Allah melakukan segala sesuatu seperti yang kita mau. Sesungguhnya tidaklah cukup pengetahuan kita untuk mengetahui dan memahami cara kerja Allah. Dan tidak ada seorangpun di antara kita yang cukup benar, sehingga cukup layak dan pantas untuk menuntut Allah. Pemahaman kita terbatas, kebenaran dalam diri kita juga terbatas. Itu sebabnya kita harus terus terbuka pada pimpinan dan bimbingan Tuhan. Tidak perlu bimbang dan bingung dengan cara apa Ia akan menolong kita. Biarlah masing- masing kita hanya memikul dengan setia apa yang Tuhan mau kita pikul. Tetap setia mengikut Tuhan ke manapun Tuhan memimpin dan membimbing kita, terbuka pada setiap cara yang dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin!

LN

Leave a comment