TAAT DALAM IMAN DAN KASIH

news-thumb1280

(Kisah Para Rasul 16:9-15, Mazmur 67, Wahyu 21:10, 22-22:5, Yohanes 14:23-29)

Taat berarti bersedia untuk tunduk kepada perintah atau otoritas yang ada di atas kita. Orang yang memiliki ketaatan akan melakukan atau melaksanakan perintah atau petunjuk yang diberikan oleh otoritas yang ada di atasnya dengan sukacita dan sukarela. Ketaatan adalah salah satu nilai penting yang perlu ditanamkan dalam karakter kita, karena dengan ketaatan kita dapat hidup bersama secara harmonis dengan banyak orang yang berbeda dengan kita dan dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Sekalipun ketaatan adalah hal yang penting dan diperlukan oleh manusia, tetapi sejarah kehidupan manusia sejak awal menunjukkan bahwa dalam banyak hal manusia gagal untuk taat. Kegagalan manusia untuk taat dimulai dari kegagalan manusia mengakui otoritas Tuhan, Sang Pencipta, sebagai otoritas yang ada di atasnya. Bukannya taat kepada Tuhan, manusia yang ingin menjadi Tuhan atas dirinya dan hidupnya, malah memilih untuk menentang perintah dan ketetapan Tuhan baginya.

Setelah gagal menyatakan ketaatan kepada Tuhan, manusia bukannya bertobat dan berbalik dari tingkah lakunya yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, manusia malah semakin memiliki kecenderungan hati untuk menentang dan melawan. Dari anak-anak sampai orang-orang dewasa, semua punya kecenderungan untuk menentang dan melawan otoritas yang ada di atasnya. Semakin banyak peraturan dan perintah dibuat, semakin banyak pelanggaran karena ketidaktaatan yang manusia lakukan. Tentang keadaan manusia yang terus menentang Tuhan, Paulus menyebutkan bahwa tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Bagaimana kita dapat menumbuhkan dan menanamkan ketaatan dalam diri kita, juga orang-orang di sekitar kita, orang-orang berdosa ini?

Agar dapat menghasilkan ketaatan, manusia harus bersedia mengakui bahwa dirinya bukan Tuhan atas hidupnya dan semua yang ada padanya. Ada pribadi lain yang berotoritas atas dirinya, yang harus didengarkan perkataan-Nya dan ditaati perintah serta ketetapan-Nya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa manusia dapat melakukan atau menaati perkataan atau firman yang diucapkan-Nya hanya jika mereka mengasihi Dia. Dan untuk bisa mengasihi Tuhan Yesus maka manusia harus dapat mengenal Dia dan percaya kepada-Nya. Itulah sebab-Nya, Ia hadir di tengah-tengah dunia, Ia bekerja dan berkarya menyatakan diri-Nya dan karya-Nya, supaya manusia dapat mengenal Dia dan percaya kepada-Nya. Ia lebih dulu menyatakan kasih yang besar kepada manusia yang berdosa, agar manusia dapat belajar mengasihi-Nya.

Pengalaman manusia dikasihi Tuhan, membuat manusia punya modal yang cukup untuk kembali mengasihi Tuhan. Kasih manusia kepada Tuhan adalah modal utama bagi manusia untuk menghasilkan ketaatan kepada-Nya. Apakah pengalaman Saudara mengecap kasih Tuhan juga sudah membuahkan ketaatan kepada Tuhan dalam hidup Saudara?

LN

Leave a comment