Sukacita Kebangkitan yang Melampaui Ketakutan

12 apr

Matius 28:1-10

Kita semua pasti mempunyai pengalaman dengan ketakutan. Setiap orang mempunyai beragam cara dalam meresponi perasaan itu. Ada orang terdiam membeku dihadapan ketakutan. Sebagian lagi bersikap reaktif bergegas mencari pertolongan guna mengatasi rasa takut itu, sementara yang lain lekas-lekas bersujud menyembah Allah untuk memperoleh kekuatan dariNya. Dan mungkin kita mempunyai respon yang lain.

Peristiwa Paskah diawali oleh Injil Matius dengan suatu kesaksian, “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria lainnya, menengok kubur itu.” (Matius 28:1).  Para perempuan itu datang ke kubur Yesus dengan hati pilu. Mereka merasa sedih, berduka dan sangat kehilangan dengan kematian Yesus. Peristiwa Paskah diawali dengan tiadanya harapan. Kematian dan kehilangan tentu menyebabkan dukacita dan kesedihan tapi juga hilangnya harapan.

Ketika di kubur Yesus, mereka juga mengalami peristiwa yang menakutkan. Saat itu terjadi gempa bumi yang hebat di kuburan Yesus. Batu penutup kubur Yesus digulingkan oleh malaikat Tuhan, yang wajahnya bagaikan kilat dan jubahnya putih bagaikan salju. Kejadian spektakuler itu disaksikan oleh para penjaga kubur.  Mereka menjadi sangat ketakutan dan menjadi seperti orang mati. Maria Magdalena dan Maria yang lain pun menjadi saksi peristiwa itu dan merasa takut.

Maria Magdalena dan Maria yang lain tidak yakin bahwa Yesus benar-benar sudah bangkit dari antara orang mati. Ketidakyakinan ini semakin menenggelamkan perasaan sedih, kehilangan serta ketakutan  yang kemudian diiringi dengan tindakan “membawa rempah-rempah kekubur Yesus untuk mengurapi mayat Yesus” (Markus 16:1). Mereka datang kekubur bukan untuk menyaksikan kebangkitan Yesus atau untuk bertemu dengan Yesus yang hidup, sesuai dengan apa yang dikatakan Yesus bahwa  pada hari ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati (lih. Matius 16:21; 17:23; 20:19).

Bagaimana Allah menolong Maria Magdalena dan Maria yang lain percaya bahwa Yesus sudah bangkit dan memiliki sukacita kebangkitan?

  1. Malaikat Tuhan menampakkan diri dan berkata kepada mereka, “Jangan takut, sebab Yesus sudah bangkit.” Meskipun kehadiran Malaikat Tuhan sangat menggetarkan, namun berita yang disampaikan sangat menguatkan hati. Pesan malaikat itu sangat jelas karena ia meminta kepada kedua perempuan itu bukan hanya mewartakan kebangkitan Yesus, tetapi juga menceritakan segala sesuatu yang mereka lihat di kubur Yesus kepada para murid lainnya. Tanpa keraguan, mereka segera pergi dan melakukan perintah malaikat Tuhan. Perhatikan bagaimana Matius menekankan ketergesaan mereka dengan memakai kata “segera pergi, dengan takut, sukacita besar, berlari cepat-cepat”.
  2. Yesus hadir secara tiba-tiba dihadapan mereka. Secara spontan kedua perempuan itu sujud menyembahNya. Pada momen itu Yesus meneguhkan iman dan ketaatan mereka untuk memberitakan akan kebangkitanNya. Disinilah mereka berjumpa dengan Yesus yang bangkit secara pribadi.

Perjumpaan pribadi dengan Yesus telah mengubah pola pikir, semangat, iman, dan kehidupan kedua perempuan itu. Mereka menjadi pewarta Injil Kristus yang gigih dan setia. Bagaimana dengan anda? Perubahan apa yang anda alami sejak berjumpa dengan Yesus? Bagikanlah kisah itu kepada orang disekitar anda!

                                                                                                YKD

Leave a comment