SERUKAN BERITA PERTOBATAN

news-thumb1280

(Yunus 3:1-10, Mazmur 62:6-13, 1Korintus 7:29-31, Markus 1:14-20)

Banyak orang suka mendengar berita tentang anugerah, pengampunan, berkat, kesembuhan dan keselamatan. Berita-berita yang menyejukkan dan menenangkan. Tetapi tidak demikian dengan berita yang isinya menegur kesalahan dan menuntut pertobatan. Tidak banyak orang yang suka diperhadapkan dengan kesalahannya dan dipanggil untuk memperbaikinya. Firman yang disampaikan Tuhan kepada orang-orang utusan-Nya, tidak hanya berisi kabar baik tentang anugerah, pengampunan, berkat dan keselamatan, tetapi juga berisi teguran terhadap dosa dan kesalahan yang menuntut kesediaan manusia untuk bertobat. Itulah berita yang Tuhan minta Yunus sampaikan kepada bangsa Niniwe. Dan berita itu juga yang Tuhan kumandangkan melalui kehadiran dan pelayanan Yohanes Pembaptis. Mereka tidak hanya dipanggil untuk memberitakan tentang pengampunan dan anugerah Allah, tetapi juga untuk menyatakan kebenaran Allah secara utuh, menegur kesalahan dengan tidak memandang muka, serta memanggil orang-orang berdosa untuk bertobat dan diselamatkan oleh Allah.

Ketika Yohanes Pembaptis melakukan tugas panggilannya, ia ditangkap oleh Raja Herodes karena ia berani menyatakan kebenaran dan menegur kesalahan Herodes berkaitan dengan Herodias, istri Filipus, saudaranya, yang diambil Herodes menjadi istrinya (Markus 6:17-18). Bahkan Yohanes harus dipenjara dan kehilangan kepala karena pemberitaan yang dilakukannya. Jika kita melihat resiko yang harus ditanggung oleh seorang pemberita, tidak heran jika Yunus pada waktu mendapat panggilan dari Tuhan  merasa enggan untuk melakukannya, karena ia tahu betapa jahatnya bangsa Niniwe, yang kepada mereka Yunus diutus Tuhan. Tetapi apapun resikonya, Yunus dan Yohanes Pembaptis tetap melakukan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

Dalam Markus 1:14 disebutkan bahwa  sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Tuhan Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Ia berseru memanggil banyak orang untuk bertobat dan percaya kepada Injil (kabar baik) yang diberitakan-Nya. Tuhan Yesus tahu dan telah melihat resiko dari pemberitaan yang akan dilakukan-Nya, sebagaimana yang dialami oleh Yohanes Pembaptis. Tetapi Ia juga tahu bahwa untuk memberitakan hal itulah Ia ada di dunia ini. Dan karena Ia mengasihi dunia ini, Ia rela menanggung semuanya. Ia tidak sembunyi dan melarikan diri. Ia hadir di tengah-tengah masyarakat, tampil dan dengan tidak gentar Ia berseru, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Berita itu jugalah yang Tuhan titipkan kepada gereja-Nya saat ini. Gereja ada di tengah-tengah dunia yang bengkok, yang mencintai dosa dan berbagai bentuk kejahatan, bukan tanpa maksud dan tujuan. Ada tugas dan panggilan yang Tuhan mau gereja lakukan, yaitu menyuarakan kebenaran, menyerukan panggilan untuk bertobat dan memberitakan bahwa anugerah pengampunan Allah tersedia bagi setiap orang yang mau percaya. Gereja tidak boleh hanya diam dan bersembunyi di balik dinding tembok yang megah. Gereja harus hadir di tengah-tengah dunia, membuka mata dan telinga melihat dunia, membuka mulutnya untuk memberitakan kebenaran dan menyerukan panggilan pertobatan. Mungkin ada resiko yang mungkin harus kita tanggung karena tugas panggilan ini. Tetapi selama kita melakukan apa yang dikehendaki Tuhan, kita percaya Tuhan beserta kita. Amin.

  LN

Leave a comment