Saudara Yang Menjaga Dengan Kasih

WhatsApp Image 2020-09-04 at 22.47.58

Matius 18:15-20

Ketika seseorang merespons dan menerima keselamatan Allah didalam Yesus Kristus, ia menjadi bagian dari sebuah komunitas orang-orang kudus. Dalam komunitas Allah, setiap orang percaya dikumpulkan dan disatukan untuk saling berbagi dan bersekutu dalam Kristus sebagai umat Allah.

Dalam hidup bersama dengan para murid-Nya, Yesus sering mengajar mereka dengan contoh atau perumpamaan. Kali ini, Yesus ingin mengajarkan konsep tentang komunitas. Ia melihat gagasan itu penting agar murid-murid memahami tujuan Allah mengutus anak-Nya ke dalam dunia. Tidak lain adalah menyelamatkan manusia yang berdosa dan tersesat (Matius 18:12). Bagi Allah, membimbing satu orang yang tersesat kepada jalan pertobatan merupakan sukacita surgawi (Matius 18:13). Sebab Allah menghendaki seluruh umat manusia dapat diselamatkan dalam Kristus (Matius 18:14). Jadi, sudah menjadi keharusan bagi setiap orang percaya memprioritaskan misi Kerajaan Allah daripada ego pribadi.

Yesus memahami bahwa hidup dalam komunitas tidak senantiasa berjalan mulus karena selalu ada konflik. Untuk itu, Ia memberikan pengajaran tentang apa motivasi peneguran  dan  tata cara dalam memberi teguran secara bertingkat, yaitu:

Pertama, menegur secara pribadi dan kekeluargaan,  (Matius 18:15: . . . dibawah empat mata). Tujuannya supaya ia bebalik dari perbuatan dosanya. Ini adalah dalam rangka mengasihi orang tersebut.

Kedua, membawa dua orang sebagai saksi mata untuk menjadi penegah yang objektif (Matius 18:16). Hal ini  menunjukkan kesungguh-sungguhan perhatian terhadap kehidupan orang tersebut. Teguran yang dilakukan beberapa kali menunjukkan bahwa keselamatan dan kehidupan orang tersebut penting dan harus menjadi perhatian kita sebagai murid-murid Tuhan.

Ketiga, membawa persoalan ke ranah publik sebagai putusan final, yaitu jemaat ( Matius 18:17), jika orang yang bersangkutan tidak juga bertobat. Hal ini mengungkapkan bahwa kehiduapan seseorang tidak melulu hanya masalah pribadi, tetapi juga seharusnya menjadi permasalahan yang harus diperhatikan oleh gereja Tuhan. Sebagai gereja Tuhan, kita sungguh-sungguh dituntut untuk mengasihi setiap orang. Kasih yang tulus sebagai saudara memampukan seseorang untuk mengalami perubahan atau pertobatan. Kasih yang tulus ini membawa permasalahan saudara tersebut dalam doa, bukan justru mengunjingkan kesalahan dan dosa orang tersebut (Matius 18:19,20).

Komunitas umat Allah terdiri atas manusia berdosa. Dalam penebusan Kristus, mereka telah diampuni dan dibenarkan di hadapan Allah. Mereka dikumpulkan dalam satu wadah sebagai keluarga Allah. Dengan harapan agar mereka dapat saling mengasihi satu sama lain sehingga dunia melihat mereka sebagai murid Kristus yang sejati. Kita telah menjadi bagian keluarga Allah. Karena itu, hiduplah dalam kasih dan saling menguatkan. Amin.

YKD

Leave a comment