SANG TERANG MEMBERI PENGHARAPAN BARU

WhatsApp Image 2021-01-02 at 16.50.30

Yohanes 1:1-18

Apakah yang menjadi peristiwa paling penting dalam sejarah manusia? Mungkin ada yang mengatakan peristiwa Niel Amstrong memijakkan kaki pertama kali di bulan, Juli 1969. Mungkin ada yang mengatakan peristiwa runtuhnya Tembok Berlin, November 1989, peristiwa yang mengubah dunia modern, membantu terciptanya tata dunia baru. Tetapi sebenarnya peristiwa paling penting dalam sejarah manusia adalah peristiwa Allah menjadi manusia, Firman menjadi daging. Inilah peristiwa paling agung yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Peristiwa ini adalah titik temu antara kekekalan dan kesementaraan. “Terang telah datang ke dalam dunia . . . (Yoh.3:19). Yohanes mengatakan bahwa Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia (Yoh.1:9).

  1. Ada satu kata yang penting yaitu kata “dunia”. Apa maksud Yohanes ketika ia mengatakan “dunia”? Dunia menunjuk seluruh bumi yang Tuhan ciptakan, dan yang paling penting dari seluruh cipataan Allah itu adalah manusia. Ketika orang Farisi melihat orang-orang mengikuti Tuhan Yesus, mereka berkata, “. . . lihatlah, seluruh dunia datang mengikuti Dia. . .” (Yoh.12:19). Dunia juga merujuk kepada manusia yang melawan Kristus, yang menolak Kristus, dan yang akhirnya menyalibkan Kristus.  15:18, Yesus mengatakan, “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.” Dunia merupakan objek keselamatan Kristus. Yoh.1:29, “ . . .Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Jadi dunia merujuk pada manusia yang telah melawan Allah, yang menjadi objek kasih Allah, keselamatan Kristus.
  2. Apa arti “Terang yang sesungguhnya . . .”. Yesus adalah Terang yang asli, Ia bukan terang yang palsu. Pernyataan tersebut hendak mengontraskan segala jenis terang yang palsu di dalam dunia ini. Manusia mengira, berharap dan menyerahkan hidupnya pada terang-terang palsu di dunia ini, pada ilmu pengetahuan, teknologi dll. Mereka percaya terang-terang palsu itu akan memberikan kemajuan yang berkelanjutan yang berakhir dengan hidup yang penuh bahagia. Namun kenyataannya mereka tidak  juga mengalami kebahagiaan sejati, mereka kecewa. Kristus adalah Terang yang sesungguhnya. Seorang teolog menceritakan kisah tentang seorang ibu yang pergi mencari kedamaian ke suatu pemimpin agama tertentu, ia melihat mujizat-mujizat yang dilakukan sang pemimpin, tetapi setelah ia melihat seluruh pekerjaan pemimpin itu, ibu itu berkata, “Hatiku kosong seperti sebelumnya”. Ini adalah terang-terang yang palsu yang ada di dunia ini.Pernyataan “Terang yang sesungguhnya . . .” merujuk pada Terang yang Sempurna. Kristus bukan terang yang palsu, bukan terang yang tidak sempurna. Hanya Kristus satu-satunya yang memenuhi syarat untuk menjadi perantara Manusia dan Allah, satu-satunya yang mampu dengan sempurna memenuhi kebutuhan manusia, satu-satunya yang mampu menyingkapkan hal-hal yang tak kelihatan, menyelamatkan hidup dari kekacauan, memperlihatkan segala sesuatu apa adanya. Di dalam terang yang sempurna tidak ada kegelapan dan kegelapan tidak dapat menguasai terang.Pernyataan “Terang yang sesungguhnya . . . “ juga merujuk pada Sumber Segala Terang. Yesus, Dialah Pencipta alam semesta, hidup-Nya memberi terang pada manusia. Di dalam terang-Nya, manusia dapat melihat diri sebagaimana adanya, yakni pendosa yang membutuhkan Juruselamat. Ia memang datang untuk membebaskan manusia dari kehancuran akibat dosa sehingga manusia memiliki kehidupan yang bermakna, yakni sesuai dengan kehendak Allah.

Maka, Yesus, Terang yang sesungguhnya yang mampu memberikan pengharapan baru untuk memasuki dan menjalani tahun 2021 ini. Mari kita datang dan percaya, sungguh-sungguh beriman kepada Kristus yang adalah Terang yang sejati. Amin.

 

                                                                                                YKD

Leave a comment