SANG ROTI HIDUP MEMBERI KEHIDUPAN

news-thumb1280

(Yohanes 6:35, 41-51)

Friedrich Nietzsche pernah mengkritik kekristenan yang mengajarkan kasih, rendah hati, kesediaan penderitaan (pikul salib), mengampuni, menyangkal diri dan sebagainya, yang dianggap telah melemahkan manusia, sehingga tidak memiliki daya menghadapi dunia ini. Benarkah kekristenan membuat manusia kehilangan daya hidup atau daya juang? Benarkah orang Kristen lebih menyukai penderitaan dan kematian ketimbang kehidupan? Mari menggumulinya melalui bacaan Injil di atas.

Dalam ayat 35, Tuhan Yesus menyampaikan pengakuan bahwa, “Akulah Roti Hidup barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi…”. Pengakuan ini sesungguhnya mengandung beberapa makna yang mendalam:

1. Tuhan Yesus mampu memenuhi kebutuhan manusia.

Pengakuan di atas diucapkan Tuhan Yesus setelah memberi makan 5000 orang sekaligus. Roti adalah kebutuhan mendasar sehari-hari. Tindakan Tuhan Yesus memberi makan 5000 dan 4000 orang menjadi bukti bahwa Ia mengetahui dengan baik kebutuhan mendasar ini. Bukan hanya mengetahui, Ia juga berkuasa memberikannya kepada manusia, bahkan di luar dugaan dan batas pemikiran manusia.

Dari sudut pandang iman, kita percaya bahwa Allah yang kita kenal di dalam Tuhan Yesus selalu rindu untuk memberkati manusia. Allah selalu memahami kebutuhan mendasar manusia, sehingga Ia menyediakan berkat-Nya yang selalu baru setiap hari. Bagi siapapun yang meminta dengan sungguh kepada-Nya, pasti akan menerima. Percayalah bahwa Tuhan tidak menutup mata kepada setiap kita yang berharap dan memohon berkat kepada-Nya.

2. Tuhan Yesus mampu memberikan hidup kepada manusia

Pada prinsipnya, roti bukan hanya diperlukan untuk perut, tetapi juga untuk melanjutkan kehidupan. Hanya saja, roti jasmaniah tidak bertahan lama. Seperti Israel yang memakan manna di padang gurun, setiap hari tetap merasa lapar. Bahkan, mereka menjadi bosan sehingga berkali-kali marah menuntut makanan lain seperti daging, ikan dan sayur-sayuran. Akan tetapi, Tuhan Yesus sadar bahwa (untuk hidup) manusia tidak hanya memerlukan roti saja, melainkan juga firman Allah yang disampaikan melalui diri-Nya. Yesus hadir bukan hanya memberi kebutuhan jasmani, melainkan juga kebutuhan rohani. Sayangnya, tidak semua orang percaya bahwa Yesus adalah Roti Hidup yang mampu memberikan kehidupan yang kekal. Sebagian besar orang hanya melihat Yesus dari sisi kemanusiaannya saja, khususnya asal-muasal keluarga-Nya.

Akan tetapi, Yesus tidak berhenti untuk menarik semua orang percaya kepada-Nya. Dan, setiap orang yang percaya kepada-Nya akan memiliki kehidupan yang kekal. Orang Kristen sejati tidak akan sekadar hidup, melainkan hidup di dalam kekekalan; dengan nilai hidup yang kekal, tujuan yang kekal dan pengharapan yang tiada ujungnya. Orang Kristen sejati harus memiliki kreativitas, daya juang dan daya ubah yang tinggi, sehingga terus-menerus menyerupai Kristus yang senantiasa memberikan daya ubah pada dunia.

3. Tuhan Yesus mampu memberikan masa depan kepada manusia

Orang yang mengandalkan diri kepada roti jasmani memiliki pengharapan yang pendek dan dangkal. Jika roti habis, lenyap jugalah pengharapannya. Akan tetapi, pengharapan kepada Yesus sebagai Roti Sorgawi adalah pengharapan yang kekal. Di dalam Yesus, orang Kristen memiliki pengharapan yang panjang dan besar, bahwa kehidupan manusia tidak berhenti disini saja, bahkan tidak berhenti di muka bumi ini saja. Kehidupan harus terus berkembang, hingga memuncak pada kekekalan di Sorga. Pengharapan seperti ini memberikan energi besar pada kita untuk tidak berhenti, tidak menyerah dan tidak putus asa menghadapi tantangan dunia saat ini. Di dalam Kristus, kita harus terus memiliki optimisme dan berjuang sampai titik darah penghabisan, sebab perjuangan di dalam Tuhan tidak akan menjadi sia-sia.

Umat Tuhan, mari terus jaga iman kita kepada Tuhan Yesus. Iman kepada Kristus akan memperkuat pengharapan kita akan kehidupan yang lebih baik dan kekal, serta memberikan kekuatan untuk bertahan hidup dan mengembangkan kehidupan. Terlebih, kehadiran dan peran serta Kristus yang hidup dalam diri kita akan terus menopang kita dengan kasih dan kuasa-Nya yang melampaui segala kuasa dunia. Amin.

                                                                                                     MM

 

Leave a comment