SALING MENGUATKAN DALAM KARYA ALLAH

news-thumb1280

Lukas 1:39-55

Hidup adalah sebuah peziarahan, sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan misteri. Kata ziarah menunjukkan adanya tantangan, pergumulan dan kesempatan yang hadir di dalamnya. Dalam kacamata sebuah peziarahan, maka perjalanan hidup yang penuh misteri ini hanya dapat dilalui dengan bantuan dan penyertaan Tuhan. Tuhan yang berperan untuk menunjukkan ke mana seseorang harus melangkah, sekalipun tidak semua mudah untuk dijalani. Ada sebuah kutipan, “It doesn’t matter where you’re going, it’s who you have beside you”, dan kita bersyukur Tuhan-lah yang selalu ada di samping kita dalam perjalanan ini. Tuhan yang dapat menyatakan penyertaan-Nya melalui kehadiran orang-orang di sekeliling kita. Tetapi, tidak semua orang yang hadir dapat menguatkan dalam perjalanan, ada juga yang memilih untuk melemahkan sesamanya. Sebab itu hidup ini penuh dengan pilihan, termasuk pilihan peran apa yang kita hadirkan dalam peziarahan sesama.

Maria memilih peran untuk menguatkan Elisabet, sepupunya. Berita kehamilan Elisabet didapatnya dari malaikat Gabriel yang juga memberitakan kehamilan Maria. Setelah mendapat informasi itu, dalam kondisi hamil muda Maria memutuskan untuk menjumpai Elisabet. Ia harus menempuh perjalanan dari Galilea ke Yehuda yang berjarak sekitar 150 km.

Sesampainya di sana, Maria memberikan salam kepada Elisabet. Salam itu membuat bayi dalam rahim Elisabet melonjak dan Elisabet berkata kepada Maria, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana”. Elisabet yang dipenuhi dengan Roh Kudus mengetahui bahwa Maria yang datang mengunjunginya adalah ibu Sang Juru Selamat.

Maria dan Elisabet, keduanya mendapat kesempatan yang sangat istimewa. Elisabet yang sudah dicap mandul di tengah masyarakat, diberi kesempatan besar mengandung bayi Yohanes, sang pembuka jalan. Demikian juga dengan Maria, seorang perempuan muda yang belum bersuami mendapat kesempatan istimewa terlibat dalam karya keselamatan. Allah dapat memakai siapapun, bahkan mereka yang tidak diperhitungkan, untuk mendapat kesempatan istimewa terlibat dalam karya-Nya.

Allah pun dapat memakai kita dan sesama yang hadir di sekitar kita untuk terlibat dalam karya-Nya di tengah dunia. Oleh sebab itu, maukah kita mengambil peran untuk saling menguatkan, memberi waktu dan hati bagi sesama, dalam mengerjakan karya Allah? Sama seperti perjumpaan Maria dan Elisabet yang saling menguatkan untuk taat menjalankan kehendak Tuhan dalam situasi yang tidak mudah dihadapi dengan sukacita. Sukacita itu dinyatakan dalam nyanyian Maria yang memuji Tuhan karena berkenan melakukan perbuatan besar bagi mereka yang miskin, lemah dan tertindas.

Salah satu pokok doa yang Tuhan sampaikan sebelum Ia ditangkap adalah supaya orang percaya menjadi satu. Mengapa kita perlu menjadi satu? Supaya kita dapat saling menguatkan, mengingatkan dan menjaga satu dengan yang lain dalam peziarahan yang penuh misteri untuk hidup sesuai kehendak Allah.

DRS

Leave a comment