SABDA YANG MENGHADIRKAN TUHAN

news-thumb1280

(Neh 8:1-10; Mzm 19; 1 Kor 12:12-31; Luk 4:14-21)

Tuhan dan Sabda. Dua unsur iman yang tidak terpisahkan. Tuhan yang kita kenal adalah sosok yang bersabda. Sabda yang kita kenal juga tidak lain datangnya dari Tuhan saja. Dalam iman Kristen, Tuhan dan Sabda kemudian mewujud dalam diri Yesus Kristus yang hadir di tengah-tengah kehidupan umat manusia. Akan tetapi, pasca karya Kristus di dunia dan kenaikan-Nya ke surga, kita memahami bahwa pemberitaan firman senantiasa relevan bagi umat hingga sekarang ini. Hal ini terjadi karena:

1. Alkitab diberikan kepada kita. Alkitab mempunyai peranan amat penting dalam kehidupan setiap orang percaya. Alkitab menjadi pegangan dan dasar kehidupan bagi setiap orang yang mau membaca, mendengar dan melakukan Firman Tuhan di dalam Alkitab.
2. Tuhan terus berbicara dan menyapa. Hingga saat ini, Tuhan terus berkenan menyapa, menegur, menguatkan dan memberikan penghiburan kepada umat-Nya. Hal itu terjadi melalui pembacaan dan pemberitaan Firman Tuhan yang dituntun oleh Roh Kudus.

Banyak kalangan membangun pandangan bahwa Alkitab hanyalah tulisan manusia, buku sejarah semata, atau buku mantera untuk berdoa. Bahkan, tidak sedikit orang berpikir bahwa karya Tuhan atas dunia sebenarnya sudah selesai. Tuhan sudah berhenti berfirman. Tuhan tidak lagi memberikan tuntunan atas umat- Nya. Tuhan tinggal menanti masa kiamat, yang itu pun hanya Dia sendiri yang tahu.

Pengalaman iman kita membuktikan bahwa Alkitab bukan sekadar tulisan pemikiran manusia atau berbicara tentang sejarah manusia. Alkitab memuat sejarah Tuhan yang berkarya dalam hidup manusia, sehingga siapapun yang menjumpai Alkitab dengan niat hati yang sungguh-sungguh, dia pasti akan berjumpa dengan Allah. Alkitab memuat pikiran-pikiran Allah dan rencanarencana Allah yang ingin digenapinya dalam hidup manusia. Jika kita memperhatikan 2 Timotius 3:16-17, kita meyakini bahwa segala tulisan yang diilhami oleh Allah sangat bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran-Nya. Artinya, Alkitab diilhamkan dan diberitakan agar manusia dapat hidup seturut dengan kehendak dan rencana Tuhan. Tidak ada maksud lain. Pemberitaan firman Tuhan haruslah membawa orang mengenal Tuhan, hidup seturut rencana-Nya dan mengalami pembaruan hidup di dalam-Nya. Begitulah, Tuhan terus memberitakan Firman-Nya untuk manusia, agar manusia yang berdosa dapat kembali mengingat dan berbalik kepada Tuhan serta beroleh keselamatan.

Bacaan-bacaan kita di atas memberikan bukti-bukti bagaimana Tuhan dan Firman-Nya telah mengubah kehidupan umat manusia:

1. Nehemia 8:1-10 memperlihatkan ketika hari raya Pondok Daun tiba, Taurat Tuhan dibacakan. Orang-orang yang kembali dari pembuangan mengakui bahwa Tuhan telah dan masih terus berkarya dalam hidup mereka. Pengakuan itu diungkapkan dengan kerinduan mereka untuk mendengarkan dan memperhatikan firman Tuhan. Pembacaan Taurat itu menjadi sebuah tanda bahwa Tuhan berkenan kembali kepada umat-Nya, dan umat rindu kembali menjalin relasi yang intim dengan Tuhan. Di dalam Tuhan, hidup mereka dibaharui.

2. Mazmur 19 menggambarkan kemuliaan Allah dalam segala penciptaan-Nya. Karya Allah nyata dalam segala keindahan alam. Juga, Taurat yang disampaikan Tuhan dimaksudkan untuk membangun kehidupan orang-orang yang percaya dan bersandar kepada-Nya.

3. Lukas 4:14-21 mencatat pembacaan Tuhan Yesus atas penggalan kitab suci Yesaya. Melalui pembacaan Alkitab itu, Ia menyatakan kehadiran-Nya. Kehadiran Kristus tersebut secara khusus untuk menggenapi apa yang dinubuatkan firman Tuhan, yakni:

  • Menyampaikan kabar baik bagi orang miskin
  • Memberitakan pembebasan bagi para tahanan
  • Penglihatan bagi orang buta
  • Pembebasan bagi orang yang tertindas dan
  • Pemberitaan bahwa tahun rahmat Tuhan telah tiba.

Di dalam Kristus, kita meyakini bahwa Tuhan bukan hanya berfirman kepada manusia, melainkan juga berkarya secara nyata di dalam dan bersama manusia. Itu sebabnya, setiap pembacaan dan perenungan kita terhadap Alkitab bukan saja mengajak kita untuk melihat Tuhan yang berkarya di masa lalu; melainkan juga untuk membangun kepekaan rohani sehingga mampu melihat Tuhan yang berkarya di masa kini. Setiap orang yang mendengar dan melakukan firman, pasti akan mengalami kehadiran dan pekerjaan Tuhan yang memulihkan, mengubahkan dan membangun kehidupan.

Untuk itu, marilah umat yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, tetaplah setia dan taat kepada Tuhan dengan taat kepada Firman-Nya. Hidupilah firman- Nya dan terus nyatakan kepada sesama. Percayalah, setiap orang yang mendengar dan menerimanya pasti akan selamat. Amin.

BMW

Leave a comment