Roh Kudus Memberi Hidup Baru Kepada Bumi

news-thumb1280

Kis 2:1-21; Mzm 104:24-35 & Yoh 14:8-17, 25-27

“Kak, kenapa kita kasih persembahan syukur tahunan di hari raya Pentakosta? Bukankah hari Pentakosta merupakan hari turun-Nya Roh Kudus ya?” demikian pertanyaan seorang katekisan (istilah bagi mereka yang sedang mengikuti katekisasi). Mungkin saja pertanyaan ini juga pernah muncul dalam benak kita, tetapi kita tidak punya cukup waktu untuk menelusurinya di tengah segala kesibukan yang dijalani. Untuk itu mari kita telusuri bersama makna hari raya Pentakosta bagi gereja.

Hari raya Pentakosta memiliki tiga rangkap makna, yaitu:

– Pengucapan syukur tahunan

Pemaknaan ini merupakan kelanjutan dari hari raya Yahudi, yaitu pesta panen ketika mereka mengucap syukur atas hasil panen sebagai bentuk pemeliharaan Tuhan (Imamat 23:15-22, Ul 16:9-17). Pada hari Pentakosta, setiap laki-laki dewasa Yahudi (menurut bangsa ataupun sebagai penganut), diwajibkan untuk datang ke Yerusalem. Seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:5, “waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.”. Mereka berasal dari berbagai negara, Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma (Kis 2:9-10).

Gereja mengungkapkannya melalui dekorasi gereja dengan menggunakan buah-buahan, sayuran dan roti serta diadakannya persembahan syukur tahunan sebagai bentuk pengucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan.

– Hari Pencurahan Roh Kudus (Kis 2:1-11)

Dalam kitab Kisah Para Rasul, hari raya Pentakosta juga dimaknai sebagai hari turunnya Roh Kudus. Turunnya Roh Kudus kepada para murid dalam peristiwa Pentakosta merupakan kegenapan dari nubuat nabi Yoel (Yl 2:28-32) dan juga janji Yesus kepada para murid (Yoh 14).

– Hari lahir Gereja

Hari Pentakosta juga dikenal sebagai hari lahirnya gereja dalam pemahaman bahwa gereja bukanlah sekelompok manusia yang berdiri atas inisiatif sendiri, tetapi Allahlah yang memanggil dan mengumpulkannya. Roh Kudus-lah yang menganugerahkan iman kepada manusia (1 Kor 12:3).

Sekalipun ada 3 makna rangkap dalam hari raya Pentakosta tetapi hal yang paling sering ditekankan adalah makna pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus yang datang dapat memberi kemampuan khusus (berbicara bahasa asing), mengajarkan segala sesuatu, menjadi penolong yang menyertai selamanya dan mengingatkan Firman Allah (lih. Yoh 14). Melalui tema Pentakosta kali ini, kita akan diajak untuk melihat 1 peran Roh Kudus lainnya yang diungkapkan dalam Mazmur. “Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta. Dan Engkau membaharui muka bumi.” Dalam Alkitab terjemahana Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS), ayat ini berbunyi tetapi bila mereka Kauberi napas, mereka dijadikan; Engkau memberi hidup baru kepada bumi. Kata Kauberi napas juga dapat diterjemahkan menjadi Kauutus roh-Mu. Dengan demikian ayat ini dapat berbunyi, “tetapi bila mereka Kau-utus roh-Mu, mereka dijadikan; Engkau memberi hidup baru kepada bumi.” Dengan demikian Roh Kudus juga berperan dalam memampukan manusia untuk memberi hidup baru kepada bumi.

Membarui bumi adalah pekerjaan yang terus-menerus dilakukan oleh Allah sejak dunia jatuh ke dalam dosa. Sebagai pekerjaan yang dilakukan Allah, maka orang percaya sebagai pihak yang telah menerima Roh Kudus juga dipanggil untuk turut terlibat memberi hidup baru kepada bumi. Seperti yang dikatakan dalam Yohanes 14:12, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;” Dengan demikian gereja, kita semua, dipanggil untuk ikut membarui bumi, menjaga alam yang diciptakan dan diperbarui terus-menerus oleh Allah. Panggilan untuk menjaga alam sebenarnya sudah diberikan sejak penciptaan manusia (Kej 1:28) dan Roh Kudus memampukan kita untuk mengerjakannya.

Inilah sebuah sudut pandang baru dalam memperingati hari Pentakosta. Pencurahan Roh Kudus tidak hanya memiliki fungsi ke dalam diri (mengajarkan segala sesuatu, mengingatkan Firman Tuhan) tetapi juga memiliki fungsi yang berdampak ke luar (membarui bumi). Selamat merayakan Pentakosta dan terus menerus diperbarui dan membarui alam ini dengan pertolongan Allah.

DRS

Leave a comment