Yesaya 7:10-16 ; Mazmur 80:2-8, 18-20 ; Roma 1:1-7 ; Matius 1:18-25
Perintah Tuhan kepada Yusuf bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, oleh karena itu apabila Yusuf ingin tidak menaati perintah Tuhan dan menolaknya, itu adalah pilihan Yusuf, Yusuf bisa saja memberikan alasan kepada Tuhan, misalkan dengan alasan :
Tetapi hal diatas tidak dilakukannya karena Yusuf “Percaya dan Taat” kepada perintah Allah dan tetap menjalankan perintah Tuhan untuk mengambil Maria sebagai istrinya. Dalam tindakannya ini Yusuf melakukannya dengan hati yang tulus (baca ayat 19). Kata tulus disini adalah sebuah “Sikap Hidup Yang Mentaati Hukum Agama”, artinya Yusuf adalah:
Ketaatan kepada hukum Tuhan inilah yang sangat mempengaruhi semua tindakannya. Ketaatan seseorang pada hukum membentuk karakter menjadi seorang yang penuh “Kasih, Murah hati, Kebaikan”.
Dari pengalaman Yusuf diatas, dapat kita simpulkan bahwa :
1. Ketaatan kepada Tuhan Yesus Kristus membutuhkan kepercayaan, - bagaimana mungkin kita dapat taat mengikuti semua nasehat-Nya tanpa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah lahir untuk hidup kita - , artinya bahwa ketaatan tidak dapat dipisahkan dari kepercayaan. Oleh karena itu kehidupan orang percaya tidak dapat dipisahkan dari ketaatan, sebab kita harus hidup dalam kehendak Tuhan, bukan kehendak diri sendiri. Ketaatan sebenarnya adalah masalah yang tidak asing lagi bagi kita, tetapi merupakan suatu hal yang paling sulit untuk dilakukan, apalagi bila harus menaati sesuatu:
Sedangkan Tuhan menghendaki kita untuk taat dalam segala perkara.
2. Percaya mempunyai arti: “mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata”. Ketika kita percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamat, artinya bahwa Kristus itu benar dan nyata adanya, tetapi kalau kita tidak percaya berarti kita telah meragukan kehadiran Allah dan juga kredibilitas Allah. Percaya haruslah disejajarkan dengan ketaatan; orang yang mengaku percaya pada Kristus harus juga taat.
Yusuf percaya dan taat sepenuhnya pada Allah, Sang Kebenaran sejati. Dimana Sang Kebenaran sejati akan datang ke dalam dunia dalam diri Yesus Kristus yang akan dilahirkan oleh Maria, seperti nubuatan nabi Yesaya. Allah telah menggenapi janji-Nya, janji Allah adalah Benar dan Amin.
Yusuf tidak pernah meragukan akan janji Allah dalam menanti Sang Terang, dengan tegas dan berani Yusuf mengambil keputusan yang benar.
Sekarang bagaimana dengan sikap kita?
Beberapa hari lagi kita akan merayakan Natal, kita mempersiapkan hati kita menyambut Sang Terang yang telah Lahir dalam diri kita dengan ketaatan dan percaya hanya kepada Dia Sang Juru Selamat. Amin
BW
Ikuti warta & renungan terkini melalui Pernias App.