Pola Hidup Kerajaan Allah

news-thumb1280

1 Raj 3:5-12, Mzm 119:129-136, Rm 8:26-39, Mat 13:31-33,44- 52

Dewasa ini, kita dapat melihat banyaknya ketidakadilan terjadi di berbagai sektor kehidupan manusia; mulai dari sektor ekonomi, sosial, hukum, lingkungan, dan lainnya. Ketidakadilan ini membuat kehidupan manusia menjadi berat. Ada banyak orang tertindas dalam kehidupan sehari-hari mereka, dan seringkali tidak dapat keluar dari sistem-sistem yang menjerat kehidupan manusia. Firman dalam minggu ini mengingatkan kita bahwa pola hidup Kerajaan Allah harus dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, guna memulihkan segala segi kehidupan manusia yang tercemar oleh pola hidup duniawi yang mengejar kepuasan serta pemenuhan diri sendiri semata.

Dalam Matius 13:31-33, dikatakan bahwa sifat dari Kerajaan Allah adalah memberikan kehidupan yang baik bagi setiap makhluk. Biji sesawi yang dipakai sebagai perumpamaan merupakan biji yang kecil, tetapi dapat tumbuh sebagai pohon yang tingginya 3-4 1/2 meter. Benih sesawi dapat bertumbuh secara pesat begitu tertanam di tanah. Ia akan mengakar dan menjalar ke segala tempat di sekitar ia ditaburkan. Perumpamaan ini berbicara mengenai pertumbuhan pesat Kerajaan Allah jika umat bersedia menaburkan Firman dalam kehidupan sehari-hari. Ada dampak yang tak terbendung, seperti pelayanan Yesus yang kini berdampak bagi dunia.

Demikian pula halnya dengan perumpamaan tentang ragi. Ragi menunjukkan pentingnya perubahan dari dalam, baik secara individu maupun komunitas. Dengan melakukan perintah Allah, kita menghadirkan Kerajaan Allah dalam diri kita dan komunitas gereja kita. Kita mengubah standar duniawi menjadi standar ilahi. Perubahan mungkin tidak terlihat secara kasat-mata, tetapi perubahan itu akan dirasakan baik oleh diri sendiri maupun komunitas gereja. Dua sifat Kerajaan Allah ini (biji sesawi dan ragi), menegaskan terjadinya pemulihan secara eksternal dan internal, apabila kita melakukan panggilan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Roma dikatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala aspek kehidupan orang yang mau melakukan panggilan Allah. Jadi, kesediaan kitalah yang dituntut oleh Allah. Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah sendiri akan memampukan kita? Karena Allah sudah memberikan yang paling berharga bagi kita, yakni Anak-Nya sendiri. Roma 8:32 berkata bahwa apabila Allah sudah mengaruniakan Anak-Nya sendiri, tentulah ia juga akan mengaruniakan kemampuan kepada kita untuk melakukan kehendak-Nya. Ditegaskan pula bahwa tidak ada suatu kuasa pun di atas dunia ini yang dapat memisahkan kita dari kasih- Nya. Juga, tidak satu kuasa pun yang dapat menghalangi kita untuk mengerjakan panggilan Tuhan untuk menghadirkan pola hidup Kerajaan Allah di atas dunia. Ia sendiri yang menjadi pembela kita.

Baiklah dalam minggu ini kita merenungkan: Seberapa besar kesediaan kita turut menghadirkan Kerajaan Allah dalam dunia, melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita? Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya, karena Kerajaan Allah membawa perubahan dalam segala aspek kehidupan. Terlebih, Allah beserta kita senantiasa dalam karya kita untuk menghadirkan pola hidup Kerajaan Allah di tengah dunia. Tuhan memberkati.

MTP

Leave a comment