PERCAYA KEPADA YESUS, BUKAN MENCARI BERKAT

news-thumb1280

(2Raja-raja 4:42-44, Mazmur 145:10-18, Efesus 3:14-21, Yohanes 6:1-21)

Ada banyak alasan orang mengikut Tuhan Yesus. Dalam Alkitab dicatat bahwa sebagian besar orang disebutkan mengikut Tuhan Yesus karena mereka percaya kepada Dia, setelah mereka mendegar pengajaran-Nya dan melihat pekerjaan-pekerjaan ajaib yang dilakukan-Nya. Rasa kagum mereka membuat mereka takjub dan percaya kepada Yesus. Mereka mengikut Tuhan Yesus dan melayani-Nya ke manapun Ia pergi karena mereka percaya bahwa Yesus adalah Dia yang akan datang. Tetapi sebagian besar orang lainnya mencari dan mengikut Tuhan Yesus karena mereka mendapatkan apa yang mereka perlukan dari Tuhan Yesus. Ada yang datang untuk mendapat kesembuhan (Matius 4:24, Markus 1:32), ada yang datang untuk mendapatkan kekayaan (lihat Lukas 12:13), ada juga yang datang untuk mendapat makanan, seperti bagian Injil yang kita baca hari ini (lihat juga Yohanes 6:26).

Ketika Tuhan Yesus datang di suatu tempat, selain mengajar dan memberitakan kabar baik tentang Kerajaan Sorga, Ia pun memberikan banyak tanda dan mukjizat yang menyatakan betapa hebat kuasa yang bekerja di dalam Dia.  Setan-setan takluk dan tunduk, berbagai jenis penyakit dapat disembuhkan dan berbagai masalah dapat diselesaikan, banyak orang merasakan kelepasan dan kelegaan ketika mereka datang kepada Yesus. Bahkan dalam bacaan Injil kita hari ini, kita diajak untuk melihat bagaimana orang-orang yang mengikut Yesus melihat kuasa Allah dalam Yesus. Tuhan dapat memelihara dan mencukupkan keperluan mereka akan makanan. Mereka bisa makan dan menjadi kenyang. Semua pekerjaan ajaib tersebut dilakukan bukan semata-mata untuk memenuhi dan memuaskan keinginan atau kebutuhan orang banyak, tetapi yang terutama adalah menjadi tanda yang menunjukkan bahwa Yesuslah Allah yang datang ke dalam dunia. Semua tanda dan mukjizat yang dilakukan muaranya hanya satu, yaitu supaya semua orang percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah dan berani mempercayakan keselamatan hidupnya kepada Yesus (Yohanes 20:30-31). Tanda diberi, supaya setiap orang bisa percaya dan bisa mempercayakan hidupnya kepada Tuhan Yesus.

Tetapi saat ini banyak di antara kita yang menjadi salah kaprah dalam  melihat kaitan tanda atau mukjizat dengan iman percaya kita. Sebagai pengikut Yesus, sering kali kita berpikir bahwa jika kita percaya maka kita akan melihat tanda dan mukjizat, jika kita percaya maka kita akan sembuh dan terlepas dari segala persoalan yang menyesakkan kita, jika kita percaya kita akan sukses dan menjadi kaya, dan seterusnya. Lalu dengan mengklaim bahwa kita percaya maka kita seharusnya bisa melihat tanda dan mukjizat. Jika tidak maka kadang kita merasa diri kita atau orang-orang di sekitar kita boleh meragukan iman percaya kita, sehingga tidak sedikit di antara pengikut Yesus yang tidak lagi mau mengikut Yesus karena merasa diragukan atau meragukan iman percayanya.

Kebenaran tentang tanda dan percaya yang sesungguhnya, yang Allah mau kita pegang adalah  ketika kita belum percaya, Allah akan menyatakan banyak tanda dan mukjizat agar kita bisa mengenal siapa Dia dan bagaimana kuasa-Nya bekerja, sehingga kita percaya kepada Dia. Setelah kita percaya, maka iman percaya kita kepada Allah, yang kita kenal dalam Yesus itulah yang akan membuat kita berani tetap berjalan dengan setia mengikut Dia, berani tetap berharap dan bersandar kepada-Nya sekalipun kita saat ini mungkin tidak bisa melihat kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita. Orang percaya akan tetap percaya, apapun situasi yang sedang dihadapinya. Orang percaya tetap berani menyerahkan hidupnya kepada Pribadi yang dipercaya, yang diyakini dapat mengerjakan jauh lebih banyak dan lebih besar dari apa yang dapat didoakan dan pikirkan manusia. Melihat tanda atau tidak lagi melihat tanda, mengalami mukjizat atau harus menghadapi keadaan tanpa jalan keluar, orang-orang yang percaya kepada Allah akan tetap berjalan Bersama Dia.

Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing, apakah yang menjadi alasan kita mengikut Tuhan Yesus? Kiranya Tuhan memelihara dan meneguhkan iman percaya kita dalam kebenaran-Nya.

LN

Leave a comment