Pengampunan Memulihkan Semua

WhatsApp Image 2020-09-12 at 07.07.42

Matius 18:21-35

Pengampunan merupakan hal yang sangat sulit dilakukan oleh manusia. Sebab pengampunan melibatkan faktor emosional dan psikologis, seperti: perasaan marah, dendam, kebencian, sakit hati, kepahitan, retribusi, dan lainnya. Namun, ada faktor positif yang terbentuk saat seseorang dapat mengampuni orang lain, seperti: rekonsiliasi, konsensi, penyesalan, pertobatan, penebusan, dan sebagainya.

Dalam pembicaraan mengenai komunitas orang-orang percaya, Petrus mengajukan pertanyaan tentang pengampunan. Di masa itu, para rabi Yahudi mengajarkan bahwa pengampunan hanya bisa diberikan sebanyak 3 kali. Tetapi Petrus membuatnya menjadi 7 kali dengan harapan bahwa Yesus memujinya sebagai orang yang murah hati (Matius 18:21). Jawaban Yesus diluar dugaannya. Bukan tiga atau tujuh kali, melainkan empat ratus sembilan puluh kali seseorang harus membuka pintu pengampunan bagi sesamanya (Matius 18:22).

Jawaban Yesus menggambarkan bahwa pengampunan bukan masalah tuntutan keadilan yang membabi buta. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni kasih dan kemurahan hati (Matius 18:23-27). Seperti halnya kita tahu bahwa keberdosaan manusia tidak sanggup meredam dan mematikan kasih Allah. Karena itu, Ia mengampuni manusia dengan kasih-Nya tanpa pamrih dalam Kristus. Sebaliknya, orang yang diampuni justru menuntut keadilan dan menindas sesamanya yang berutang (Matius 18:28-31). Orang seperti ini mustahil mendapat pengampunan Allah karena ia lupa diri bahwa dirinya tidak lebih baik dari yang lain (Matius 18:32-35; bdk. Lukas 11:4).

Pengampunan harus menjadi salah satu sifat yang ada dalam diri orang percaya. Sebab, mereka adalah pendosa yang mengalami pengampunan Allah. Jika Allah mau mengampuni segala pelanggaran manusia berdosa, maka sudah menjadi keharusan bagi orang percaya untuk mengampuni kesalahan sesamanya.

Sudahkah kita belajar mengampuni orang lain? Jika belum dan hal itu terasa sulit, maka berdoalah dan minta Allah memampukan kita! Amin.

                                                                                                YKD

Leave a comment