Mujizat itu nyata

news-thumb1280

Yesaya 62:1-5; Mazmur 36:6-11; 1 Korintus 12:1-11; Yohanes 2:1-11

Definisi mujizat adalah suatu kejadian luar biasa (extraordinary) atau ajaib yang dilakukan oleh Allah dan terjadi di dunia yang membuat manusia menjadi takjub dan heran karena kejadian tersebut melampaui pengetahuan dan pikiran manusia tersebut. Dalam Alkitab, banyak digambarkan mujizat yang dilakukan Allah melalui perantaraan manusia (nabi, rasul) dan bahkan dilakukan Allah sendiri secara langsung. Dalam Yohanes 2:1-11 dinarasikan bahwa Yesus mengadakan mujizat pertama-Nya yakni mengubah air menjadi anggur. Perubahan air menjadi anggur adalah suatu kejadian yang luar biasa dan bahkan tidak dapat dipikirkan atau dikerjakan manusia. Bagaimana bisa air diubah menjadi anggur? Tindakan ini dapat dilakukan oleh Allah saja.

Pada ayat 11 dinyatakan bahwa mujizat air menjadi anggur itu sebagai “tanda” pertama dari tanda-tanda lain yang akan dikerjakan Yesus selama di dunia. Artinya mujizat ini dilakukan dengan “tujuan” dan maksud yakni menyatakan tanda di mana Yesus adalah mesias yang berkuasa dan datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Selain itu mujizat itu pun menyatakan kemuliaan- Nya dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya (ay. 11). Dari penjabaran ini jelas ditekankan bahwa keberadaan mujizat adalah untuk alasan dan tujuan yang jelas yakni menjadi tanda untuk kemuliaan Allah saja. Begitu pula dengan mujizat-mujizat yang terjadi di dalam Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru semuanya terjadi untuk menyatakan tujuan dan kemuliaan Tuhan saja. Para nabi ataupun rasul yang mengadakan mujizat-mujizat hanyalah perantara dan hanya Tuhanlah yang berkuasa dan berkenan melakukan mujizat-mujizat.

Dewasa ini banyak orang mengklaim oknum atau satu gereja bisa melakukan banyak mujizat dan seakan hanya mereka yang bisa melakukan mujizat. Memang mujizat itu nyata dan masih terjadi sampai saat ini, namun bukan berarti mujizat itu terjadi tanpa tujuan yang jelas. Bukan oknum nya yang berkuasa melakukan mujizat melainkan Tuhan saja yang mampu melakukan mujizat. Terkadang manusia cepat mengklaim bahwa dirinya punya karunia mengadakan mujizat dan malah mencuri kemuliaan Tuhan. Selain itu, perlu disadari juga mujizat itu dinyatakan Tuhan ke dunia dengan tujuan ilahi saja dan agar orang yang melihatnya menjadi percaya kepada Tuhan dan memuliakan Yesus.

Jadi, makna mujizat dalam konteks ini adalah bentuk pertolongan yang disediakan Allah sehingga umat mengalami keselamatan. Pertolongan itu sama sekali tidak ditentukan oleh upaya, kepandaian, pengalaman, dan skill umat, tetapi solusi yang dikaruniakan Allah melampaui seluruh pemikiran dan kemampuan manusiawi kita.

Allah masih secara ajaib menyembuhkan orang-orang dizaman ini. Allah masih melakukan tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa yang mengherankan, dan kadang-kadang melakukan mujizat-mujizat itu melalui orang Kristen. Intinya mujizat itu ada dan nyata sampai saat ini. Bagi kita yang mengharapkan mujizat kesembuhan dari penyakit atau apapun itu pada saat ini, teruslah berharap kepada Tuhan karena Dialah yang sanggup dan berkuasa melakukannya. Namun yang perlu kita sadari adalah ketika Tuhan tidak memberikan mujizat kesembuhan dan lain-lain bukan berarti Dia tidak berkuasa ataupun tidak mengasihi kita. Mujizat datang dari kedaulatan dan kehendak Tuhan dan pasti melakukan tujuan dan maksud dari-Nya untuk memuliakan Allah saja. Mujizat terbesar adalah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia, taat sampai mati di kayu salib. Dia mencurahkan darah-Nya dan menanggung semua konsekuensi dosa kita dan bahkan Dia memperdamaikan relasi kita dengan Allah. Kemudian Yesus bangkit menunjukkan Ia telah mengalahkan maut dan membebaskan kita dari belemggu dosa dan maut. Inilah keajaiban dan mujizat yang terbesar ketika Tuhan menyelamatkan kita yang adalah manusia berdosa. Sepatutnya kita terus bersyukur untuk karunia keselamatan tersebut dan kita mempersembahkan hidup kita untuk memuliakan Tuhan saja.

WA

Leave a comment