Menyelami Jalan Panggilan Allah

news-thumb1280

Lukas 5:1-11

Apa tujuan hidup manusia? Untuk apa kita hidup di dunia ini? Pertanyaan ini adalah pertanyaan dasar yang harus dimengerti setiap orang percaya. Jawaban nya berdasarkan kebenaran Alkitab yang disarikan oleh pengakuan Westminster, tujuan hidup manusia adalah “untuk memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya” ( Yes. 43:7; Rom. 11:36; Ef. 1:11-12). Jadi tujuan hidup kita sebagai orang yang telah diselamatkan Yesus adalah memuliakan Allah saja. Akhirnya ketika kita ingin menyelami jalan panggilan Allah atas hidup kita, pasti tidak lepas dari jalan memuliakan Allah saja. Jalan memuliakan Allah ini bisa kita aplikasikan dengan kegiatan dan pekerjaan yang berbeda-beda dalam hidup kita. Begitu pula kalau melihat dalam Injil, murid-murid Yesus dengan latar belakang profesi yang berbeda dan mereka meninggalkan “profesi lama” mereka untuk menjalankan jalan panggilan Allah untuk menjadi murid Yesus dan memuliakan Allah. Lukas 5:1-11 menyatakan bahwa Simon seorang penjala ikan dipanggil Tuhan untuk menjadi murid-Nya. Dari informasi pertama ini kita melihat bahwa “panggilan Tuhan diberikan berdasarkan perkenan Tuhan saja dan bukan karena kualitas dari manusianya.” Simon di dalam Alkitab tidak disebutkan keahlian dan kebaikan dia sehingga dia layak menjadi murid Yesus. Artinya panggilan Allah kepada umat untuk memuliakan-Nya diberikan berdasarkan anugerah semata.

Ketika Yesus memanggil Simon menjadi murid, Ia berinteraksi dengan Simon dalam pekerjaan Simon dan Ia menunjukkan kuasa-Nya kepada Simon (Luk. 5:4-7: Yesus menunjukkan kuasa-Nya dengan memberikan ikan yang banyak untuk ditangkap). Kemudian respon dari Simon adalah “tersungkur di depan Yesus dan berkata: „Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa‟” (5:8). Respon Simon adalah respon “tahu diri” bahwa dia adalah orang yang tidak layak bersama dan bertemu dengan Yesus apalagi mengikut Yesus. Dari kisah ini kita harus menyadari juga bahwa dalam menjalani panggilan Tuhan dalam hidup ini kita juga harus “tahu diri” bahwa hanya anugerah Tuhan saja kalau kita dipakai Tuhan untuk memuliakan-Nya. Kemudian Yesus merespon Simon dengan berkata “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Respon Yesus ini menunjukkan otoritas Yesus yang memilih dan memberikan anugerah kepada Simon. Yesus memilih bukan karena kelebihan Simon tapi berdasarkan kedaulatan-Nya untuk memilih Simon dengan kelemahan-kelemahan Simon yang tidak layak dan takut. Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan memanggil kita untuk hidup diselamatkan dan memuliakan Dia berdasarkan pemilihan-Nya yang final dan pasti.

Jadi apa panggilan Tuhan atas hidup kita? Adalah memuliakan Tuhan saja. Memuliakan Tuhan tidak hanya dilakukan di Gereja ataupun pelayanan yang bersifat badan rohani saja. Memuliakan Tuhan dilakukan juga di rumah, di keluarga, di pekerjaan masing-masing, di mana saja. Kita harus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dalam setiap kegiatan hidup kita. Biarlah Tuhan menjadi Tuhan atas hidup kita. Ketika kita menikmati kehadiran Allah dan kita mau dituntun Tuhan selalu dalam hidup kita maka Tuhan dimuliakan. Mari kita muliakan Tuhan!!

WA

Leave a comment