MENJANGKAU yang Tak Terjangkau

news-thumb1280

Yesaya 65 : 1-9, Mazmur 22 : 20-29, Galatia 3 : 23-29, Lukas 8 : 26-39

Bacaan kita minggu ini memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam menjangkau mereka yang “jauh” dan sulit dijangkau. Pelajaran ini didapatkan dengan belajar dari karya Tuhan Yesus yang mampu menembus berbagai sekat sosial, sehingga karya keselamatan-Nya dapat menjangkau mereka yang “jauh” dan sulit terjangkau, seperti yang tercermin dalam pemaparan di bawah ini:

1. Bacaan Lukas 8:26-39 menceritakan tentang 2 hal, yaitu:

  • Otoritas Kristus jauh melampaui otoritas Setan. Hal ini ditunjukkannya dengan mengusir setan-setan dalam jumlah yang sangat besar
  • Kristus menyembuhkan orang Non-Yahudi di daerah Gerasa dari kerasukan Setan, ketika mereka sedang menggembalakan sekelompok babi. Hal ini jelas menunjukkan bahwa wilayah ini dihuni oleh orangorang bukan Yahudi.

2. Bacaan Galatia 3:23-29 menceritakan tentang:

  • Otoritas Kristus melampaui Hukum Taurat. Setelah mereka mengenal Yesus Kristus dan percaya kepadaNya, mereka tidak lagi tunduk dibawah hukum Taurat, sekarang mereka semua “milik Kristus” dan berada dibawah otoritas Kristus.
  • Kristus telah melenyapkan sekat-sekat sosial yang telah lama membelenggu mereka dari sekat-sekat suku-agama (tidak ada lagi suku Yahudi maupun Yunani), status ekonomi (kaya maupun miskin), gender (laki atau perempuan) dan hal ini berlaku bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk menerima keselamatan.

3. Bacaan Yesaya 65:1-9 menceritakan tentang :

  • Otoritas Allah dalam hal “kasih-setia”, sanggup menjangkau mereka yang berada sangat jauh dari-Nya, dimana kasih-setia Allah sangat panjang dan sabar dalam menanti mereka agar kembali kepada jalan Allah (1-2).
  • Allah memberikan “kasih-setia”Nya juga kepada orang-orang asing. Petunjuk dari ayat 1-4, bahwa hal ini ditujukan kepada orang-orang asing adalah sebagai berikut:
    • Orang yang tidak menanyakan Aku (ayat 1)
    • Suku bangsa yang memberontak (ayat 2)
    • Suku bangsa yang menyakitkan hati-Ku (ayat 3)
    • Yang duduk di kuburan dan bermalam di dalam gua-gua, memakan daging babi dan kuah daging najis dari dalam kuali mereka (ayat 4).

4. Bacaan Mazmur 22:20-29 menceritakan tentang :

  • Otoritas Allah dalam menguasai dunia ini bahwa segala bumi akan mengingat-Nya dan berbalik kepada Tuhan, dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya, sebab Tuhanlah yang empunya Kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa (ayat 28-29)
  • Keselamatan akan diberikan kepada setiap orang dan bangsa yang percaya kepada Kristus. Artinya bahwa hal ini ditujukan kepada setiap orang.

Kalau Allah kita telah menunjukkan bahwa otoritas yang dimiliki-Nya begitu besar terhadap dunia ini dengan segala isinya, dan memberikan kita kuasa untuk memberitakan Injil kepada mereka yang “jauh” dan tidak terjangkau, apakah yang kita takutkan lagi? Tidak ada alasan bagi kita untuk berpangku tangan atau berdiam diri saja.

C.H. Spurgeon mengatakan, “If you can tell such a story, do not keep it to yourself. If Jesus has done great things for thee, be ever ready to speak of it, till all men shall know what Christ can do” (Jika engkau dapat menceritakan sebuah kisah, jangan simpan kisah itu untuk dirimu sendiri. Jika Yesus telah melakukan sesuatu yang besar bagi dirimu, siap sedialah untuk membicarakannya, hingga semua orang mengetahui apa yang Kristus dapat lakukan).

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah menceritakan Karya Kristus di atas salib yang telah menebus dosa kita kepada mereka yang “jauh” dan tidak terjangkau?

Disekeliling kita masih banyak kawan, saudara, teman yang membutuhkan jangkauan karya Kristus, apakah yang sudah kita lakukan bagi mereka Apakah kita sudah menceritakannya kepada mereka dan menunjukkannya melalui tindakan nyata, agar mereka pun mendengar dan merasakan kasih keselamatan Kristus, seperti yang kita rasakan saat ini ?

Jika belum, sekaranglah saatnya. Kiranya Tuhan menolong kita sekalian. Amin.

BMW

Leave a comment