MENGASIHI DIRI SENDIRI

news-thumb1280

(Imamat 19:1-2, 15-18, Mazmur 1, 1Tesalonika 2:1-8, Matius 22:34-46) 

Ada banyak orang yang tidak dapat mengasihi dirinya sendiri, pertama-tama adalah karena orang-orang di sekelilingnya telah berhasil menanamkan gambaran diri yang buruk kepada mereka bahwa mereka memang tidak cukup pantas dan berharga untuk dikasihi. Gambar diri yang buruk membuat mereka tidak bisa menerima dan mengasihi diri mereka sendiri. Mereka cenderung menerima saja dengan pasrah semua perlakuan yang buruk dari orang-orang di sekitar karena mengganggap diri mereka memang pantas menerima semua itu, hanya berharap dengan berlalunya waktu semua akan berakhir. Benar, waktu bisa berlalu dan keadaan bisa berubah, namun gambaran diri yang sudah tertanam dan semua pengalaman hidup mereka telah membentuk diri mereka menjadi orang-orang yang bukan hanya tidak bisa mengasihi diri mereka sendiri, tetapi juga tidak bisa mengasihi orang lain di sekitar mereka. Sebagaimana mereka telah diperlakukan, demikian juga mereka cenderung memperlakukan orang-orang lain di sekitar mereka.

Orang-orang yang tidak mengasihi dirinya sendiri, tidak akan bisa mengasihi orang lain, juga tidak akan bisa mengasihi Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus datang ke dunia, untuk menyatakan kepada manusia suatu kebenaran yang selama ini tertutup oleh dosa, kejahatan dan kebencian, bahwa sesungguhnya setiap manusia berharga dan sangat dikasihi Tuhan (Yohanes 3:16-17). Melalui setiap firman yang disampaikan oleh para nabi, sejak jaman dulu, Tuhan Allah terus menyatakan betapa Tuhan peduli dengan keadaan manusia dan terus berkarya dalam hidup manusia karena manusia sekalipun hanya diciptakan dari debu tanah, adalah  ciptaan yang dipandang berharga, mulia dan dikasihi Tuhan (Mazmur 8, Yesaya 43:4).

Berulang kali Tuhan menyatakan bagaimana seharusnya mereka menjalani hidupnya dan memperlakukan sesamanya manusia (imamat 19:1-2, 15-18), sebagai sosok pribadi yang patut dipandang berharga dan dikasihi. Itulah sebabnya ketika ditanyakan, hukum manakah yang paling utama dari seluruh hukum Taurat? Tuhan Yesus menjawab dengan gambling bahwa dalam keseluruhan hukum Taurat dan firman Allah yang disampaikan oleh para nabi, sesungguhnya hanya satu saja yang Tuhan kehendaki, yaitu supaya manusia bisa mengasihi Tuhan, Allahnya, mengasihi dirinya sendiri dan  orang lain yang ada di sekitarnya, dengan segenap keberadaannya.

Mengasihi diri tidak sama dengan mementingkan diri sendiri. Mementingkan diri sendiri membuat kita mengabaikan kepentingan orang lain, merasa diri lebih penting dan berharga daripada orang lain. Orang-orang yang mengasihi dirinya sendiri adalah orang yang bisa menerima dan menghargai keberadaan dirinya apa adanya, oleh karena ia tahu bahwa Sang Pencipta yang menghadirkannya ke dunia memandang dirinya berharga dan mengasihinya sedemikian rupa, bahkan sampai rela datang ke dunia untuk menyelamatkannya. Mereka akan tahu bagaimana mereka harus mengasihi Tuhan, Penciptanya. Dan mereka juga akan tahu bagaimana mereka harus memperlakukan sesamanya sebagai sosok pribadi yang juga diciptakan Tuhan. Tidak ada satupun di antara kita yang layak untuk dibenci dan disakiti, semua pribadi sama berharga dan bernilai di hadapan Allah Pencipta kita, karena itu, mari kita mulai belajar mengasihi diri kita sendiri, sehingga kita juga tahu bagaimana mengasihi sesama kita. Kiranya Tuhan menolong kita.

LN

Leave a comment