Menerima Aliran Hidup dari Roh

31 mei

Yohanes 7:37-39

Haus adalah kondisi manusia yang tak terhindarkan (inevitable). Kehausan manusia tidak hanya berbicara soal air semata (natural) tetapi juga haus akan hal spiritual. Ketika Yesus mengatakan “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (ay. 37), Ia tidak sedang menawarkan kelegaan dari haus natural namun spiritual. Dalam Yohanes 4:13-14, Yesus menawarkan “air hidup” kepada seorang perempuan Samaria di mana bagi yang meminumnya ia tidak akan haus lagi selamanya. Yesus menganugerahkan kita “air hidup” yang memberikan kelegaan haus spiritual dan hidup kekal bersama-Nya. Bagi orang yang percaya kepada-Nya “dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (ay. 38). Yohanes menjelaskan maksud perkataan Yesus ini adalah “Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya” (ay. 39). Hal ini jelas mengacu kepada pernyataan Yesus yang berkata “jika seorang tidak dilahirkan dengan air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (3:5).

Apa yang Yesus maksud dengan minum adalah hal yang sama yang ia maksudkan dengan percaya. Setelah dia berkata, “datang kepadaKu dan minum,” dalam ayat 37, Yesus langsung berkata, “barangsiapa percaya kepada-Ku,” (ay. 38). Bukti paling jelas untuk ini ditemukan dalam Yohanes 6:35, di mana Yesus berkata, “barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.” Jadi, esensi dari meminum “air hidup” dari Yesus adalah mempercayaiNya, mengandalkanNya. Makna “tidak akan haus lagi” adalah kita memperoleh kepuasan (satisfaction) dan rasa aman (contentment) dalam Tuhan.

  1. Kepuasan (satisfaction) dalam Tuhan. “Tujuan hidup manusia adalah memuliakan dan menikmati Allah selamanya” (Westminster Confession). Dalam Alkitab dijelaskan perintah untuk manusia mengejar kepuasan dan sukacita dalam Tuhan (Mzm. 32:11, 37:3-4, Filipi 4:4, Rm. 12:12,15). Akan tetapi kepuasan dan sukacita dalam Tuhan itu harus bermula dari anugerah percaya kepada Yesus Kristus. Roh Kudus yang datang ketika Yesus telah dimuliakan itu yang akan memimpin dan berkarya dalam kehidupan orang percaya untuk menghasilkan buah Roh (Gal. 5:22-23). Jadi Roh Kuduslah yang berkarya dalam kehidupan kita yang akan membawa kita kepada sukacita dan kepuasan dalam Tuhan.
  2. Rasa aman (contentment) dalam Tuhan. Manusia hidup dalam ketidakpastian, kesia-siaan dan bahkan penderitaan dalam dunia. Akan tetapi, anugerah percaya dalam Yesus Kristus memberikan kita rasa aman. Penderitaan tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah, bahkan kita memiliki kepastian keselamatan dalam Yesus. Hidup kita berharga di mata-Nya, bahkan kita hidup untuk kemuliaan-Nya. Jadi hidup kita tidak ada yang sia-sia di dalam Tuhan. Kita masih bisa takut dengan hal-hal yang terjadi dalam hidup kita, namun ketakutan itu tidak akan membuat kita kehilangan harapan, karena Roh Kudus yang memimpin kita untuk terus berharap kepada Tuhan.

Jadi apa yang harus kita lakukan ketika kita merenungkan dan menyadari anugerah Allah dalam Yesus Kristus yang memberikan kita kepuasan dan rasa aman?

  • Bersyukur selalu dalam segala situasi karena kita percaya Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi dan percaya kepada-Nya (Rm. 8:28). Mari kita terus bersyukur dan hidup menyembah-Nya selalu lewat hidup, puji-pujian dan nyanyian syukur.
  • Hidup dalam pengharapan serta percaya Tuhan akan memimpin hidup kita. Kita percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sedetikpun dan bahkan sehelai rambut kita pun tidak akan jatuh tanpa seizin Tuhan. jadi segala sesuatu dalam hidup ini pasti ada kehendak Allah yang dinyatakan dan semuanya baik adanya. Maka dari itu mari kita hidup memuliakan Tuhan selalu. Terus berdoa dan berharap kepada Tuhan.

William Andreas Sitinjak

Leave a comment