MEMPERJUMPAKAN SESAMA DENGAN ALLAH

news-thumb1280

(Yeremia 17:5-10, Mazmur 1, 1Korintus 15:12-20, Lukas 6:17-26)

Dalam Kristus Yesus, Allah memperjumpakan diri-Nya dengan manusia. Ia hadir di tengah-tengah umat manusia, memperdengarkan suara pengajaran-Nya yang mendatangkan damai sejahtera, mengulurkan tangan-Nya untuk menjamah dan menyembuhkan orang-orang yang sakit dan terluka, menguatkan mereka yang tersisih dan tak berdaya. Ia memberi kelegaan dan kelepasan bagi setiap orang yang dibelenggu oleh roh-roh jahat. Karena itu, kehadiran Tuhan Yesus selalu mengundang kedatangan banyak orang. Dan Alkitab mencatat bahwa semua orang yang datang kepada-Nya disembuhkan-Nya. Mereka yang mengalami perjumpaan dengan Kristus, mengalami perjumpaan dengan Allah, karena Kristus Yesus adalah Allah yang datang ke dalam dunia menjadi manusia agar dapat memperjumpakan manusia dengan Allah.

Mengapa manusia perlu mengalami perjumpaan dengan Allah? Kehidupan manusia berdosa, dalam dunia yang dikuasai dosa sematamata hanya membuahkan kesakitan, penderitaan dan kebinasaan. Kekayaan manusia tidak benar-benar dapat memperkaya hidup manusia, semakin kaya semakin orang haus akan harta. Kekuatan dan kepandaian manusia tidak membawa mereka pada hidup yang penuh dengan damai sejahtera, kekuatan dan kepandaiannya hanya mendatangkan malapetaka. Tanpa perjumpaan dengan Allah, Sang Pencipta manusia, hidup manusia dalam dosa hanya membawa manusia pada kesia-siaan. Itu sebabnya, sejak jaman dahulu kala, dengan berbagai cara, Allah berulang-ulang kali berusaha memperjumpakan manusia dengan diri-Nya. Tetapi manusia selalu gagal melihat dan merasakan kehadiran-Nya, mereka malah menyiksa dan menolak orang-orang yang diutus Allah untuk datang kepada mereka. Hingga Allah memperjumpakan mereka dengan diri-Nya dalam Kristus Yesus, Allah yang menjadi manusia.

Allah menghendaki agar manusia mengalami perjumpaan dengan- Nya. Mengapa? Karena begitu besar kasih Allah pada kita, manusia. Ia peduli dengan apa yang kita alami dan Ia berkenan untuk menolong dan menyelamatkan kita. Itu sebabnya Ia berkenan hadir dan menyatakan kehadiran-Nya dalam diri Yesus Kristus, Tuhan kita. Agar di dalam Dia dan oleh Dia, kita dapat berjumpa dengan Allah dan mengalami kehadiran Allah dalam hidup kita. Kehadiran yang bisa menjamah dan menyembuhkan kita, bukan hanya sakit penyakit dan penderitaan pada tubuh jasmani kita, tetapi juga memperbarui roh kita dan menjadikan kita ciptaan yang baru di dalam Dia.

Saat ini, Allah tetap menghendaki banyak orang dapat mengalami perjumpaan dengan Dia. Tetapi tidak lagi melalui kehadiran Kristus Yesus secara fisik di tengah-tengah dunia, melainkan melalui kehadiran kita, Tubuh Kristus, yang masih ada dalam dunia. Allah mempercayakan tugas itu kepada kita. Apakah kehadiran kita, baik sebagai pribadi orang percaya ataupun sebagai gereja, telah memperjumpakan banyak orang dengan Allah? Tuhan kiranya menolong kita untuk memperjumpakan banyak orang dengan diri-Nya.

LN

 

Leave a comment