MEMBERITAKAN INJIL DALAM PERBUATAN

news-thumb1280

Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil, Ia memperlengkapi mereka dengan kuasa, agar mereka tidak hanya punya berita yang berisi kata-kata kebenaran yang dapat memerdekakan manusia, tetapi juga dapat menyatakan kabar baik itu dalam berbagai perbuatan atau tindakan yang meneguhkan pemberitaan mereka. Itu sebabnya selain diminta memberitakan Injil tentang kerajaan Allah, mereka juga dipanggil untukĀ  menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan (Lukas 10:9, Markus 16:17). Karena itu tugas memberitakan Injil tidak boleh hanya dibatasi pada tindakan memberitakan kabar baik dalam perkataan, tetapi juga dalam perbuatan.

Perbuatan menjadi salah satu unsur penting dalam pemberitaan yang dilakukan gereja, karena perbuatan dapat meneguhkan firman yang diberitakan, bahkan perbuatan menjadi berita yang penting karena perbuatan berbicara lebih banyak daripada perkataan. Orang tidak hanya akan mendengarkan apa yang kita katakan dalam pemberitaan kita, mereka perlu dan bahkan lebih dapat diyakinkan ketika mereka melihat bagaimana perbuatan yang kita lakukan dalam kehidupan keseharian kita. Tuhan Yesus mengingatkan bahwa orang bisa memuliakan Allah bukan hanya karena mendengar kabar baik yang kita sampaikan, tetapi juga dengan melihat perbuatan yang baik yang kita lakukan dalam hidup kita (Matius 5:16).

Perbuatan baik seperti apa yang dapat membuat orang-orang yang melihatnya memuliakan Bapa kita yang di Sorga? Apa bedanya perbuatan baik yang kita, orang Kristen lakukan dengan perbuatan baik yang orang-orang dunia lakukan? Perbuatan baik kita lakukan karena kita menyadari bahwa itulah yang sesungguhnya harus kita lakukan. Perbuatan baik ini keluar dari hati kita yang sudah diubahkan oleh anugerah Tuhan, buah dari pertobatan dan pembaruan dalam hidup kita. Perbuatan-perbuatan baik itu keluar dari dalam diri kita karena hati kita sudah diubah oleh Tuhan. Kita melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup kita karena kita sudah menerima kebaikan Tuhan. Sama seperti sebuah pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, demikian jugalah hidup kita yang sudah dibarui oleh Tuhan menghasilkan berbagai kebaikan.

Perbuatan-perbuatan baik ini dilakukan dalam ketulusan, tanpa melihat atau membedakan orang dan tanpa mengharapkan upah atau balasan. Di sinilah letak perbedaan yang paling mendasar. Ada banyak orang bisa melakukan perbuatan baik di dunia, tetapi umumnya mereka hanya melakukan apa yang baik pada orang-orang yang baik kepada mereka. Banyak orang bisa mengasihi, tetapi mereka hanya bisa mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka (Matius 5:46-47), tidak demikian dengan kita. Kita meyatakan kebaikan dalam hidup kita karena kita anak-anak dari Bapa yang Mahabaik (Matius 5:45). Perbuatan baik seperti inilah yang dapat meneguhkan pemberitaan kita dan menjadi kabar baik bagi dunia, yang bukan hanya akan berbicara banyak kepada orang-orang yang mendengar berita Injil yang kita sampaikan dengan perkataan kita, tetapi juga berkenan di hati Tuhan.

Begitu kuatnya perbuatan baik berbicara, sehingga kadang membuat sebagian kita lagi merasa tidak perlu dan karena itu jadi tidak lagi berusaha menyampaikan perkataan Injil, hanya melakukan dan menyatakan perbuatan-perbuatan baik dalam hidup kita. Tidak ada yang salah dengan menyatakan atau melakukan perbuatan baik itu sendiri, tetapi kita harus menyadari bahwa hidup kita adalah sebuah berita, ada pesan yang Tuhan mau kita sampaikan melalui hidup kita. Kita bukan hanya baik karena kita baik, kita bisa baik karena Injil Kristus. Oleh karena itu disamping hidup dalam perbuatan-perbuatan baik, penting juga bagi kita untuk menceritakan apa yang Kristus lakukan dalam hidup kita. Tuhan menolong kita.

LN

Leave a comment