MEMAHAMI YANG DIPIKIRKAN ALLAH

FB_IMG_1598698201620

(Mat 16:21-28)

Hal paling sulit dimengerti dari manusia adalah hati dan pikirannya. Sampai ada pepatah berbunyi: “Pikiran manusia dapat diduga, tetapi hati manusia siapa yang tahu”. Artinya, manusia adalah ciptaan yang unik, kompleks dan sulit ditebak. Untuk mengerti maksud dan tujuan seseorang, kita harus mengerti terlebih dahulu hati dan pikirannya.

Jika hati manusia saja sulit dipahami, apalagi hati Allah. Manusia mustahil memahami keseluruhan isi hati Allah. Banyak catatan Alkitab menegaskan bahwa manusia “tidak akan mampu” memahami pikiran Allah yang tidak terbatas (mis. Ams 25:2a;  Yes 45:15; Pktb 11:5). Manusia tidak akan mengerti  campur tangan Tuhan sepenuhnya atas hidup manusia. Keputusan-keputusan Allah tak terselidiki. Jalan-jalan-Nya tak terselami. Manusia ‘mengerti’ sebagain kecil saja dari kehendak Allah. Itu pun adalah anugerah penyataan Allah, bukan kehebatan manusia mencari tahu pikiran-pikiran Allah.

Karena memahami pikiran Allah adalah anugerah, maka ada 3 hal penting yang disampaikan Yesus Kristus agar kita mampu mengerti jalan pikiran Allah tersebut:

1.Manusia Harus Menyangkal Diri

Menurut bacaan di atas, Petrus berusaha memaksakan kehendaknya agar Kristus mengikuti jalan pikiran Petrus, sampai-sampai membuat Kristus Yesus marah (ay 23). Kemarahan Kristus itu bukan untuk keburukan Petrus, melainkan untuk kebaikannya. Petrus harus memahami kehendak Allah dengan belajar menyangkal ambisi diri di harapan Kristus. Menyangkal diri berarti mengalahkan kepentingan sendiri. Ini tidak berarti haram memperhatikan kehidupan pribadi dan keluarga. Akan tetapi, menyangkal diri berarti tidak lagi hanya memikirkan kepentingan diri atau kelompok sendiri.

2. Manusia Harus Memikul Salib

Memikul salib adalah kesediaan menanggung kesulitan atau penderitaan sebagai konsekuesi untuk menyangkal diri dan menempatkan pemikiran Tuhan sebagai yang utama dalam kehidupan kita. Menyangkal diri bukanlah hal mudah. Banyak tantangan dan rintangan. Ada harga yang harus kita bayar. Menyangkal diri  bisa membuat kita:

  • tidak disukai orang lain karena pilihan kita yang mengutamakan kehendak Allah.
  • membuat kita kehilangan keuntungan material karena mementingkan pemikiran Allah dibandingkan pemikiran atau ambisi kita.
  • membuat kita kehilangan rasa nyaman yang selama ini kita nikmati.

Kesediaan memikul salib memperlihatkan kesetiaan kita dalam menempatkan kehendak Allah sebagai yang utama dalam kehidupan kita.

3. Manusia Harus Mengikuti Yesus

Menyangkal diri dan memikul salib harus dibarengi dengan kesediaan mengikuti Yesus. Yesus tidak ingin para murid, termasuk kita saat ini, hanya sekedar tahu pemikiran-Nya. Ia juga menghendaki kita menjadi pribadi yang mengikut-Nya. Artinya, setiap kita harus melakukan teladan Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak ingin para murid hanya menjadi penggemar-Nya, tetapi juga penurut teladan-Nya. Murid yang berfokus pada Tuhan tidak mudah digoyahkan untuk mengikuti pemikiran sendiri. Ia akan terus mengarahkan diri pada kehendak Tuhan dan mewujudkannya dalam kata dan karya.

Meski tidak mampu memahami keseluruhan pikiran, hati dan kehendak Allah, bukan berarti kita berhenti belajar dari-Nya. Justru, karena sadar betapa lemahnya diri kita dalam memahami-Nya, kita semakin sedia menyangkal diri, memikul slaib dan belajar mengikuti ajaran dan teladan-Nya. Percayalah bahwa di dalam Kristus, setahap demi setahap kita akan dimampukan memahami dan menghidupi kehendak Allah.

                                                                                        By : BMW

Leave a comment