MELIHAT TANTANGAN SEBAGAI PELUANG

Quote-27Jan2020

(Yesaya 9:1-4, Mazmur 27:1,4-9, 1Korintus 1:10-18, Matius 4:12-23)

Kesulitan dan berbagai kendala hadir sebagai tantangan yang memberi warna dalam hidup kita. Kehadirannya tidak selalu mengisyaratkan sesuatu yang buruk sedang terjadi, malah sebaliknya kadang memperlihatkan bahwa ada sesuatu yang baik akan kita temui sesudah melewatinya. Oleh karena itu tantangan tidak selalu harus dilihat sebagai penghalang atau penghadang langkah dalam hidup kita, tantangan bisa juga hadir untuk memberi kita peluang yang baik bagi setiap kita. Bagaimana kita dapat melihat peluang dan bukan hanya penghalang dalam setiap tantangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita?

Sesudah Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Ia berpuasa selama 40 hari dan 40 malam, bergumul bersama Tuhan sebelum Ia memulai pelayanan-Nya di dunia. Ketika Ia siap untuk memulai perjalanan pelayanan-Nya, maka Ia mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, oleh karena pemberitaan yang dilakukannya. Ketika menghadapi situasi dan kondisi seperti itu, maka Alkitab mencatat, “menyingkirlah Ia ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali…” Mengapa Ia menyingkir? Apakah Ia ingin lari dan sembunyi dari situasi dan kondisi sukar yang harus dihadapi-Nya karena pemberitaan yang akan disampaikan-Nya tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis? Tidak, Tuhan Yesus tidak menyingkir untuk lari atau bersembunyi, karena jika tujuannya ingin lari dan bersembunyi, maka Ia tidak akan meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, kedua daerah tersebut masih sama-sama ada di wilayah Galilea. Dan Galilea bukan tempat yang tepat untuk lari dan bersembunyi dari ancaman bahaya yang dihadapi oleh Yohanes Pembaptis. Mengapa? Karena Galilea adalah wilayah yang berada dibawah kekuasaan Herodes Antipas, dan Herodes Antipas adalah raja wilayah yang menangkap dan memenjarakan Yohanes Pembaptis. Tuhan Yesus tidak menyingkir untuk menjauhi pribadi yang menimbulkan masalah bagi Yohanes Pembaptis, Ia justru datang lebih dekat.

Alkitab mencatat bahwa Ia meninggalkan Nazaret dan diam (tinggal) di Kapernaum, yang terletak dekat tepi danau. Tetapi Ia ke sana tidak untuk sembunyi. Di tempat itu Ia justru melanjutkan pemberitaan yang sudah dimulai oleh Yohanes Pembaptis, mengajar banyak orang tentang Kerajaan Sorga dan menyerukan berita pertobatan. Tuhan Yesus mulai berkeliling dari satu tempat ke tempat lainnya, Ia mengajar di rumah- rumah ibadat, melakukan banyak tanda dan mukjizat, dan juga memanggil beberapa orang di sana untuk menjadi murid-Nya. Ia menyingkir ke Kapernaum justru untuk mulai melakukan pekerjaan pelayanan-Nya. Kondisi dan situasi mengerikan yang dihadapi oleh Yohanes Pembaptis, tidak dilihat Tuhan sebagai penghalang yang akan menghentikan langkah- Nya dalam memberitakan Injil Kerajaan Sorga, situasi dan kondisi itu justru dilihat sebagai peluang. Yesus menggunakan peluang itu, Ia tampil dan mulai melakukan pelayanan pemberitaan Injil-Nya. Dan Alkitab mencatat bahwa orang banyak kemudian berbondong-bondong datang mengikuti Dia.

Dalam melakukan tugas dan panggilan yang Allah berikan kepada kita, mungkin ada kondisi atau situasi sulit yang menantang kita. Apakah tantangan itu akan kita lihat sebagai penghadang yang menghentikan langkah kita dan membuat kita meninggalkan tugas dan panggilan kita? Atau justru sebaliknya, tantangan itu malah kita lihat sebagai sebuah peluang yang Allah bukakan bagi kita agar kita bisa bergerak maju dan melakukan apa yang dikehendaki-Nya dalam hidup kita? Tuhan Yesus melihat tantangan itu dan menjadikannya sebagai peluang, semoga kita juga bisa melakukan hal yang sama seperti Tuhan dan Guru kita. Amin.

LN

Leave a comment