Makna Persembahan Bulanan

Persembahan bulanan merupakan satu bentuk ungkapan kasih dan syukur umat kepada Tuhan, yang diserahkan secara khusus setiap bulannya. Itu bukan upeti, iuran atau imbalan kepada Tuhan. Secara Kristiani, persembahan kita pahami sebagai:

  1. Wujud syukur dan terima kasih atas berkat dan pemeliharaan Tuhan;
  2. Wujud kasih dan kemurahan hati kita dalam berbagi dan bertolong-tolongan menanggung beban pelayanan gerejawi; dan
  3. Wujud iman atau keyakinan kita bahwa di dalam pemeliharaan Tuhan kita tidak kuatir atau takut berkekurangan. Sepanjang bulan dan tahun Tuhan tetap menjaga dan menjamin kehidupan kita.

Atas dasar itulah, kita memahami Persembahan Bulanan sebagai wujud syukur atas usaha dan karya kerja kita yang diberkati oleh Tuhan. Dalam tradisi Israel kuno, persembahan umat dibatasi hanya sepuluh persen dari hasil usahanya. Akan tetapi, di dalam Kristus kita menyadari bahwa yang terpenting bagi Tuhan bukanlah jumlah atau persentase, melainkan sikap hati yang diresapi sukacita dan kerelaan dalam membawa persembahan.

Sukacita Kristus itulah yang menggerakkan kita memberi yang terbaik kepada Tuhan, bahkan melebihi sepuluh persen setiap bulannya, sesuai dengan kesanggupan dan penerimaan kita atas berkat-berkatNya. Di sinilah kesadaran, kejujuran dan keterbukaan hati kita teruji, yakni seberapa mampu kita mensyukuri, menggunakan dan mengembalikan berkat-berkat itu bagi pekerjaan Tuhan.

Seluruh penerimaan persembahan tersebut akan dikelola untuk melaksanakan program kegiatan gerejawi, mulai dari pengelolaan ibadah-ibadah, pelayanan kesaksian seperti penginjilan, diakonia, RPUK Muara Kasih Billabong, beasiswa hingga pengadaan dan pemeliharaan sarana penunjang.

Kiranya Tuhan menolong kita memberikan persembahan yang berkenan kepada-Nya, Amin.

Leave a comment