LEPASKAN KAMI DARI YANG JAHAT

news-thumb1280

(Ulangan 18:15-20, Mazmur 111, 1Korintus 8:1-13, Markus 1:21-28)

Salah satu permohonan dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah “…dan lepaskanlah kami dari yang jahat.” Melalui permohonan tersebut kita diajak untuk meminta kepada Bapa agar Bapa berkenan melepaskan atau membebaskan kita dari yang jahat. Kata “yang jahat” dapat mengacu pada dua bentuk, yang pertama adalah  “kejahatan”, yaitu berbagai perilaku atau tindakan jahat, baik dari dalam diri kita sendiri ataupun dari orang-orang di sekitar kita. Dan yang kedua adalah  “si jahat”, yaitu sosok penguasa yang kita sebut setan atau iblis, yang terus berusaha untuk mempengaruhi dan memperdaya kita sehingga kita menjauh dari Tuhan. Tuhan Yesus tahu bahwa selain memiliki kebutuhan akan makanan dan pengampunan, manusia memerlukan tangan yang berkuasa untuk menolongnya melepaskan diri dari berbagai bentuk kejahatan, baik yang bersumber dari dalam maupun dari dirinya.

Dengan menaikkan permohonan tersebut kita diajak untuk menyadari bahwa sesungguhnya setiap hari kita terus bergumul menghadapi berbagai bentuk kejahatan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin ada di antara kita yang terus bergumul untuk berhenti melakukan apa yang jahat dan mulai belajar melakukan apa yang baik, tetapi semakin kita berusaha untuk berhenti semakin kuat keinginan kita untuk melakukan apa yang jahat. Dalam doa yang Tuhan Yesus ajarkan, kita diingatkan untuk terus meminta tiap-tiap hari agar Allah Bapa kita yang empunya kuasa, menolong dan melepaskan kita dari kejahatan yang ada dalam diri kita. Beberapa dari kita mungkin setiap hari bergumul dengan ketakutan menjadi korban kejahatan orang-orang di sekitar kita. Kita takut dirampok, takut ditipu, takut disalah mengerti, takut dituduh dan dijadikan kambing hitam, takut diperdaya dan juga takut mengalami celaka karena keteledoran orang-orang di sekitar kita. Banyak ketakutan yang membuat kita kehilangan damai dan sukacita. Maka doa yang diajarkan Tuhan Yesus mengingatkan kita bahwa tidak seorangpun dari kita memiliki kuasa untuk lepas dari kejahatan orang-orang di sekitar kita, tetapi kita punya Bapa yang sanggup melakukannya, yang dapat menjadi tempat kita berteduh dan berlindung.

Setiap hari iblis giat bekerja, berusaha untuk mempengaruhi, memperdaya bahkan mengintimidasi pikiran kita, meyakinkan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa yang baik dan benar, mendorong kita untuk terus hidup dalam kejahatan dan terikat pada belenggu dosa. Tetapi bagian Injil yang kita baca hari ini menegaskan bahwa kuasa iblis, kuasa roh jahat dapat dikalahkan. Mereka berusaha untuk mengintimidasi dan menakut-nakuti, tetapi mereka tidak mahakuasa, mereka sendiri takut dan takluk pada kuasa Allah. Jadi, selama kita percaya kepada Allah dan memegang kebenaran-Nya dalam hidup kita maka tidak ada seorangpun dan tidak ada satu keadaan pun yang akan dapat memperdaya dan menjerat kita dalam kejahatan. Penulis Amsal dalam dengan tegas mengatakan, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6).

Marilah kita berdoa agar Tuhan melepaskan kita dari yang jahat, tetapi lebih dari itu, marilah kita juga terus berusaha untuk menundukkan diri dan mengakui Dia dalam setiap tingkah laku kita, supaya kita benar-benar dapat membiarkan kuasa-Nya bekerja di dalam kita, melepaskan kita dari segala bentuk kejahatan, baik di dalam maupun di luar diri kita. Amin.

LN

 

Leave a comment