KUASA ILAHI dan TANGGAPAN MANUSIA

news-thumb1280

Yohanes 17:6-19

Gereja di sepanjang zaman selalu memiliki pergumulan hidup. Pergumulan itu terjadi dalam berbagai bentuk. Tidak jarang, pergumulan itu dalam bentuk penganiayaan dari orang-orang di luar gereja. Gereja ditolak dan diserang. Jemaatnya disesah dan dianiaya. Situasi ini memberi dampak buruk. Iman jemaat bisa tergoncang. Jemaat bisa tergoda menyangkal dan mengkhianati imannya.

Akan tetapi, pergumulan jemaat juga bisa muncul dari dalam tubuh jemaat sendiri. Faktornya beragam: perbedaan pendapat, perbedaan kepentingan, perbedaan cara kerja, dan sebagainya. Perbedaan dan pertentangan ini dapat menggerogoti kesehatan dan kekuatan tubuh. Pada akhirnya, persoalan seperti ini memicu perpecahan dan keruntuhan tubuh. Perlu diingat, sejarah mencatat bukan karena intimidasi, penganiayaan dan penindasan gereja itu lenyap. Gereja “semakin dibabat akan semakin merambat”. Gugur satu tumbuh seribu. Tetapi, pertentangan internal yang tidak terselesaikan dengan baik itulah yang akan menghancurkan gereja.

Lalu, bagaimana gereja menyikapi pergumulan-pergumulan tersebut? Dalam doa-Nya kepada Bapa, Tuhan Yesus benar-benar menaruh perhatian terhadap kesatuan para murid. Ia tahu para murid akan mengalami berbagai situasi yang sulit. Mereka akan ditolak oleh dunia, karena mereka bukan dari dunia (ayat 16). Mereka akan menderita oleh karena mengikuti jejak hidup Tuhan Yesus. Untuk itu, Yesus tidak meminta agar mereka diambil dari dunia (ayat 15). Mereka tidak diminta langsung dipindahkan ke sorga. Tuhan Yesus justru meminta agar mereka dikuatkan dan dipelihara. Yesus ingin mereka dilindungi dan ditolong dari yang jahat (ayat 15).

Tuhan Yesus berulangkali memohon dalam doa-Nya agar para murid dimampukan untuk tetap bersatu. Seperti Yesus dan Bapa-Nya adalah satu, demikian pula para murid (gereja-Nya) dapat bersatu. Sebagai tubuh Kristus, kekuatan para murid terletak pada kesatuan hidup mereka. Bukan karena banyaknya orang. Juga bukan karena luasnya gedung. Kesatuan hati adalah kekuatan para murid, sehingga mereka tidak mudah diguncang oleh godaan dan cobaan apapun.

Perhatikan betapa hebat perhatian Kristus kepada murid dan gereja-Nya. Sesungguhnya, Yesus memiliki kuasa atas segala sesuatu. Segala milik Allah Bapa adalah milik Yesus, demikian pula segala milik Yesus adalah milik Bapa (ayat 10). Nama Bapa yang mulia dan penuh kuasa telah diberikan kepada Yesus, sehingga dalam nama Yesus pun terkandung kuasa dan keselamatan (ayat 11). Dengan kuasa ilahi itu, Tuhan Yesus telah menjaga para murid selama bersama mereka di dunia ini (ayat 12). Dan, setelah naik ke sorga, Tuhan Yesus juga ingin murid-murid-Nya terpelihara dengan baik (ayat 13).  Tuhan Yesus tidak ingin gereja-Nya kalah oleh kuasa dunia. Ia ingin kuasa Ilahi selalu melindungi umat-Nya, sehingga mereka tetap terpelihara sampai selama-lamanya.

Besarnya perhatian Tuhan Yesus kepada gereja-Nya, kiranya mendorong kita juga untuk semakin saling memperhatikan. Perhatikanlah dengan saksama seorang akan yang lain, baik di dalam keluarga maupun di dalam gereja. Anggota yang sedang lemah dan sakit kiranya semakin kita rawat dan dipulihkan. Anggota yang hubungannya sedang renggang, baik dengan keluarga maupun dengan gereja, kiranya semakin kita rangkul. Pertentangan-pertentangan kiranya dapat kita selesaikan dengan baik, tanpa mengorbankan kesatuan dan keutuhan. Kepentingan bersama semakin kita utamakan, sementara kepentingan ego sendiri semakin kita kikis. Bersamaan dengan semua itu, kita semakin bersedia untuk menerima, menghargai dan mendukung satu sama lain. Percayalah, dengan begitu setiap anggota akan sehat dan kuat. Setiap anggota akan berfungsi dan berperan dengan baik. Setiap anggota akan memberikan sumbangsih positif demi pembangunan tubuh Kristus. dengan begitu, pekerjaan-pekerjaan Ilahi akan terus terjadi melalui kita di tengah-tengah dunia ini. Tuhan memberkati dan menolong gereja-Nya selalu.

                                                                                                MM

Leave a comment