KRISTUS RAJA

news-thumb1280

(Dan 7:9-10; Mzm 93; Why 1: 4-8; Yoh 18:33-37)

Sedikit banyak, Yohanes 18:33-37 mengungkapkan keraguan yang ada di dalam hati Pontius Pilatus. Sebagai wali negeri dari Propinsi Roma di tanah Yudea, Pilatus mengetahui dengan baik apa yang telah terjadi dengan Yesus Kristus. Ia melihat bagaimana fisik dan rupa Yesus ketika berhadapan dengannya, yakni bagaimana:

  • Sepanjang malam Dia telah didakwa di hadapan Kayafas dan Sanhedrin. Di dalam konfrontasi yang brutal itu, mereka berulangkali meninju dan meludahi wajah-Nya. Pontius Pilatus tentu melihat bagaimana wajah Yesus telah banyak mengalami memar.
  • Kitab Suci berkata bahwa mereka menarik janggut-Nya. Pastilah ada darah yang mengalir ketika mereka menarik janggut di wajah-Nya. Nabi Yesaya bahkan berkata bahwa rupa-Nya begitu buruk, sehingga penampakannya bukan seperti manusia lagi.
  • Tidak hanya wajah-Nya yang memar, penuh darah dan kusut, tetapi juga nampak jelas bagaimana pakaian yang dikenakannya begitu rendahan. Pakaian-pakaian itu pun dilucuti dari tubuh-Nya.

Ketika melihat semua kenyataan itu, sang wali negeri merasa ragu tentang Yesus dan bertanya kepadanya: “Apakah Engkau seorang raja?”. Pertanyaan Pilatus ini sesungguhnya seringkali menjadi pertanyaan bagi dunia yang berdosa , yakni “Apakah Yesus adalah seorang raja?”. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam beberapa hal yang penting, seperti:

1. Bagaimana Dia membangun kerajaanNya dan mengumpulkan pengikut/umat- Nya?

Jawaban dari pertanyaan di atas ini adalah: Dia melakukannya sepanjang abad, secara:

  • diam-diam, bersahaja,
  • penuh kesabaran, dan
  • menyeluruh

Dalam Kitab Markus pasal 4, Tuhan Yesus berkata bahwa kerajaan-Nya bertumbuh seperti benih; layaknya biji sesawi yang sangat kecil, tetapi terus bertumbuh, menjadi sangat besar bahkan melebihi segala jenis sayuran manapun. Demikianlah cara Yesus membangun Kerajaan-Nya. Ilustrasi ini sesungguhnya nyata dalam proses perjalanan hidup Tuhan Yesus. Dari sebuah benih, Yesus dikandung dan dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria. Ia bertumbuh menjadi seorang anak yang penuh kharisma, memberi dampak bagi banyak kehidupan melalui pelayanan-Nya, lalu berkurban menjadi tebusan bagi semua orang. Ia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menggenapi janji-Nya, yakni agar kita beroleh selamat dan memasuki Kerajaan Allah yang kudus dan sempurna di sorga.

2. Siapakah yang menjadi warga negara dalam kerajaan-Nya?

Jawaban atas pertanyaan ini adalah: setiap orang yang telah menemukan perlindungan di dalam Yesus, memandang-Nya dengan iman yang benar dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru-selamat pribadinya. Mereka adalah warga negara kerajaan sorga. Seperti diungkapkan dalam Filipi 3:20, “Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat”. Artinya, kita memiliki status kewargaan baru, yaitu warga kerajaan Sorga, meskipun saat ini kita masih berada di dalam dunia ini. Karena status kita adalah warga kerajaan sorga, kita pun juga harus memiliki kehidupan yang sesuai dengan hukum-hukum sorga, yaitu Firman Tuhan. Kita harus hidup menurut hukum-hukum yang berlaku di Kerajaan sorga. Itu sebabnya, Tuhan berfirman melalui Rasul Paulus, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang Sempurna” (Roma 12:2). Hidup yang berpadanan dengan Firman Tuhan adalah ciri hidup seorang warga kerajaan Sorga.

3. Kapankah penobatan-Nya sebagai Raja terjadi?

Hal itu terjadi ketika: Orang-orang Yahudi dan non-Yahudi menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di dalam Roma 11: 25 disebutkan, “Sampai, jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk”. Kata “penuh” di sini memakai kata Yunani “pleroma”, yang artinya “kepenuhan”. Kata ini dapat dimaknai bahwa seluruh dunia tahu dan mau mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat dunia ini. Kita semua percaya bahwa Yesus akan datang kembali. Ketika Yesus datang dalam kejayaan dan kemuliaan, maka seluruh Bala Tentara Malaikat, seluruh umat manusia dan segenap ciptaan Tuhan akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Raja sampai selama-lamanya.

Memahami ke-Raja-an Yesus Kristus di atas, patutlah kita memuji dan menaruh hormat kepada-Nya. Ia tidak sama dengan raja-raja dunia yang bergelimang dengan kekuasaan, kemewahan, sekaligus juga dengan dosa-dosa yang membinasakan. Sementara Yesus justru hadir sebagai seorang raja yang sederhana, bersahaja, penuh kasih dan rela berkurban bagi keselamatan umat manusia yang dipimpin-Nya. Betapa Mulianya Allah kita dalam Yesus Kristrus, sehingga pantaslah seluruh sorga dan bumi memuji dan menyembah Dia.

Bahkan, Kristus adalah Raja di atas segala Raja, karena kini Dia sudah bertahta dalam kerajaan sorga yang mulia. Di dalam kekuasaan dan kemuliaan-Nya, Yesus Kristus kini menyediakan sesuatu yang jauh lebih indah, yakni untuk kita semua yang percaya dan berharap dalam nama-Nya. Dalam pengharapan ini, kiranya kita semakin teguh beriman kepada Yesus. Pada waktu yang sama, kita semakin tergerak untuk memuji, menyembah dan beribadah kepada-Nya dengan hati yang penuh kasih, sukacita dan rasa hormat. Tuhan memberkati kita semua. Amin

BMW

Leave a comment