KRISTUS RAJA SEMESTA

Quote-25Nop2019

Yeremia 23 :1-6 ; Mazmur 46 ; Kolose 1:11-20 ; Lukas 23 :33-43

Gereja merayakan Minggu ini sebagai Minggu Kristus Raja. Minggu Kristus Raja ini merupakan Minggu penutup dalam rangkaian tahun liturgi di tahun 2019; yakni mengakhiri Minggu-minggu biasa dan mengawali Minggu-minggu Adven. Artinya umat diajak untuk memproklamasikan atau menyatakan dalam hidupnya bahwa:  YESUS ADALAH RAJA SEMESTA RAYA.

Banyak pertanyaan yang meragukan ke-Allahan Kristus bahwa Dia adalah raja semesta ini. Misalnya, di Kolose berkembang pemikiran Gnostik, yakni pemahaman tentang adanya dunia materi yang bertentangan dengan dunia roh. Materi itu jahat, sedangkan roh adalah baik. Mereka menganggap bahwa Kristus adalah Roh dan bukan materi (badani). Mereka tidak percaya akan kehadiran Kristus secara badani dalam bentuk manusia (materi). Oleh karena itu, Paulus menjelaskan kesalahpahaman ini dalam Kolose 1:15: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan”. Firman ini menegaskan beberapa hal mendasar :

1. Ia (Kristus) Adalah Gambar Allah

Jika Kristus adalah ciptaan, maka Gnostik menganggap bahwa Kristus bukanlah Allah. Materi adalah jahat, oleh karena itu mereka tidak percaya akan kehadiran Kristus yang telah lahir dan bangkit di dalam dunia ini. Yang mereka percaya adalah Kristus yang adalah Roh (kebaikan) yang belum datang ke dunia sampai saat ini.

Paulus menjelaskan kehadiran Kristus merupakan gambaran Allah yang sesungguhnya di mana kehadiran Allah di sorga dinyatakan di dalam diri Kristus yang lahir di dalam dunia. Melalui Kristuslah kita dapat merasakan Kasih yang sesungguhnya dari Allah. Melalui Kristus-lah semuanya itu dinyatakan karena Kristus adalah Allah itu sendiri. Yesus Kristus menggambarkan perwakilan dari gambar Allah sepenuhnya. Oleh karena itu, Kristus membawa damai dari surga ke dalam dunia yang berdosa ini, agar dunia yang berdosa dapat diselamatkan melalui Kristus Yesus bagi siapa yang percaya kepada-Nya.

2. Ia (Kristus) Yang Tidak Kelihatan

Gnostik menganggap bahwa Kristus yang sesungguhnya dalam berupa Roh dan tidak terlihat, seperti dalam gambaran Musa ketika bertemu dengan Allah dengan ranting yang terbakar tanpa habis-habisnya (dalam berupa Roh). Oleh karena itu, mereka tidak percaya dengan kehadiran Kristus sebagai perwakilan Allah yang nyata di dalam dunia ini.

Surat Kolose menjelaskan pengertian “yang tidak kelihatan” justru menegaskan bahwa Wujud Allah yang adalah Roh yang tidak kelihatan itu telah diwujudkan dalam diri Yesus Kristus yang terlihat. Kristus adalah perwakilan dari Allah itu sendiri. Oleh karena itu, Kristus mengajak kepada kita semua untuk percaya kepada-Nya, karena Kristus adalah Allah itu sendiri dan Raja alam semesta yang sesungguhnya.

3. Ia (Kristus) Yang Sulung dan Utama

Gnostik menganggap bahwa Yesus Kristus adalah manusia biasa yang dilahirkan sebagai anak sulung sama seperti manusia biasanya yang berdosa dalam wujud materi.

Paulus menjelasan pengertian ini dalam bahasa Yunani dengan perkataan “prototokos” dan “protoktistos” yang artinya “yang sulung” dan “yang utama”. ¬†Kehadiran Kristus sebagai perwakilan Allah adalah yang paling pertama dan utama di dalam dunia ini. Tidak ada lagi Kristus yang lain selain Yesus Kristus yang telah lahir dan bangkit yang dapat menyelamatkan dosa manusia dan membuka jalan menuju sorga. Melalui Dia-lah pintu sorga dibukakan, dengan pengertian bahwa Kristus adalah satu-satunya jembatan menuju kepada keselamatan.

Dari pemahaman di atas dapat di simpulkan bahwa :

  • Kristus mampu mendamaikan Surga dan Bumi. Dalam surat Kolose nampak jelas bahwa Kristus adalah Raja atas Bumi (kosmos) dan Surga. Karya Kristus sebagai Raja terlihat melalui pendamaian bumi (Kosmos) dan Surga.
  • Kristus mampu memelihara Persekutuan Umat Percaya. Karena Kristus adalah kepala umat orang-orang percaya, dengan demikian visi misi Gereja-gereja¬† harus berfokus pada Kristus.
  • Kristus mampu memberikan pengampunan dan penyelamatan. Dengan pengampunan yang telah disediakan oleh Kristus menunjukkan bahwa meski kita manusia yang kerap jatuh dalam dosa, namun keselamatan yang disediakan oleh Kristus memberikan kita kepastian di masa depan.

BW

Leave a comment