KOMUNITAS YANG DIPULIHKAN DAN DIUTUS

news-thumb1280

(Kisah Para Rasul 4:32-35, Mazmur 133, 1Yohanes 1:1-2:2, Yohanes 20:19-31)

Ketika berbicara mengenai komunitas, langsung terpikir oleh kita sebuah kelompok atau perkumpulan tertentu. Biasanya sebuah komunitas dibentuk secara sengaja untuk suatu tujuan tertentu dan didasari oleh adanya unsur yang sama yang dimiliki anggotanya, seperti tempat tinggal yang sama, hobby yang sama, atau kebiasaan yang sama. Dalam sebuah komunitas yang sehat masing-masing anggota saling berinteraksi satu dengan yang lain dan menjalankan fungsi sesuai dengan perannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama, mereka bisa saling menjaga, membangun dan berbagi informasi.

Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya juga membentuk sebuah komunitas, yaitu komunitas murid Kristus. Setiap anggota dipanggil untuk mengikut Kristus dan menjadi murid-Nya. Tujuan keberadaan komunitas ini adalah untuk memberitakan Injil, kabar baik tentang karya dan kerajaan Allah. Komunitas itu pernah menjadi komunitas yang menggemparkan, oleh karena berbagai pengajaran dan perbuatan-perbuatan ajaib yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus, Sang Pemimpin komunitas. Kehadiran mereka di berbagai tempat sangat dinantikan dan selalu disambut oleh banyak orang dengan penuh antusias. Tetapi kemudian semua berubah, setelah mereka memasuki Yerusalem menjelang hari raya Paskah orang Yahudi. Tuhan Yesus direbut dan direnggut dari komunitas para murid Kristus. Ia diadili dan dijatuhi hukuman mati disalib, Ia disiksa dan dianiaya. Ia diam dan tidak melakukan apa-apa, tidak ada mukjizat dan perbuatan ajaib yang diperlihatkan kepada mereka pada waktu itu, sehingga perkumpulan itu tercerai berai, masing-masing berlari menyelamatkan dirinya sendiri.

Komunitas itu sepertinya bubar dengan sendirinya. Tidak ada lagi tujuan yang ingin mereka capai karena mereka merasa tidak ada lagi kabar baik yang dapat mereka bagikan, tidak ada lagi kepentingan yang mau mereka perjuangkan, yang tersisa hanyalah rasa takut dan gemetar. Tetapi kondisi itupun kemudian berubah. Komunitas murid Kristus itu ternyata tidak jadi bubar, mereka tetap ada dan semakin berkembang dan bertambah banyak jumlahnya dan semakin luas wilayahnya. Bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, komunitas itu tetap ada dan terus berkembang. Komunitas murid Kristus itu sering disebutkan sebagai komunitas iman, yang dikenal dengan istilah gereja atau kumpulan/persekutuan orang percaya.

Apa yang membuat komunitas itu tidak jadi bubar, melainkan tetap terus ada dan berkembang luas di berbagai tempat, budaya dan bahasa? Kelompok tersebut tidak jadi bubar karena satu alasan, yaitu: Kristus Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Yesus hidup danĀ  kuasa maut telah dikalahkan-Nya. Berita itu telah mengubah pikiran mereka, sehingga mereka tidak lagi melarikan diri dan bersembunyi. Sekalipun mereka masih merasa takut dan gentar, pengharapan yang timbul dari berita yang mereka dengar memberi mereka kekuatan yang cukup untuk kembali bertemu dan berkumpul. Mereka berhasil mengalahkan rasa takut mereka dan keluar dari tempat persembunyiannya masing-masing. Sekalipun mereka belum mengerti dan memahami dengan benar apa sesungguhnya yang sedang terjadi, mereka memiliki pengharapan dan pengharapan itu mendorong mereka untuk melangkah dengan iman, dan seperti yang Paulus katakan, pengharapan mereka tidaklah sia-sia. Kristus yang bangkit berkenan menyatakan diri-Nya kepada mereka. Ia menjumpai mereka dan menegaskan bahwa Ia memang disalib dan mati, ada luka bekas paku dan tombak, tetapi Ia hidup, Ia telah bangkit.

Perjumpaan dengan Kristus yang bangkit itu kemudian mengubah komunitas iman itu sedemikian rupa. Jika pertama kali mereka berkumpul, mereka menutup semua pintu dan jendela, maka dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, mereka berani lebih terbuka. Alkitab mencatat bahwa sampai dengan 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus terus menerus menyatakan diri-Nya kepada murid-murid-Nya, meneguhkan dan menguatkan mereka sehingga mereka kembali dipulihkan iman percayanya kepada Tuhan. Dan bukan hanya itu, bahkan ketika sudah genap waktu-Nya, Tuhan Yesus naik ke Sorga dan Ia mengutus para murid untuk melanjutkan seluruh karya dan pekerjaan-Nya, memberitakan Injil, menjadikan semua bangsa sebagai murid Tuhan. Kristus yang bangkit memulihkan komunitas orang percaya dan mengutus mereka untuk menjadi saksi-Nya. Itu sebabnya gereja tetap ada dan akan terus ada, karena sampai hari ini Tuhan tetap akan berkarya memulihkan keadaan gereja-Nya dan mengutus mereka untuk melaksanakan misi-Nya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk setia dalam Tuhan.

LN

Leave a comment