Komunitas yang Bersaksi

news-thumb1280

Lukas 24:36-48

Minggu ini kita sudah memasuki Minggu Paskah III. Dalam bacaan Injil di atas, diperlihatkan bagaimana para murid masih terus menggumuli peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus. Berita kebangkitan yang disampaikan para perempuan yang pulang ke kubur Tuhan Yesus, dan juga berita dari dua murid yang pergi ke Emaus, masih membuat para rasul bertanya-tanya. Kira-kira pertanyaan mereka: “Benarkah Yesus sudah bangkit? Jika Ia bangkit, di manakah Ia berada?”

Pergumulan para murid ini akhirnya terjawab.  Tuhan Yesus menampakkan diri secara langsung kepada mereka. Para murid, yang masih bingung itu, terkejut dan mengira melihat hantu. Tetapi, Tuhan Yesus segera menepis keraguan mereka. Ia mengatakan bahwa Ia sendirilah itu. Ia juga meyakinkan para murid dengan menunjukkan tubuh-Nya, yang sangat berbeda dengan hantu. Ia memperlihatkan bekas-bekas luka yang diderita-Nya. Bahkan, Ia membuktikan kebangkitan-Nya dengan cara makan di hadapan para murid, sehingga tidak ada lagi keraguan di dalam hati mereka.

Sejak semula, Tuhan Yesus memang merindukan agar umat manusia percaya kepada-Nya, bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat. Itu sebabnya, Ia terus berusaha meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Ia memang bangkit dari antara orang mati. Para murid akhirnya melihat sendiri Yesus telah bangkit. Mereka tidak ragu lagi. Mereka tidak bingung atau galau lagi.

Keyakinan para murid ini menjadi dasar utama penugasan mereka berikutnya. Mereka sudah siap untuk bersaksi di tengah dunia, yakni tentang keselamatan dalam nama Tuhan Yesus. Setiap orang yang telah mengalami perjumpaan dengan Yesus memang haruslah siap sedia bersaksi kepada orang lain. Sebaliknya, setiap orang yang ingin bersaksi tentang Yesus harus terlebih dahulu mengalami perjumpaan yang bersifat pribadi dengan Dia. Bagaimana mungkin seseorang bersaksi tentang Kristus, jikalau ia sendiri tidak memiliki pengenalan dan perjumpaan yang intim dengan Dia.

Para murid menyadari betul tugas baru mereka; yakni mempersaksikan berita kebangkitan Yesus dan keselamatan dalam nama-Nya. Mereka berani bersaksi di hadapan orang banyak, seperti diperlihatkan oleh Petrus dan Yohanes. Petrus berani mengungkapkan kesalahan orang Yahudi, yang telah menganiaya Yesus sampai mati, sekalipun Pilatus melihat tidak ada kesalahan apapun pada-Nya. Yesus yang memimpin kepada hidup justru dibunuh. Akan tetapi, Petrus dan Yohanes mengaku dengan terus terang bahwa mereka adalah saksi atas kebangkitan Yesus. Petrus tidak menyimpan berita itu hanya untuk dirinya sendiri. Ia harus bersaksi. Dengan begitu, banyak orang sadar akan kesalahan dan berbalik kepada Allah.

Saudara, seperti para murid, kita juga memiliki pengenalan akan Tuhan Yesus. Kita mengenal Dia melalui pembacaan Alkitab, khotbah dan berbagai media lainnya. Bahkan, bukankah kita juga memiliki pengalaman iman bersama Dia dalam hidup sehari-hari? Bukankah kita sudah mengalami dan menikmati berkat-Nya, pemeliharaan-Nya dan pertolongan-Nya dalam hidup kita? Oleh karena itu, sudah selayaknya kita semakin beriman teguh kepada-Nya dan semakin berani bersaksi tentang-Nya. Setiap kesaksian kita akan menjadi berita baik bagi orang lain, sehingga mereka pun memiliki kesempatan untuk menyambut keselamatan di dalam nama Tuhan Yesus.

Lalu, bagaimana caranya kita bersaksi? Kita bisa berbicara kepada keluarga kita tentang pentingnya beriman kepada Kristus. Kita bisa bertukar pikiran tentang hal-hal iman dengan teman sekerja; mungkin saat kita makan siang atau saat bersantai di kantor. Kita bisa mengajak keluarga atau sahabat berdoa atau mengunjungi sebuah ibadah. Kita bisa berbagi buku atau tulisan menarik tentang hidup rohani di dalam Tuhan. Kita bisa memperlihatkan sikap dan perkataan yang baik saat bergaul dan berbicara dengan orang lain. Atau, kita bisa menunjukkan teladan bagaimana seorang Kristen hidup jujur, tekun bekerja, rajin berbuat baik, dan menjadi inspirasi bagi sesama.

Kiranya Tuhan memberkati pelayanan dan kesaksian iman kita. Amin.

                                                                                    MM

 

Leave a comment