Ketika Pohon Ara Bertunas

IMG-20201128-WA0003

Markus 13:24-37

Minggu Adven melambangkan saat di mana Gereja menantikan kedatangan Hari Tuhan. Gereja merayakan dan menantikan Yesus yang telah datang, Yesus Imanuel yang selalu beserta umat, dan Yesus yang akan datang pada Hari Tuhan. Alkitab menyatakan bahwa kedatangan Yesus—Hari Tuhan itu sudah dekat (termasuk dalam Mark. 13:26,29). Namun pertanyaannya “kapan?” Karena ada beberapa orang yang mengaku “hamba Tuhan” mengetahui kapan tahun di mana Yesus akan datang. Walaupun ujungnya mereka telah gagal membuktikannya karena sampai saat ini Yesus belum datang ke dunia dan memang jika ada yang mengaku dia mengetahui kapan Yesus datang secara pasti waktunya, tentu dia adalah penyesat. Namun jika kita kembali kepada pertanyaan kapan waktunya Yesus datang kembali? Waktunya sudah dekat itu kapan? Pasti jawabannya adalah “hanya Bapa saja” (ay. 32). Namun apa perlunya menanti kedatangan Yesus yang sudah dekat itu?

1.Kita menunggu dengan keyakinan akan kedatangan Yesus karena kedatangan tersebut adalah pasti dan nyata (ay. 28-31).

Suatu kepastian dan janji akan kedatangan Anak Allah dalam kekuasaan dan kemuliaan-Nya dinyatakan oleh Tuhan Yesus sendiri. Jadi kita diminta untuk menunggu sesuatu kejadian yang pasti dari Tuhan. Yesus mengatakan bahwa “Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu” (ay. 28-29). Yesus dalam perumpamaan pohon ara bertunas ini ingin menekankan sebuah kepastian akan waktu kedatangan-Nya, di mana Ia akan menyatakan kemuliaan serta keselamatan bagi umat-Nya. Bahkan Yesus semakin menegaskannya dengan mengatakan bahwa “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (ay. 31). Kalimat ini menegaskan bahwa perkataan Yesus adalah 100 persen benar, pasti dan tidak pernah lekang oleh waktu. Dalam kepastian inilah kita sebagai orang percaya terus dengan setia dan dengan keyakinan menunggu akan kedatangan Yesus Kristus.

2. Kita menunggu Hari Tuhan karena itu membangun antisipasi, disiplin dan kesabaran dalam Tuhan di hidup kita (ay. 33-37)

Dalam kepastian janji kedatangan Yesus Kristus ini maka kita sebagai orang percaya diminta Yesus untuk “hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba” (ay. 33). Jelas kita tidak akan tahu kapan datangnya Hari Tuhan tersebut, namun Yesus mengajak kita untuk membangun antisipasi dan kedisiplinan dengan hati-hati dan berjaga-jaga. Kemudian Yesus memberikan perumpamaan “Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga” (ay. 34). Dari perumpamaan ini jelas kita diminta untuk antisipasi dan dengan disiplin dan taat terus bekerja untuk kemuliaan Tuhan sampai Tuhan datang kembali. Memang dalam proses menunggu itu ada banyak tantangan dan godaan untuk membuat kita enggan menunggu, malas melakukan apa yang dikehendaki Tuhan, dan bahkan kita kuatir dengan himpitan hidup. Maka dari itu kita terus berjaga-jaga dan juga bersabar untuk waktu di mana Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya. Karena pada Hari Tuhan tersebut himpitan dan kesulitan hidup kita akan selesai; kita akan bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan-Nya di sorga kekal. Maka dari itu “berjaga-jagalah!” Tuhan kiranya memampukan kita untuk hidup berhati-hati serta berjaga-jaga untuk terus menantikan Hari Tuhan di mana Yesus Kristus menyatakan kekuasaan dan kemuliaan-Nya serta menyelamatkan kita.

                                                                                                WA

Leave a comment