KETIKA BENCI MERAJA DALAM KELUARGA

IMG-20201017-WA0001

(Matius 22:15-22)

Kebencian atau rasa benci adalah sebuah emosi yang melambangkan atau menyatakan  ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati seseorang terhadap orang lain atau sesuatu benda atau suatu keadaan. Kebencian atau rasa benci dalam diri seseorang dapat mendorong munculnya keinginan untuk menghindari, menghancurkan atau menghilangkan obyek yang dibencinya. Rasa benci yang kuat dalam diri seseorang dapat membuatnya menginginkan hal buruk terjadi pada orang atau orang-orang yang  dibencinya. Karena itu, orang-orang yang dipenuhi dengan kebencian berharap dapat melihat orang atau orang-orang yang mereka benci mengalami kegagalan atau kehancuran, bahkan kadang sampai mendorong mereka untuk melakukan sesuatu yang dapat merusak reputasi dan mempermalukan orang atau orang-orang yang mereka benci, dan lebih ekstrem lagi ada juga yang sampai membunuh. Sungguh mengerikan melihat bagaimana kebencian merusak kehidupan. Dari mana datangnya kebencian dalam diri seseorang? Para ahli psikologi mengatakan bahwa kebencian berasal dari rasa takut, amarah atau terluka yang dialami seseorang dalam hidupnya, yang kemudian melahirkan ketidaksukaan dan keinginan untuk melawan atau menentang kehadiran seseorang atau sesuatu karena kehadirannya dilihat sebagai sebuah ancaman.

Demikianlah para imam dan ahli Taurat, baik orang-orang Farisi maupun Saduki, melihat kehadiran Tuhan Yesus di tengah-tengah mereka pada waktu itu. Ya mereka semua melihat kehadiran Tuhan Yesus sebagai sebuah ancaman, yang dapat meruntuhkan semua keyakinan dan tradisi keagamaan yang sudah mereka bangun dan pegang dalam kehidupan mereka selama ini. Mereka takut membayangkan apa yang akan terjadi jika banyak orang kemudian menjadi percaya kepada Yesus dan semua yang diajarkan-Nya. Itu sebabnya kita dapati dalam kitab Injil bagaimana kemudian mereka bersikap terhadap Yesus. Rasa takut membuat mereka membenci Tuhan Yesus dan mendorong mereka untuk merusak reputasi-Nya dengan menjebak Yesus melalui berbagai pertanyaan yang mereka ajukan. Mereka berusaha untuk menangkap, mencelakakan dan bahkan sampai membunuh Dia.

Dalam bacaan kita hari ini kita melihat bagaimana sekelompok ahli Taurat dari golongan Farisi berupaya untuk menjerat Yesus dengan pertanyaan yang mereka ajukan, bahkan mereka sudah merancang jerat itu sedemikian rupa, sehingga mereka juga mengundang dan menghadirkan orang-orang Herodian, yaitu orang-orang yang berpihak pada Raja Herodes. Mereka sudah membayangkan apa yang akan mereka lihat terjadi pada Yesus apabila Ia masuk dalam jerat pertanyaan mereka. Hal bertanya jawab masalah keyakinan agama, tidak mereka tanyakan dengan tulus untuk membawa pertumbuhan iman mereka, melainkan hanya sebagai alat untuk menjerat dan menjatuhkan orang yang mereka takuti, yang mereka pandang sebagai ancaman. Mengapa mereka melakukan hal itu? Karena ada kebencian dalam hati mereka.

Ketika kebencian merasuki hati kita, maka hanya ada hal yang jahat dan merusak, yang akan kita hasilkan dalam hidup kita. Dan bagaimana jika kebencian itu kita biarkan muncul, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan keluarga kita? Kiranya Tuhan menolong kita untuk bisa melihat setiap anggota keluarga kita bukan sebagai ancaman yang menakutkan yang harus kita benci, melainkan sebagai sebuah anugerah yang melaluinya Tuhan dapat membentuk kita, menolong kita untuk terus bertumbuh di dalam Tuhan.

 

LN

Leave a comment