KERAMAHTAMAHAN KEPADA ORANG KECIL

news-thumb1280

Yeremia 28:5-9, Mazmur 89:2-5, 16-19, Roma 6:12-23, Matius 10:40-42

Ramah tamah adalah suatu perilaku atau sifat yang menunjukkan keakraban dan kesediaan untuk menerima atau menyambut orang lain dengan hangat dalam pergaulan. Seseorang yang memiliki keramahtamahan dengan tulus memberikan senyuman atau sapaan kepada orang-orang yang dijumpainya baik yang sudah dikenal maupun belum, memiliki tutur kata yang sopan dan hormat dalam berkomunikasi, dan bersedia mengulurkan tangannya untuk membantu orang-orang yang memerlukan bantuan dengan tanpa pamrih. Dalam bahasa Inggris istilah yang digunakan adalah hospitality, yang dalam penggunaannya seringkali dikaitkan dengan tindakan untuk memberikan perlindungan, makanan-minuman dan persahabatan kepada para pengunjung (visitors) atau tamu (guests) atau orang- orang asing (strangers).

Pada umumnya lebih mudah bagi kita untuk menunjukkan keramahtamahan kepada orang-orang yang sudah kita kenal dengan baik, terlebih lagi terhadap mereka yang kita kenal suka berbuat baik kepada kita. Sebaliknya akan sulit bagi kita untuk menunjukkan keramahtamahan terhadap orang-orang yang tidak kita kenal (orang asing) atau orang-orang yang kita kenal sebagai orang yang tidak baik. Seringkali lebih mudah bagi kita untuk bersikap ramah dan sopan terhadap orang-orang yang berpenampilan rapih dan mewah, sebaliknya sulit bagi kita untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang-orang dengan penampilan yang berantakan dan terkesan lusuh yang menghampiri kita. Keramahtamahan kita hanya kita tunjukkan kepada orang-orang yang menurut kita pantas untuk mendapatkannya. Kita lupa bahwa kita telah mendapat rahmat dan kemurahan dari Allah, bagaimana Ia berkenan menyatakan keramahtamahan-Nya kepada kita dengan menyambut dan memberikan perlindungan-Nya, bahkan ketika kita masih menjadi seteru Allah (Roma 5:6-8).

Dalam Matius 10:40-42, keramahtamahan ditunjukkan dengan kesediaan menyambut dan memberi bantuan yang diperlukan oleh orang asing atau tamu yang datang kepada kita. Ketika Tuhan Yesus mengutus para rasul ke dalam dunia, mereka menjadi orang asing bagi dunia yang belum mengenal dan menerima-Nya. Keadaan para rasul itu digambarkan oleh Tuhan Yesus seperti (seekor) domba yang diutus ke tengah-tengah kawanan (sekelompok) serigala (Matius 10:16), begitu kecil, lemah dan tidak berdaya. Setiap orang, siapapun mereka, yang bersedia menyatakan keramahtamahan kepada rasul-rasul itu dengan menyambut mereka dan memberikan apa yang mereka perlu, sekalipun hanya secangkir air putih, disebutkan oleh Tuhan bahwa ia tidak akan kehilangan upahnya. Tuhan berkenan terhadap keramahtamahan yang mereka nyatakan. Sekecil apapun keramahtamahan yang mereka tunjukkan, mereka akan mendapat upahnya dari Tuhan.

Sebagai murid Kristus, kita tidak dipanggil hanya untuk mengecap keramahtamahan dari orang-orang yang menerima Tuhan melalui kehadiran kita. Justru Tuhan memanggil kita untuk menyatakan keramahtamahan Tuhan kepada setiap orang, baik kepada mereka yang lemah lembut dan siap menyambut kehadiran Tuhan melalui kehadiran kita, maupun kepada mereka yang keras hati, sehingga tidak mau menerima kita dan tidak ramah terhadap kita. Tuhan memanggil kita untuk menyatakan keramahtamahan kita tidak hanya kepada orang-orang besar, terhormat dan terpandang, tetapi juga kepada orang-orang kecil, hina dan tersisih.

Pada hari Penghakiman, ketika kita semua harus mempertanggungjawabkan hidup kita di hadapan Tuhan, Tuhan akan menyatakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan untuk setiap saudara, yang paling hina sekalipun, berarti kita telah melakukannya untuk Tuhan. Dan segala sesuatu yang tidak kita lakukan kepada salah seorang saudara kita yang paling hina, berarti kita tidak melakukannya juga untuk Tuhan (Matius 25:40,45). Jika kita ingin menyatakan keramahtamahan kita terhadap Allah, maka kita dipanggil untuk menyatakannya kepada setiap orang yang kita jumpai dalam hidup kita, kepada atasan atau bawahan, kepada tuan atau pelayan, kepada si kaya atau si miskin yang ada di sekeliling kita. Kiranya Tuhan menolong kita untuk terus menyatakan keramahtamahan Tuhan kepada dunia. Amin!

LN

Leave a comment