KEPEKAAN SEBAGAI PINTU MASUK MEMBERITAKAN INJIL

news-thumb1280

2 RAJA-RAJA 5 : 1-25

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, dan apabila penyakit itu menyerang, maka ingin secepatnya sembuh, segala upaya akan diusahakan untuk kesembuhan itu, rela mengeluarkan biaya yang mahal, walaupun harus menempuh jarak yang jauh, dan apabila diharuskan memakan makanan yang paling tidak disukai-pun akan dilakukan demi datangnya kesembuhan.

Secara psikologis, seseorang yang sedang dalam kesulitan dan kesedihan dengan penyakitnya lebih mudah untuk di Injili dikarenakan mereka membutuhkan pertolongan dan juga pegangan hidup dalam penderitaan yang sedang dialami, seorang penginjil harus peka dalam pemberitaan Injil yang akan disampaikan.

Biasanya, apabila seseorang sudah sembuh dari penyakitnya, yang paling di ingat adalah obatnya atau orang yang dekat atau yang telah menyembuhkan, bisa saja orang itu adalah saudaranya, kerabatnya, bawahannya, atasannya atau orang-orang yang baru dikenal, oleh karena itu sangat besar peluang untuk memberitakan Injil kepada orang tersebut.

Bacaan Firman Tuhan diatas, menceritakan tentang Naaman, seorang pahlawan, panglima perang kerajaan Aram yang kena penyakit kusta. TUHAN, Allah Israel akhirnya memberi kesembuhan bagi Naaman. TUHAN memakai banyak orang untuk memberikan kesembuhan itu, seperti:  seorang anak perempuan tawanan yang menjadi pelayan di rumah Naaman, isteri Naaman, Raja Aram, Raja Israel, Elisa, Gehazi (Pembantu Elisa) dan pegawai-pegawai Naaman. Tuhan bisa bekerja melalui siapa saja dalam memberitakan Injil atau kasih Allah kepada orang-orang yang sedang dalam kesulitan hidup: Penyakit, Perceraian, Ekonomi dan sebagainya.

ANAK PEREMPUAN TAWANAN (tak bernama)

Perempuan yang bekerja untuk istri Naaman, mengatakan: “sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya”, walaupun perempuan ini budak tawanan, dia tidak melakukan hal yang jelek kepada Naaman di tengah penderitaan penyakit, seperti: “Mensyukuri/menghina” penyakit yang memalukan, menular, disebut kutukan serta seharusnya diasingkan ini, yaitu penyakit  Kusta, tetapi apa yang dilakukan oleh gadis itu adalah memberitahukan bahwa ada harapan di tanah Israel, dia mengalahkan semua naluri alamiahnya sebagai orang Israel yang tertawan, dia menjadi PEMBERITA INJIL, perhatikan bahwa gadis ini tidak sekedar mengatakan bahwa ada nabi yang bisa menyembuhkan di tanah Israel, tetapi ada TUHAN ALLAH yang hidup yang mengalahkan semua kuasa penyakit.

RAJA ARAM

Sekalipun kedudukan Raja Aram tinggi namun ia masih memperhatikan permasalahan orang-orang yang ada dibawahnya. Ini merupakan tipe pemimpin yang bijaksana yang tidak hanya mementingkan kepentingannya sendiri, bisa saja Raja Aram mengangkat orang lain menjadi panglimanya untuk menggantikan Naaman namun hal ini tidak dilakukannya

RAJA ISRAEL

Setelah Raja Aram bersurat kepada Raja Israel untuk menolong Naaman dan membaca surat yang dikirim, maka Raja Israel mengoyakkan pakaiannya untuk membuktikan bahwa dia tidak layak untuk menyembuhkan Naaman dari penyakit yang sedang dideritanya, dan Raja Israel menyadari bahwa hanya TUHAN saja yang dapat mengangkat penyakit ini. Raja Israel mengakui bahwa kekuasaan TUHAN mutlak dan tidak dapat disamakan dengan kekuasaannya sebagai raja.

NABI ELISA DAN PEGAWAI-PEGAWAI NAAMAN

Setelah mendengar bahwa Raja Israel mengoyakkan bajunya sebagai tanda penyesalan, maka Nabi Elisa meminta Naaman untuk datang kepadanya, namun Naaman kecewa sekali dengan Nabi Elisa ketika diminta untuk mandi 7 kali di sungai Yordan demi untuk kesembuhannya. Naaman merasakan sebagai suatu penghinaan dikarenakan masih banyak sungai yang bagus. Kemarahan Naaman diredakan oleh pegawai-pegawainya yang mengatakan: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkataan yang sukar kepadamu, bukankah Bapak akan melakukannya?, Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu; mandilah dan engkau akan menjadi tahir”, Naaman mendengarkan perkataan pegawainya dan menuruti perkataan nabi Elisa dan akhirnya ia menjadi tahir.

NAAMAN

Pada awalnya, Naaman tidak percaya TUHAN ALLAH berkuasa memulihkan hidupnya hanya dengan cara mandi di sungai Yordan, sekarang Naaman mengerti bahwa TUHAN ALLAH mampu memulihkan hidupnya dengan cara yang menurutnya tidak masuk akal, dan Naaman bersaksi: “sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada ALLAH kecuali di Israel (ayat 15)” Terpujilah Tuhan.

Kesimpulan dari cerita di atas adalah :

  1. Tuhan dapat memakai siapa-pun tanpa memandang kedudukan atau profesi baik yang rendah maupun yang tinggi, dan profesi kita tidak menjadi penghalang untuk melayani dalam PEMBERITAAN INJIL, dan melalui profesi kita, TUHAN membuka jalan untuk membawa orang lain percaya kepadaNya.
  2. Ada kuasa kesembuhan yang disediakan Tuhan kepada kita, tetapi  kesembuhan yang paling besar adalah ketika seseorang PERCAYA kepadaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan mau meninggalkan dosa, karena penyakit yang paling besar dari semuanya adalah DOSA.
  3. Pahlawan bagi Allah adalah pribadi-pribadi yang mau memberitakan nama-NYA melalui kehidupan kita, dimanapun dan kapanpun kita berada.
  4. Sudahkah kita peka terhadap orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan perhatian, pertolongan, kepastian dalam keselamatan hidup melalui pemberitaan Injil Kristus karena mereka adalah orang-orang yang juga butuh diselamatkan seperti kita yang sudah diselamatkan karena percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Yang Hidup.…  Amin

 

BW

Leave a comment