Kemuliaan Allah pada Wajah Kristus

news-thumb1280

(Markus 9:2-9)

Pada hari Minggu ini, gereja-gereja Protestan merayakan Minggu Transfigurasi. Menurut Merriem Webster Dictionary, transfigurasi adalah (1) a change in form or appearance [suatu perubahan bentuk atau penampakan], juga (2) an exalting, glorifying, or spiritual change [suatu perubahan spiritual yang bersifat meninggikan dan memuliakan].  Transfigurasi ini menunjuk pada peristiwa Yesus ditinggikan dan dimuliakan di atas suatu gunung. Yesus Kristus, yang selama ini dikenal sederhana dan hidup dalam batas kemanusiaan, tiba-tiba menjadi sangat mulia. Kemuliaan itu nyata dalam beberapa hal, seperti disaksikan para murid Yesus:

  1. Tuhan Yesus berubah wajah. Ayat 2 mencatat “Yesus berubah rupa di depan mata mereka”. Menurut catatan Mat 17:2, “…wajah-Nya bercahaya seperti matahari…” Wajah Yesus berubah sangat drastis. Mulianya wajah Yesus digambarkan seperti terangnya matahari. Tidak hanya itu, pakaian-Nya pun menjadi sangat putih dan berkilat-kilat. “Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang (red: mencuci dan menjemur) pakaian seperti itu” (ayat 3). Karena tidak tahan menyaksikan kemuliaan itu, para murid pun menjadi sangat ketakutan.
  1. Penampakan Elia dan Musa bersama dengan Tuhan Yesus. Bagi para murid, kisah tentang Elia dan Musa tentu sudah sangat familiar. Elia adalah nabi yang penuh kuasa, sementara Musa adalah hamba Allah yang sangat berotoritas. Kedua sosok ini tiba-tiba hadir dan berbicara dengan Tuhan Yesus. Kehadiran mereka dari sorga hendak meneguhkan kuasa dan otoritas Tuhan Yesus. Ia melebihi manusia manapun.
  1. Awan dan suara dari sorga. Saat ketakutan meliputi hati para murid, sekonyong-konyong mereka diliputi awan tebal. Mereka tidak dapat melihat apa-apa di dalam awan itu. Namun, mereka mendengar suara yang sangat jelas: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Suara itu berbicara tentang Yesus Kristus. Suara ini datangnya dari Allah Bapa, yang secara terbuka mengakui Yesus sebagai Anak-Nya. Yesus adalah Anak yang sangat dikasihi oleh Bapa. Dalam diri Yesus, semua kehendak dan keinginan Bapa terlaksana dengan sempurna.

Demikianlah beberapa tanda kemuliaan Yesus Kristus. Para murid menyaksikannya secara terbuka.  Pertanyaannya, apa maksud pemuliaan itu bagi murid-murid Tuhan Yesus?

Setelah Allah Bapa menyatakan bahwa “Inilah Anak yang Kukasihi”, Ia juga berkata “…dengarkanlah Dia”. Jadi, tujuan penampakan kemuliaan Tuhan Yesus tersebut adalah agar para murid semakin bersedia mendengarkan Dia. Selama ini para murid mungkin masih ragu apakah Yesus adalah Juruselamat. Mereka juga masih sulit memahami Tuhan Yesus. Ajaran dan sikap Tuhan Yesus sering bertolakbelakang dengan pikiran manusiawi mereka. Namun, melalui peristiwa transfigurasi ini, para murid akan lebih percaya dan mendengar-Nya dengan lebih setia.

Allah ingin kita mendengarkan Yesus Kristus. Mengapa kita harus mendengarkan Dia? Sebab Ia adalah Firman Allah yang hidup. Dia adalah kebenaran. Mendengarkan Yesus berarti menerima kebenaran-Nya sebagai pedoman hidup kita. Kemuliaan hidup hanya mungkin kita alami saat kita  menyambut ajaran dan teladan Yesus Kristus. Oleh karena itu, marilah kita semakin percaya kepada-Nya dan semakin menghidupi ajaran dan kasih-Nya dalam hidup kita sehari-hari. Tuhan memberkati.

                                                                                                                                                                                                MM

Leave a comment