KELUARGAKU ADALAH KEBUN ANGGUR-NYA

WhatsApp Image 2020-09-30 at 07.10.10

(Yesaya 5:1-7, Mazmur 80:8-16, Filipi 3:4-14, Matius 21:33-46)

Dalam soundtrack film Keluarga Cemara, “Harta Berharga” terdapat penggalan syair berikut ini: “Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga…” Melalui lagu dan juga cerita film Keluarga Cemara, penonton diajak untuk melihat betapa penting dan berharganya keluarga yang kita miliki. Setiap anggotanya memang bukan orang  sempurna, dan kondisi yang harus dihadapi dalam kehidupan keluarga juga tidak selalu ideal untuk dihidupi. Tetapi bagaimanapun keadaannya, keluarga adalah harta yang berharga yang harus terus dijaga keutuhannya. Pesan yang dulu pernah disampaikan kepada banyak orang di jamannya melalui film Keluarga Cemara, sepertinya sangat dibutuhkan oleh banyak keluarga yang sedang berjuang menghadapi krisis karena pandemi covid-19 saat ini.

Di tengah krisis yang dihadapi oleh banyak keluarga pada hari ini, tidak sedikit orang yang melihat dirinya dan hidupnya jauh lebih berharga daripada keberadaan keluarganya. Sehingga banyak di antara mereka yang lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri, meskipun harus menghancurkan kehidupan keluarganya, daripada berjuang bersama semua anggota keluarga untuk mengatasi situasi sulit yang harus dihadapi. Itu sebabnya tingkat perceraian saat ini jadi semakin tinggi. Nilai keluarga sebagai harta yang paling berharga, indah dan bermakna tidak ada lagi, digantikan oleh keegoisan dan kepentingan diri sendiri. Dalam situasi seperti inilah gereja hadir hari ini. Dalam rangka pembukaan bulan keluarga di gereja kita, tema yang kita angkat hari ini adalah “Keluargaku adalah Kebun anggur-Nya”. Melalui tema ini kita semua diajak untuk kembali melihat maksud dan tujuan Tuhan mempersatukan kita dalam sebuah keluarga, masing-masing dengan segala keunikan, kekurangan dan kelebihan kita. Apa yang dikehendaki Tuhan melalui keberadaan kita di tengah keluarga kita?

Nabi Yesaya, dalam Yesaya 5:7 menyampaikan kepada bangsa Israel, kepada masing-masing keluarga keturunan Yakub, bagaimana Tuhan memandang mereka dan keluarga mereka masing-masing begitu berharga. Mereka diumpamakan seperti kebun anggur kepunyaan Tuhan, tanaman kegemaran Tuhan. Sebagai Pemilik kebun anggur, Tuhan digambarkan sebagai pemilik yang sangat bertaggung jawab. Semua proses penanaman, mulai  dari pemilihan bibit, pemilihan lahan, pembersihan tanah dan berbagai persiapan lainnya, sampai proses panen dan pengolahan hasil kebun anggur telah disiapkan dengan baik. Tuhan, sang Pemilik kebun anggur berharap kebun anggurnya dapat menghasilkan buah yang baik yang menyukakan hati-Nya setelah semua usaha dan jerih lelah yang dilakukan-Nya. Tuhan menantikan buah yang baik dari setiap batang pohon anggur dalam kebun anggur-Nya.

Malelui tema Keluargaku adalah kebun anggur-Nya, maka ada dua pesan yang mau Tuhan nyatakan pada kita hari ini. Yang pertama adalah Tuhan mau mengingatkan setiap kita bahwa Ia sebagai pemilik dan pengusaha kebun anggur pasti akan menjaga dan merawat setiap kita, kebun anggur-Nya, dengan baik. Sekalipun ada kondisi dan situasi sukar, Tuhan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Bersandarlah kepada-Nya! Kedua, Tuhan mau mengingatkan setiap kita bahwa Ia sebagai pemilik dan pengusaha kebun anggur, menantikan hasil yang baik dari keberadaan setiap keluarga kita, keberadaan setiap kita. Dalam keluarga, kita punya peran dan fungsi yang berbeda-beda, tetapi semua kita akan untuk saling dukung sehingga sebagai satu kesatuan kebun anggur Tuhan, kita dapat menghasilkan buah yang baik, yang berguna dan yang menyukakan hati Tuhan. Muliakanlah Dia!

LN

Leave a comment