KELUARGA YANG MEMAHAMI FIRMAN

IMG-20201024-WA0006

(Matius 22: 34-46)

Adi sempat tidak mau lagi datang ke sekolah barunya, masalahnya dia adalah siswa Kristen satu-satunya di sekolah itu. Teman-temannya suka mengejeknya dan mengolok-olok Tuhan Yesus yang dipercaya Adi sebagai Juruselamat dan Tuhannya. Adi mengaku sebagai orang Kristen baru, yang masih sangat muda, ia belum banyak mengenal dan memahami kebenaran tentang Kristus Yesus, Tuhannya. Baru beberapa bulan sebelum tahun ajaran baru dimulai, ia dan keluarganya mengaku percaya dan dibaptis, menjadi pengikut Kristus. Pendeta yang melayani Adi dan keluarganya bisa memahami kesulitan yang Adi dan keluarganya alami sebagai petobat baru yang tinggal di lingkungan yang mayoritas berbeda dengan imannya dengan mereka. Menyadari kondisi yang dialami para petobat baru ini, Bapak Pendeta tetap memberikan pengajaran dan pembinaan iman bagi mereka setelah mereka dibaptis.

Melalui pembinaan yang dilakukan, Bapak Pendeta menolong mereka memahami firman Tuhan dengan benar, sehingga mereka dapat mengenal Tuhan Yesus dengan lebih baik. Dan apa dampaknya bagi iman dan kehidupan mereka? Hidup mereka berubah, mereka tidak hanya jadi orang yang asal menjadi pengikut Kristus, tetapi benar-benar mengikut Kristus di seluruh hidup mereka. Bagi Adi sendiri, setelah sedikit lebih kenal dan paham tentang iman Kristen, ia tidak takut lagi untuk datang ke sekolah. Ia siap memberi jawab jika ada teman-teman yang bertanya tenang imannya. Ia tahu mereka mengejek dan mengolok-olok Tuhan Yesus karena mereka tidak mengenal Dia. Jika ada di antara mereka yang mengolok-olok Tuhan Yesus, sekarang Adi dapat melihat hal itu sebagai kesempatan untuk bersaksi, menceritakan siapa Tuhan Yesus dan mengapa Ia mati disalib.

Pertanyaan dan olok-olok tentang iman Kristen, sesungguhnya tidak hanya dihadapi dan dialami oleh Adi dan kita saat ini. Jauh sebelum kita, Alkitab mencatat bahwa para ahli Taurat, baik kelompok orang Farisi maupun Saduki juga banyak mengolok-olok Yesus dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan bodoh untuk menjebak dan menjatuhkan Tuhan Yesus. Tetapi dengan penuh hikmat, karena memahami kebenaran Firman dengan tepat, Tuhan Yesus selalu dapat memberi jawaban yang tepat kepada mereka, sehingga dengan itu Ia membungkam mereka semua. Dalam bacaan kita hari ini, secara khusus kita dapat melihat ternyata Tuhan Yesus tidak hanya diam menunggu orang-orang yang tidak percaya itu datang bertanya kepada-Nya. Dalam ayat 41-46, kita melihat bagaimana Tuhan Yesus juga membuat orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya melihat kedegilan hati mereka dengan mengajukan pertanyaan kepada mereka, yang membuat mereka mau tidak mau harus mengakui bahwa Yesus adalah Sang Mesias atau mereka harus bungkam.

Dengan memahami firman Tuhan, kita dapat memberi jawaban kepada setiap orang yang menuntut pertanggungjawaban iman kita. Bahkan kitapun bisa menolong mereka untuk melihat bahwa kebenaran yang Allah nyatakan melalui firman-Nya adalah kebenaran yang tidak dapat ditolak dan dipungkiri oleh mereka. Karena itu bapak, ibu serta saudara sekalian jangan pernah berhenti membaca firman Tuhan. Jangan pernah berhenti untuk belajar memahami firman Tuhan, jangan enggan ikut pendalaman Alkitab ataupun pembinaan-pembinaan, semua itu akan menolong kita menjadi pribadi yang lebih memahami firman Tuhan. Dan satu lagi, jangan hanya mewariskan iman Kristen kepada anak-anak ataupun generasi di bawah kita, tolonglah mereka untuk dapat memiliki pemahaman yang benar tentang iman Kristen, sehingga iman itu bukan hanya warisan, tetapi benar-benar menjadi bagian hidup mereka. Kiranya Tuhan menolong kita membawa keluarga kita menjadi keluarga yang memahami firman Tuhan, percaya kepada Tuhan dan berani bersaksi tentang Tuhan. Amin.

LN

Leave a comment