KELUARGA SEHATI

IMG-20201010-WA0000

(Filipi 4:1-9)

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas dua orang atau lebih (yang berperan sebagai kepala dan anggota keluarga), yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat atau komunitas, memiliki relasi dan saling berinteraksi satu dengan yang lain. Relasi antar anggota dalam keluarga adalah relasi yang sangat dekat dan berlangsung terus menerus untuk waktu yang panjang. Dalam relasi antar manusia secara umum konflik, percekcokan, perselisihan dan pertentangan dilihat sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena adanya perbedaan pendapat atau pandangan antar individu. Demikian juga dalam relasi antar anggota kehidupan keluarga, hadirnya konflik adalah hal yang biasa, karena meskipun sudah menjadi satu keluarga, setiap anggota tetap memiliki kepribadian dan cara pandang yang berbeda satu dengan yang lainnya. Komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan dan keterbukaan di antara anggota keluarga membuat perbedaan kepribadian dan cara pandang menjadi sumber konflik dalam keluarga. Sekalipun konflik adalah hal yang biasa dan wajar ada dalam kehidupan keluarga, jika tidak ditangani dan diselesaikan dengan baik konflik dapat membuat kehidupan keluarga menjadi tidak harmonis.

Dalam kehidupan keluarga Allah yang disebut gereja, Rasul Paulus juga mendapati adanya pertentangan, perselisihan dan percekcokan, yang membuat kehidupan dalam gereja tidak dapat menjadi berkat dan kesaksian bagi dunia, malah menjadi batu sandungan bagi banyak orang yang lemah imannya. Paulus tahu konflik adalah hal yang wajar dan bisa terjadi, mengingat dalam gereja orang datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Tetapi tidak berarti bahwa konflik harus selalu ada di engah-tengah kehidupan gereja. Dalam Filipi 4:1-9, Rasul Paulus menasihati agar orang-orang yang berkonflik belajar untuk dapat lebih sehati. Euodia dan Sinthike adalah dua orang aktivis di tengah-tengah jemaat Filipi. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan dan sama-sama ingin melakukan dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Hanya saja mereka memiliki cara pandang yang berbeda satu sama lain, dan masing-masing mereka bersikeras mempertahankan pendapatnya sendiri, tidak ada kesediaan untuk mendengar dan memahami pendapat dan cara pandang yang lain.

Rasul Paulus menasihati mereka yang berkonflik dapat berupaya untuk bisa sehati sepikir dalam Tuhan. Dan orang-orang yang ada di luar perselisihan Euodia dan Sintikhe diminta untuk tidak ikut-ikutan berpihak pada salah satu di antara mereka, hal itu hanya akan memperburuk keadaan. Yang harus dilakukan oleh orang-orang yang tidak terlibat dalam perselisihan adalah berusaha menolong agar orang-orang yang berkonflik bisa segera berdamai dan menemukan jalan untuk sehati sepikir. Karena itu, mereka yang berada di luar konflik dipanggil oleh Paulus untuk menjadi jembatan atau perantara yang dapat menjembatani perbedaan yang ada dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Dengan demikian ketegangan karena konflik dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik.

Dalam tema bulan keluarga Minggu ini kita diajak untuk melihat bahwa konflik adalah hal yang biasa dan wajar saja terjadi dalam kehidupan keluarga kita. Meskipun demikian, tidak berarti keluarga harus terus menerus hidup dalam ketegangan karena konflik. Keluarga kita tidak pernah dirancang untuk hidup dalam konflik, melainkan untuk hidup sehati dan sepikir di dalam Tuhan. Bagaimana kita mewujudkannya? Firman Tuhan berkata: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu. Amin!

LN

Leave a comment