Kelahiran-Nya Melegakan Jiwa

WhatsApp Image 2020-12-26 at 09.09.12

Lukas 2:22-35

“Akhirnya!” Kata ini biasanya yang langsung terucap ketika sosok atau suatu barang yang kita nanti-nantikan akhirnya datang. Kata ini yang mungkin juga tersirat dalam benak Simeon ketika ia melihat anak Yesus. Simeon adalah tokoh khas yang tiba-tiba muncul dalam Lukas 2. Ia tinggal di Yerusalem dan ia adalah seorang yang saleh dan benar. Ia adalah seorang yang benar di hadapan Allah, baik dalam hati maupun tindakan. Ia melakukan segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan setia.

Simeon menantikan penghiburan bagi Israel dan Ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ayat 27 mencatat, “Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,” Dalam pimpinan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah dan hari itu ‘akhirnya’ ia berjumpa dengan Mesias yang dinanti-nantikannya.  Hari itu Maria dan Yusuf melaksanakan hukum Taurat dengan membawa Yesus yang masih kanak-kanak untuk diserahkan kepada Tuhan. Mereka membawa persembahan bagi Tuhan yaitu sepasang burung tekukur dan dua ekor anak burung merpati. Dari sini kita melihat bahwa keluarga Yusuf dan Maria termasuk dalam golongan miskin.

Ketika melihat anak Yesus, ia segera menyambut dan menatangnya sambil memuji Allah. Menatang artinya mengangkat anak Yesus dengan hati-hati di atas telapak tangannya. Ia berkata, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Perjumpaan Simeon dengan Mesias memberikan kepadanya kelegaan dalam menghadapi kefanaanya. Ia menghadapi kematian bukan dengan keputusasaan melainkan dalam damai sejahtera dan pengharapan. Kematian dan kehidupan seperti dua sisi koin yang selalu hadir bersamaan. Meskipun demikian, tidak mudah bagi mereka yang hidup untuk menghadapi kematian. Di dalam Kristus yang lahir, kematian tidak lagi dilihat sebagai fase yang mengerikan tetapi dihadapi dalam kelegaan dan damai sejahtera. Seperti yang dirangkum dalam Wahyu 14:13, “Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Mesias yang telah lahir bagi kita membuat kematian tidak lagi dihadapi dalam ketakutan, melainkan dalam sebuah perspektif yang baru yaitu dengan damai sejahtera dan pengharapan dalam Tuhan. Kematian sekalipun tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah, ”Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 8:38-39). Kefanaan, kerapuhan kita direngkuh oleh Tuhan sehingga kita dapat menghadapinya dalam kelegaan. Oleh karena itu, jalani kehidupan saat ini dengan penuh pengharapan dan kerjakan panggilan kita dengan baik!

Hari ini adalah minggu natal pertama dan biasanya keluarga menggunakan momen ini untuk berkumpul dan bersukacita bersama. Di sisi lain pada momen berkumpul seperti ini kita menjadi saksi kepergian anggota keluarga. Kita mengingat kepergian anggota keluarga yang sudah tidak lagi ada bersama dengan kita. Hal seperti ini tidak bisa dihindari. Maka tidak jarang ada keluarga yang merasakan dukacita di tengah sukacita natal. Saat ini bisa jadi perasaan itu menghinggapi beberapa keluarga di GKI Perniagaan. Maka bagi saudara, kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagimu. Ia yang lahir ada bersamamu dan memberimu damai sejahtera. Di dalam Kristus yang lahir, mati dan bangkit, mereka yang meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Tuhan, Sang Gembala kita, mengasihimu dengan kasih yang berlimpah-limpah. Amin.

DRS

Leave a comment