Keberanian Menjalani Hidup

10 mei

Yohanes 14:1-14

Rasa takut adalah perasaan yang natural yang dimiliki oleh semua manusia. Manusia takut teroris, takut lapar, takut sakit, takut miskin, takut gempa bumi, takut perang dan tindakan kejahatan lain (pemerkosaan, begal, rampok, dsb). Pada saat ini kita dihadapi ketakutan-ketakutan yang disebabkan salah satunya karena pandemi Corona. Namun apa yang menjadi ketakutan terbesar manusia adalah kematian. Kata “takut” pertama kali disampaikan di Kejadian 3:10 dalam pengakuan Adam bahwa: Dia menjadi takut karena ia telanjang dan bersembunyi ketika Allah berada dalam taman. Ketakutan yang disampaikan tersebut adalah takut natural yang timbul dari keberdosaan yang ujungnya adalah kematian. Namun bagaimana seharusnya orang Kristen hidup untuk tetap “berani menjalani hidup” walaupun ada bahaya yang mungkin menghadang di depan? Yesus memberikan jawabannya “percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (Yoh. 14:1). Bagaimana Yesus menguatkan murid-murid dan kita sebagai orang percaya untuk tidak gelisah/takut dan tetap percaya kepada Tuhan? Yaitu karena:

  1. Di rumah Bapa banyak tempat tinggal dan Yesus menyediakan tempat di Rumah Bapa (ay. 2-3). Para murid pada saat itu merasa takut dan gelisah karena Yesus akan pergi (Yoh. 13: 31-37). Kemudian Yesus memberikan penguatan kepada mereka dengan mengatakan “Janganlah gelisah hatimu; percaya­lahkepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal” (14:1-2). Penguatan seperti apa yang dimaksudkan Yesus? Mengapa Yesus mengatakan tentang rumah Bapa? Penghiburan yang Yesus nyatakan adalah penghiburan yang kekal bukan yang sementara. Jadi yang seharusnya menjadi penghiburan terbesar orang percaya adalah janji Yesus akan kehidupan kekal dengan menyediakan tempat bagi orang percaya di rumah Bapa di surga. Ketakutan terbesar manusia dikalahkan oleh pengharapan terbesar dalam Yesus yang memberikan kita hidup yang Kekal.
  2. Yesus menyediakan jalan untuk menuju ke Rumah Bapa bagi kita sebagai orang percaya (ay. 4-6). Jalan yang disediakan Yesus untuk menuju ke rumah Bapa adalah diri-Nya sendiri. Yesus mengatakan “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (ay. 6). Kalimat ini memberikan orang percaya keyakinan dan penegasan bahwa Yesus sendirilah yang adalah jalan itu sehingga kita bisa menuju kepada rumah Bapa yang menjadi pengharapan terbesar kita. Jadi dengan hidup percaya kepada Yesus sang Juruselamat harusnya membuat kita hidup dalam sukacita dan bersyukur selalu sehingga kita mampu dan berani menjalani hidup di situasi apapun. Selain itu keberanian kita menjalani hidup karena kita memiliki hal yang dijelaskan dalam poin ketiga di bawah ini, bahwa:
  3. Jaminan dan harapan hidup kita adalah di dalam Yesus (ay. 13-14). Yesus meminta murid dan termasuk kita untuk percaya kepada-Nya karena “Aku (Yesus) di dalam Bapa dan Bapa dalam Aku” (ay. 10, 11). Artinya kita harus percaya dalam anugerah-Nya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Bahkan Yesus memberikan kita harapan dan jaminan hidup. Yesus mengatakan “apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (ay. 13-14). Akan tetapi kalimat tersebut jangan diartikan bahwa Yesus akan mengabulkan segala permintaan kita karena jelas Yesus mengatakan “Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” Jadi jawaban dari harapan kita yang dikabulkan Yesus adalah yang memuliakan Bapa di dalam Anak. Artinya Tuhan Yesus akan memberikan yang terbaik dalam kehidupan orang percaya dalam situasi apapun.

Yesus juga mengatakan bahwa “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan” (ay. 12) yaitu tindakan yang memuliakan Tuhan. Jadi untuk menjalani hidup dengan keberanian adalah hidup yang percaya kepada Yesus Kristus yang memberikan pengharapan dan hidup yang kekal serta hidup memuliakan Tuhan. Tindakan apa yang menjadi aplikasi kita dalam merenungkan firman Tuhan kali ini?

a. Hidup saling mengasihi seperti yang dikatakan Yesus “saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling meng­asihi.Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (13:34-35). Jadi mari hidup saling mengasihi di tengah situasi pandemi Corona ini. Mulai saling menolong dan saling memperhatikan bagi orang yang membutuhkan pertolongan. Sehingga kita sama-sama dapat menjalani hidup dengan berani karena Yesus beserta kita.

b. Hidup yang terus berharap dan percaya kepada Yesus. Yesus memberikan kita hidup yang kekal dan jaminan serta harapan hidup. Maka dari itu teruslah berharap dan percaya kepada-Nya. Kiranya kita diberikan anugerah sukacita dan keberanian untuk menjalani hidup oleh Tuhan.

         WAS-William Andreas Sitinjak

Leave a comment