Kebangkitan Yesus Menghadirkan Kehidupan

news-thumb1280

Lukas 24:1-12

“Akhirnya selesai juga!” “Syukurlah semua berjalan aman!” “Sudah selesai. Semua berjalan lancar!” Demikian respon beberapa orang pasca pemilu tanggal 17 April lalu. Orang-orang merasa lega. Masyarakat senang pemilu berjalan aman dan tenang. Isu-isu buruk yang sempat muncul tidak terjadi sama sekali. Isu keributan dan kerusuhan hanyalah omong kosong. Padahal, banyak orang keburu was-was dan ketar-ketir. Namun, lancarnya pemilu telah membuat rakyat tenang. Semoga tidak ada provokasi lagi. Saatnya bekerja membangun Indonesia yang lebih maju dan damai.

Bagi orang Kristen Indonesia, kebahagiaannya menjadi berlipat ganda. Pasca pemilu, orang Kristen juga merayakan momen besar Paskah. Paskah mulanya adalah hari raya orang Yahudi untuk memperingati pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir. Akan tetapi, di dalam Yesus Kristus, Paskah mendapat makna baru. Paskah menjadi hari kebangkitan Yesus. Yesus telah masuk ke dalam kematian, namun Ia melewati-Nya, lalu bangkit. Ia tidak berdiam di sana. Maut tidak berkuasa atas-Nya. Yesus justru telah mengalahkan maut. Ia hidup. Dan, kehidupan-Nya menjadi jaminan hidup kekal bagi siapapun yang percaya kepada-Nya.

Penginjil Lukas menceritakan kisah kebangkitan ini dengan jelas. Pagi-pagi benar pada hari Minggu itu, para murid perempuan pergi ke kubur Yesus. Mereka membawa rempah-rempah untuk jenazah Guru mereka. Artinya, para perempuan ini memiliki kesadaran bahwa Yesus masih ada di dalam kubur. Mereka yakin itu. Kita membayangkan bagaimana mereka berjalan dengan hati berduka, langkah lesu dan semangat yang pupus. Mereka juga sangat ketakutan, hingga mereka memilih untuk pergi pada waktu “pagi-pagi benar”.

Sesampainya di kubur, mereka terkejut. Mulut kubur terbuka. Tutupnya telah terguling. Mereka lalu masuk ke dalam. Mayat Yesus tidak ada di sana. Tiba-tiba, malaikat Tuhan nampak. Pakaian mereka berkilau-kilauan. Para perempuan semakin ketakutan, hingga mereka hanya bisa menundukkan kepala. Kedua malaikat itu lalu menyampaikan berita besar. Pertama, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit” (ay 5- 6). Malaikat itu menegaskan bahwa para perempuan mencari Yesus di tempat yang salah. Kuburan bukanlah tempat Yesus. Ia hanya sekejap saja di sana. Ia telah bangkit dan hidup kembali. Kedua, malaikat itu mengingatkan para perempuan terkait perkataan Tuhan Yesus sebelumnya, “Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga” (ay 7). Para murid nampak melupakan perkataan itu. Atau, mereka sama sekali tidak pernah mengerti. Akan tetapi, para malaikat menegaskan bahwa setiap perkataan Yesus adalah kebenaran. Semua itu layak dipercaya, dipegang dan diimani.

Setelah para perempuan mendengar berita itu, mereka tersadar. Mereka mulai mengerti mengapa Yesus tidak ada di kubur. Ia telah bangkit. Hati mereka pun berubah. Penginjil Matius bahkan mencatat, “mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitakannya kepada murid-murid Yesus” (Mat 28:8). Semula mereka ke kubur dengan hati lesu, namun mereka pulang dengan sukacita besar. Semula mereka pergi dengan langkah lemah, namun pulang dengan berlari cepat-cepat. Mereka pergi dengan putus asa, pulang dengan harapan baru. Kebangkitan Yesus telah mengubah kedukaan menjadi kemenangan. Ada kehidupan baru yang hadir dalam diri murid-murid.

Sebagai murid Kristus, kebangkitan Kristus harus menghadirkan pembaruan baik bagi diri kita sendiri maupun bagi dunia di sekitar kita. Dunia ini masih penuh suasana kematian. Hoaks merajalela membungkam kebenaran. Kekerasan dan diskriminasi mengubur ketidakadilan. Persaingan kotor membunuh akal sehat. Demikian juga egoisme dan individualisme perlahan membekukan dan mematikan kasih dan kebaikan dalam hati manusia.

Itulah sebabnya, kita harus bangkit dalam semangat kebangkitan Kristus. Kita harus bangkit untuk menegakkan kembali firman Allah. Kita harus bangkit untuk menegakkan kasih sebagai dasar hidup yang paling utama. Kita harus bangkit untuk menumbuhkan pengharapan dan sukacita atas orang-orang yang putus asa. Kita harus memperjuangkan keselamatan sesama kita, sehingga hidup mereka tidak lagi dikuasai oleh dosa dan kesia-siaan. Sebaliknya, hidup mereka dikuasai oleh kasih dan anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Selamat Paskah. Tuhan memberkati kita. Amin.

MM

Leave a comment