Kata-kata yang Indah

news-thumb1280

Lukas 4:21-30

“Kata-kata yang indah” atau khotbah yang indah biasanya kita nilai dari seberapa “mengena” atau menjawab kebutuhan kita. Kecenderungan orang suka dengan pesan yang positif yang menguatkan, membuat merasa berharga, pesan akan janji penyertaan Tuhan dan sebagainya, namun sedikit orang yang suka mendengar kritikan, teguran keras, ajaran, didikan. Pada saat kita mendengar kritikan, kecenderungan diri kita adalah bertahan (self defense) dan berusaha membela diri. Bahkan ketika kita dikritik atau ditegur secara keras kita malah ingin menyerang balik orang yang menegur kita tersebut. Hal-hal yang disebutkan di atas juga dialami oleh orang-orang yang ada di dalam rumah ibadat di Nazaret ketika mendengar khotbah yang disampaikan Yesus. Yesus pergi ke Nazaret tempat Ia dibesarkan (4:16) dan Ia membaca firman Tuhan dari kitab Yesaya dan berkhotbah di sana (4:17-27). Ketika mendengar khotbah Yesus, maka marahlah semua orang yang ada di rumah ibadat tersebut (4:28-29). Pertanyaannya mengapa mereka menjadi marah kepada Yesus yang berkhotbah kepada mereka? Jawabannya adalah karena khotbah Yesus ini sedang menyindir dan menegur orang banyak tersebut dalam rumah ibadat.

Sebenarnya apa yang Yesus sampaikan sehingga orang banyak itu menjadi marah? Pertama, Yesus menyatakan akan otoritas ilahi yang ada pada-Nya (Mesias) (4:18, 21). Maka dari itu ada yang berkata: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” (4:22). Pertanyaan ini menunjukkan kebingungan besar dari mereka karena Yusuf mereka kenal sebagai tukang kayu. Kedua, Yesus menegur kebebalan orang Yahudi yang menganggap keselamatan itu hanya milik mereka.

Yesus mengutip bagian Perjanjian Lama yang menyatakan bahwa bangsa lain juga diselamatkan. Perempuan janda di Sarfat (4:26), Naaman yang pulih dari sakit kusta (4:27). Kedua hal inilah yang membuat orang di rumah ibadat ini marah besar sampai ingin melemparkan Yesus ke tebing. Mereka menolak yang difirmankan kepada mereka. Mereka menolak otoritas Yesus. Mereka ingin mendengar khotbah atau perkataan yang mereka sudah mengerti dan menyenangkan hati mereka. Mereka tidak mau menerima sesuatu yang berbeda dari pemikiran mereka, walaupun yang disampaikan Yesus adalah kebenaran.

Bapak-ibu saudara sekalian, firman Tuhan adalah ya dan amin bahkan dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Kiranya kita menjadikan firman Tuhan yang kita renungkan setiap waktu sebagai “kata-kata indah” dari Tuhan yang bermanfaat untuk mendidik, mengajar, menegur kita walaupun terkadang dengan keras Tuhan menegur kita. Yang kita perlu sadari adalah Tuhan pasti tahu yang terbaik untuk umat-Nya. Jadikanlah Tuhan sebagai Tuhan yang hidup di dalam kehidupan kita. Jadikanlah firman Tuhan yang kita baca dan renungkan menjadi pesan kasih yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita, baik itu janji-janji-Nya, kasih-Nya dan teguran keras sekalipun.

WA

Leave a comment