HIDUP MEMBERI DIRI

news-thumb1280

(Yesaya 53:4-12, Mazmur 91:9-16, Ibrani 5:1-10, Markus 10:35-45)

Kebanyakan orang senang diperlakukan secara istimewa dan diutamakan. Perlakuan tersebut membuat mereka merasa diri terhormat dan berharga, tidak seperti kebanyakan orang lain yang diperlakukan sebagai orang rata-rata. Demi untuk mendapat perlakuan istimewa dan utama, tidak sedikit orang yang rela membayar harga, mereka berusaha untuk menunjukkan dan menyatakan keunggulan dan keutamaan mereka, menegaskan bahwa mereka memang berbeda dan pantas diperlakukan istimewa, sehingga semangat yang dikembangkan dan diberlakukan dalam hidup bersama adalah semangat untuk bersaing, mengalahkan yang lain dan menjadi yang terutama.

Yakobus, Yohanes dan Simon Petrus adalah tiga murid yang paling dekat dengan Tuhan Yesus, mereka selalu diikutsertakan dalam beberapa peristiwa penting Markus 5:37, 9:2, 14:33). Tidak heran jika Yakobus dan Yohanes merasa bahwa mereka memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan Yesus dibandingkan dengan murid lainnya. Kedekatan itu mereka gunakan untuk menyatakan keinginan mereka untuk duduk masing-masing di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus dalam kerajaan-Nya. Mengapa mereka menginginkan kedudukan itu? Karena kedudukan itu dilihat oleh mereka berkaitan erat dengan kemuliaan dan kekuasaan yang akan mendatangkan keistimewaan. Keinginan untuk menjadi yang istimewa dan utama itu telah menjadi pokok pembicaraan penting di antara murid-murid Tuhan Yesus, bahkan sampai mengakibatkan pertengkaran di tengah-tengah mereka (Markus 9:34, Lukas 9:46, Lukas 22:24).

Tuhan Yesus tidak melarang mereka memiliki keinginan untuk menjadi orang-orang istimewa, yang kelak akan memerintah bersama-sama dengan Dia dalam kerajaan-Nya. Hanya saja dengan tegas Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kedudukan yang berkaitan dengan kemuliaan dan kekuasaan dalam kerajaan Allah yang mereka inginkan, tidak akan membawa mereka pada berbagai keistimewaan atau kemudahan dalam hidup seperti yang mereka pikirkan dan bayangkan. Kedudukan itu justru akan membawa mereka pada kehinaan, pelayanan dan pengabdian, yang menuntut kesediaan untuk memberi diri dalam pengorbanan.

Mereka yang ingin menerima kemuliaan dalam kerajaan-Nya dipanggil untuk masuk dalam kehinaan seperti yang dialami-Nya. Bukan menjadi tuan yang berkuasa memerintah, melainkan jadi pelayan yang melayani dan memberi hidupnya menjadi tebusan bagi keselamatan orang-orang yang dilayani. Dalam kerajaan Allah, orang-orang yang ingin menjadi yang terbesar, harus bersedia menjadi pelayan dan mereka yang ingin menjadi yang terutama harus bersedia menjadi hamba bagi semua orang.

Kadang kita hanya melihat kemuliaan dan kehormatan dari sebuah kedudukan atau jabatan. Lalu kita berlomba-lomba memperebutkan dan mempeributkan siapa yang paling berhak untuk mendapatkannya. Bukannya memberi diri untuk melayani seperti Tuhan, kita malah lebih sering menuntut orang untuk melayani dan mengutamakan kepentingan kita. Kita lupa bahwa untuk menjadi yang terutama, kita harus menjadi pelayan dan hamba bagi sesama. Bukan memerintah, melainkan melayani, bukan menerima melainkan memberi dengan sepenuh hati. Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk hidup seperti Dia, supaya pada akhirnya kita pun dimuliakan bersama-sama dengan Dia. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin.

LN

Leave a comment